<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279</id><updated>2011-04-22T05:39:26.793+07:00</updated><title type='text'>Leanto Live Journal</title><subtitle type='html'>Rumah hati untuk orang-orang yang kucintai...

jika tanpa ampunanMU
jika tanpa rahmat dan cintaMu
sesungguhnya kami adalah orang merugi

Yaa Robbana, Robbana, Robbana...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>47</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-116990155652351652</id><published>2007-01-27T19:38:00.000+07:00</published><updated>2007-01-27T19:39:16.846+07:00</updated><title type='text'>Surat Untuk Ayah</title><content type='html'>&lt;span clss="fullpost"&gt;Menemui Ayah..,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalammualaykum wr, wb,.&lt;br /&gt;Ayah, maaf atas suratku untuk kali ini. Kubuat jauh hari sebelum kau cuti untuk ber-lebaran bersama keluarga tercintamu. Senang dan bahagianya hati ini membayangkan kau akan tersenyum dan tertawa bahagia bersama mereka. Alhamdulillah, Allah swt. memberikan kesempatan dan pilihan yang begitu indah bagimu dalam menjalani hidup ini. Sedang aku selalu merasa sendiri, tapi tidak apa Allah swt. selalu ada di hatiku walaupun aku bukan orang shalih sepertimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidupku, ada dua hal yang hanya kukatakan pada ayahku, saat aku sekolah lagi dan saat aku mengatakan akan menikah. Dan dua hal yang kuminta darinya, menghadiri wisuda serta meng-khitbah. Begitupun ingin kukatakan padamu dua hal agar kau mengetahuinya dan kuharap ini tak membuatmu merasa bersalah atau bersedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, sebenarnya aku bisa bersekolah di Undip untuk Pascasarjana K3, atau K3 FKM UI dan kaupun mengatahuinya bila itu cita-citaku, tapi sementara tidak kulakukan karena aku harus juga membuatmu bersekolah lagi seperti cita-cita kita bersama dulu. Kedua, semoga peta kita yang pernah kita buat bersama dapat kulalui walau kau tak bersama lagi sejak adanya clash dengan teman-teman terlepas kau tahu ataupun tidak dan membuat model-model agensi usaha yang selalu kita coba rancang dan buat. Walaupun aku merasa kau selalu enggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh ada dua hal yang kuminta darimu. Pertama, aku memohon maaf sedalam kalbu untuk semua hal. Arif takut kau menyesal mengenalku dengan faqir-nya aku. Kedua, semoga kita masih bisa bermain bersama lagi karena selalu saja aku merasa kau enggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, terimakasih banyak atas segala hal yang telah kau berikan. Entah dengan apa aku berterimakasih. Aku tidak akan pernah menyesal melewati ini semua. Sejak terakhir kita bersama sebelum ramadhan dan saat Allah memberiku kesempatan untuk sekedar mengantarmu ke bandara betapa hatiku terleraikan. Tapi tidaklah apa, hal yang biasa bagiku..Aku kan selalu menyayangmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah,.untuk kau tahu&lt;br /&gt;Saat kau datang ke Timika dan aku tahu siapa yang menjemputmu, maka aku tahu kau ber-hizb, tapi bukan batasan untuk berteman denganmu bukan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku melihat pertama kali wajahmu di masjid Baiturrahman selepas maghrib, aku tertarik untuk padamu walau aku tahu lusuh pakaian yang kukenakan dan berbeda dengan gamis putihmu, tapi bukan batasan aku untuk berteman denganmu bukan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku bertanya padamu pada saat itu, kau menjawab dengan kalimat yang baik, dan aku selalu menentangmu, karena begitulah aku, maka aku akan selalu belajar dan belajar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau memberiku dua potong roti, aku tahu kau orang yang baik dan aku ingin dekat denganmu, maka aku harus berterimakasih dan membalas semua kebaikan hatimu..&lt;br /&gt;Saat kau berpapasan denganku, saat kita belum dekat dulu dan kau selalu bersama teman ikhwah-mu, betapa rendah dirinya aku, tapi bukan batasan aku untuk bersahabat denganmu bukan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau singgah ke kamarku sebelum kau harus hadiri liqa, dan mengajakku maka aku merasa malu karena siapa diriku, tapi bukan alasan aku menjauh darimu..masih ingatkah kau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau mau kuajak makan bersama dengan ade Andi, aku hanya tahu kau berusaha menghormatiku walaupun aku tidak pantas mendapat penghormatan darimu..dan aku berterimakasih padamu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau menelpon mengajakku lail dan menanyakan apa aku shaum, aku berharap kita bisa berteman dengan tulus..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau memberi kabar akan diwisuda dan berangkat sendiri serta memberitahukan kelahiran ade Ahmad, aku berharap bisa menemanimu dan merasakan hal yang sama walau tidak mungkin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita mulai bersama, aku hanya ingin menjadi temanmu yang baik dengan memberi semangat agar kau menulis, semoga tidak hanya ingin menyenangkan hatiku saja..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau ajariku mengaji, aku bahagia sekali, maka aku ingin menjadi temanmu yang baik, walau dengan kepayahan aku harus belajar dan kau tahu itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita bersama untuk merancang sesuatu, aku merasa kau enggan tapi akan tetap kulakukan karena itu bagian terimakasihku padamu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat teman-teman menyudutkanku untuk hal yang entah kau tahu ataupun tidak, kau diam dan tak memberi pembelaan, saat itu aku tahu aku harus siap menghadapi hal yang kumulai dan kurasa aku belum matang dalam berorganisasi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku meminta pesan darimu, untuk kebaikan yang dapat kulakukan dan kau tak pernah memberikannya maka aku akan tetap mencari di setiap pemberhentian waktu dan kupikir kau tak punya kewajiban apapun terhadapku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat banyak hal yang tak bisa kulakukan maka aku akan meminta maaf untukmu dengan siapa diriku sebenarnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku takkan meminta sesuatu darimu bahkan sebuah harapan agar kau ajariku mengaji dan banyak hal lainnya sudah kubuang semuanya. Bihar aku belajar sendiri karena memang tidak ada yang mengajariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu terbayang kau tidak adil terhadapku, kau mengajari ikhwah-mu tapi tidak bagiku atau kau tampak begitu hangat kepada yang lain tapi tidak terhadapku..tapi selalu kutersadar aku bukan siapa-siapa dan tak punya siapa-siapa, jadi semua itu memang tidak harus dilakukan untukku. Pernah aku perlalukan kau seperti kau perlakukanku: tak acuh, tapi kau katakan aku menghindar dan aku mengalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua sudah berlalu dan arif tetap seperti dulu. Ingin kuakhiri semuanya, tapi aku tak pernah mampu, hatiku akan terluka dan sakit, walaupun selalu dibutuhkan dua tangan untuk bertepuk. Ayah, aku tak pernah berniat salahkan siapapun, aku yang salah, harus ada diantara episode hidupmu. Aku tidak punya hak apapun terhadap dirimu, aku bukan siapa-siapa dan tidak punya siapa-siapa, aku harus kuat, seperti sebelumnya, sebelum aku bertemu denganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya tertinggal sebuah harap, untuk wujudkan harapanmu. Dan andai saja tidak ada casi sayang di hatiku, maka aku tak harus menderita karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalammualaykum wr, wb,.&lt;br /&gt;Dengan penuh harap,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Le’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang kucintai bertanya saat aku mengunjunginya&lt;br /&gt;Siapa yang berdiri di depan pintu? Jawabku aku&lt;br /&gt;Katanya, kau salah kenalkan diri ketika kita dipisahkan di dalamnya&lt;br /&gt;Setahun telah berlalu dan tatkala aku mendatanginya,&lt;br /&gt;Kuketuk pintu dengan melemahkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bertanya padaku: siapa engkau&lt;br /&gt;Kujawab: kulihat hanya engkau di depan pintu&lt;br /&gt;Dia berkata padaku: kau telah tepat kenalkan diri&lt;br /&gt;Dan kau tahu makna cinta, masuklah&lt;br /&gt;-Mushlihuddin Sa’di Ash Shirazy-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Teguhkanlah dengan dia kekuatanku. Dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku. Supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau. Dan banyak mengingatMU.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Sebagian mereka ádalah penolong sebagian yang lain.’ QS At Taubah: 71&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Seakan-akan mereka bangunan yang tersusun kokoh.’ QS Ash Shaff: 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Dan, Dia mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman).’ QS Al Nafal: 63&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara.’ QS Al Hujuraat: 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Dimana orang-orang yang saling mencintai karena kebesaranKU? Hari ini, di hari yang tidak ada naungan kecuali naunganKU. AKU naungi mereka dengan naunganKU.’ AL Hadits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Dan dua orang yang saling mencintai karena Allah, berkumpul karenaNYA dan berpisah karenaNYA.’ AL Hadits&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-116990155652351652?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/116990155652351652/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=116990155652351652&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/116990155652351652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/116990155652351652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2007/01/surat-untuk-ayah.html' title='Surat Untuk Ayah'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-116990112473901836</id><published>2007-01-27T19:25:00.000+07:00</published><updated>2007-01-27T19:32:05.053+07:00</updated><title type='text'>saat ayah milad</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7979/2312/1600/805571/ayah.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7979/2312/200/619762/ayah.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bila mungkin ada luka maka kucoba untuk tersenyum&lt;br /&gt;Bila mungkin ada tawa maka kucoba untuk bersabar&lt;br /&gt;Karena air mata tidak abadi, akan hilang berganti&lt;br /&gt;Bila hidup hampa yang dirasa, mungkinkan hati merindukan DIA&lt;br /&gt;Karena hanya denganNYA hati tenang damai jiwa dalam dada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang ada masa maka kucoba untuk teruskan&lt;br /&gt;Jika memang ada asa maka kucoba untuk genapkan&lt;br /&gt;Karena hidup tidak abadi, akan mati berganti&lt;br /&gt;Bila rindu yang dirasa, mungkinkan hati mengharapkan DIA&lt;br /&gt;Karena hanya denganNYA hati tenang damai jiwa dalam dada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irhamna, yaa Rohman yaa Rohim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tembagapura, 25 Desember 2006&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saat milad ayah dan aku tak kuasa untuk menemuinya.&lt;br /&gt;Apakah harus berharap ia sakit seperti waktu itu&lt;br /&gt;agar aku bisa bersamanya&lt;br /&gt;dan merasa menjadi seseorang karena ia mau berbagi sakit itu denganku&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-116990112473901836?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/116990112473901836/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=116990112473901836&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/116990112473901836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/116990112473901836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2007/01/saat-ayah-milad.html' title='saat ayah milad'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-116990045069599330</id><published>2007-01-27T18:55:00.000+07:00</published><updated>2007-01-27T19:20:50.856+07:00</updated><title type='text'>30 November, milad ade Ahmad..ayah.</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7979/2312/1600/621985/puzzle.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7979/2312/320/113985/puzzle.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ade’..&lt;br /&gt;ade’ Ahmad,&lt;br /&gt;kita main bersama yuk!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ade’ Ahmad kan milad..&lt;br /&gt;nih aku kasih mainan, bagus kan?,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayahku belum pernah memberiku mainan,&lt;br /&gt;dulu ia sibuk sekali…&lt;br /&gt;Akupun jarang melihatnya,&lt;br /&gt;karena pulang selalu larut malam dan pagi-pagi sudah pergi untuk mengurus usahanya.&lt;br /&gt;Tapi sekarang semua sudah diambil sama Alloh, jadi ia kehilangan semuanya&lt;br /&gt;dan iapun kehilangan aku juga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagus tidak mainan yang kuberi?,&lt;br /&gt;tau ngga’ ade’,&lt;br /&gt;ini kan dibuat sama orang yang terkena HIV/AIDS,&lt;br /&gt;mereka mendapat perlakuan yang tidak baik,&lt;br /&gt;terkadang diasingkan, sama sepertiku.&lt;br /&gt;Karena bukan siapa-siapa mungkin ya..&lt;br /&gt;Akupun ingin bisa berkarya seperti mereka,&lt;br /&gt;walaupun dengan sisa umur sedikit lagi..&lt;br /&gt;dan bukan siapa-siapa juga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, ade’ Ahmad harus jadi orang hebat,&lt;br /&gt;jangan sepertiku.&lt;br /&gt;Ade’ Ahmad harus sekolah yang tinggi,&lt;br /&gt;belajar mengaji agar jadi anak shalih.&lt;br /&gt;Nanti, kalau sudah pandai mengaji dan berdo’a, jangan lupa untuk do’akan aku juga ya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sepertiku,&lt;br /&gt;tidak bisa mengaji dan juga berdo’a.&lt;br /&gt;Ade’ Ahmad pasti diajari abi mengaji,&lt;br /&gt;juga sama ummi dan saudara-saudara abi dan ummi yang lain.&lt;br /&gt;Nanti kalau ade’ sudah fahim, ajari adik-adik yang lain yang belum bisa ya.&lt;br /&gt;Ajari aku juga, soalnya belum ada yang mengajariku mengaji, juga berdo’a&lt;br /&gt;Biar nanti kita bisa sama-sama mengaji juga berdo’a..kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, aku pernah baca buku,&lt;br /&gt;katanya do’a anak shalih untuk orangtuanya dikabulkan sama Alloh,&lt;br /&gt;apa do’aku juga dikabulkan ya?,&lt;br /&gt;aku kan bukan anak shalih seperti ade’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ade’ Ahmad,&lt;br /&gt;mau kan berteman denganku?,&lt;br /&gt;nanti kita main bersama ya&lt;br /&gt;bagaimana kalau kita main ke gunung?&lt;br /&gt;Aku suka sekali main ke gunung, naik ke tempat yang tinggi&lt;br /&gt;Agar aku bisa dekat dengan Alloh, agar IA mengasihiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ade’ Ahmad,&lt;br /&gt;Aku pulang dulu ya&lt;br /&gt;Tapi aku tidak tahu harus pulang kemana?,&lt;br /&gt;oh iya, kan ada masjid di seberang jalan sana.&lt;br /&gt;Aku suka sekali pergi ke masjid,&lt;br /&gt;lihat orang-orang yang sedang mengaji, dan juga berdo’a&lt;br /&gt;Akupun ingin seperti mereka..&lt;br /&gt;Hemmm.&lt;br /&gt;tapi apa mereka mau berteman denganku tidak ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun pernah diajari mengaji,&lt;br /&gt;walaupun sebentar saja..&lt;br /&gt;aku memanggilnya ‘ayah’ karena ia mirip dengan ayahku dulu..&lt;br /&gt;iapun memanggilku dengan nama panggilan kecilku, aku senang sekali..&lt;br /&gt;tapi ia sudah pergi,&lt;br /&gt;mungkin karena aku tidak hebat seperti teman-temannya..                 &lt;br /&gt;aku sedih dan menangis&lt;br /&gt;tapi semua sudah berlalu&lt;br /&gt;semoga Alloh selalu menemaniku&lt;br /&gt;sekarang aku sendiri,&lt;br /&gt;belajar mengaji,&lt;br /&gt;juga berdo’a&lt;br /&gt;agar aku bisa jadi anak shalih dan mendo’akan ayah dan ibuku&lt;br /&gt;dan agar dikabulkan Alloh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok kita main lagi..&lt;br /&gt;Ade’ Ahmad,&lt;br /&gt;aku pulang dulu ya..&lt;br /&gt;Nanti aku cerita sama Alloh, kau temanku yang baik dan meminta padaNYA untuk menjagamu..&lt;br /&gt;Kalau kebetulan ade’ Ahmad bertemu dengan orang yang kupanggil ‘ayah’ sampaikan padanya: terimakasih dariku&lt;br /&gt;dan katakan juga padanya kalau aku menyayanginya,&lt;br /&gt;walaupun aku tau aku bukan siapa-siapa baginya..&lt;br /&gt;Sampai ketemu besok..janji ya kita main bersama lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tembagapura, 30 November 2006&lt;br /&gt;saat milad ade' Ahmad&lt;br /&gt;dan saat kuberpikir ayah pasti merindukanmu de'&lt;br /&gt;ah..sandai saja aku dapat membuat ayah bisa selalu dekat denganmu..&lt;br /&gt;semoga..amin&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-116990045069599330?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/116990045069599330/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=116990045069599330&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/116990045069599330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/116990045069599330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2007/01/30-november-milad-ade-ahmadayah.html' title='30 November, milad ade Ahmad..ayah.'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-116989881569367331</id><published>2007-01-27T18:37:00.000+07:00</published><updated>2007-01-27T18:53:36.940+07:00</updated><title type='text'>Saat Ayah memberiku baju</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7979/2312/1600/373102/baju.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7979/2312/320/440147/baju.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini terasa biru..&lt;br /&gt;mengharu…&lt;br /&gt;Ada cinta,&lt;br /&gt;berjuta rasa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah untuk berapa lama,&lt;br /&gt;semoga untuk selamanya..&lt;br /&gt;Seperti inginku,&lt;br /&gt;harapku..&lt;br /&gt;Untuk ia&lt;br /&gt;dan mereka yang ada di sudut hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tembagapura, 24 Oktober 2006&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saat ayah memberiku baju&lt;br /&gt;Dan saat aku bertemu dengannya kembali setelah sekian lama&lt;br /&gt;I love you, ayah..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-116989881569367331?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/116989881569367331/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=116989881569367331&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/116989881569367331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/116989881569367331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2007/01/saat-ayah-memberiku-baju.html' title='Saat Ayah memberiku baju'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-116557484449973264</id><published>2006-12-08T17:43:00.000+07:00</published><updated>2006-12-10T02:52:09.226+07:00</updated><title type='text'>Cerita Lalu..Ingatkah Kau, Kawan?</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7979/2312/1600/274480/kebun%20salak.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/7979/2312/320/311711/kebun%20salak.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dari Bumi Untuk Langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By. Icha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku..&lt;br /&gt;berjalan di gelapnya malam,&lt;br /&gt;tanpa tahu kemana tujuan,&lt;br /&gt;arah mana yang akan kutempuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku..&lt;br /&gt;tersesat dalam diriku sendiri,&lt;br /&gt;entah harus bagaimana lagi,&lt;br /&gt;kulawan hatiku ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimalah persembahanku,&lt;br /&gt;dari bumi untukmu langit,&lt;br /&gt;hanya ini yang bisa kuberi dari sisi lain hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah tinggalkan aku,&lt;br /&gt;bumi mohonkan petunjukMU,&lt;br /&gt;kemana lagi tempat berlindung,&lt;br /&gt;jika tidak dalam pelukMU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Lalu..Ingatkah Kau, Kawan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesendirianku, saat ini, mengejar cita, harap dan asa..kumencoba merenungi diri, akan arti hidup dan makna diri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat semalam, saat bayang mimpi, mengantarkan ia, yang kucinta, yang pernah kuharap, dengan sangat, ke sebuah desa, yang indah: ada sungai, gunung dan hamparan sawah yang menghijau..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah?, sedang batas perbedaan sangatlah nyata, sedang aku hanyalah seorang petani yang berharap cintanya, hanya orang sederhana, hingga berharap kelak bisa berkumpul bersama orang yang dicintai, lalu mengajarkan pada mereka: anak-anak kecil itu, membaca Qur’an, berdo’a. Seperti orang-orang sederhana yang lainnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu..Tuhan, akankah mampu diri ini, menggapai cita?, dalam sebuah ketakberdayaan, kepayahan dan terasa terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak, bukankah cinta itu untuk dipersembahkan pada karya-karya penuh makna?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumulai, letih dan sendiri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, lalu mengapa kau temukan aku dengannya: ia yang kucinta, yang pernah kuberharap, dengan sangat, padanya? Sedang diri ini bukanlah siapa-siapa?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Tuhan, aku takkan lagi berharap padanya: ia yang kucinta, karena tidak akan pernah mungkin ku mendapat cintanya: yang semu dan mungkin palsu, sedang aku tahu cintaMU sungguh nyata, maka jadikan aku manusia yang penuh dengan cinta, padaMU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, cerita itu?, tanyaku. Sudah berlalu, tak ada lagi harap disana, mengalir, untuk menuju kehidupanku. Cerita-cerita itu, menjadi masa lalu, yang tak berarti apa-apa, untukku, untuknya, untukMU: Tuhan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana denganku, dengannya dan dengan cerita itu, yang pernah mengalir, indah: membiru, sedih: mengharu?, itu milikMU: Tuhan, sedang aku tetap faqr dan ia tetap seperti dulu: dengan dirinya yang begitu mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kini kutahu jawabnya: aku bukan siapa-siapa Tuhan, hanya punya cinta yang tak berarti, pengorbanan yang juga melukai diri, tapi akupun tahu Tuhan: aku punya cinta, aku punya harap dan aku telah kalahkan ego diri: untuk berbagi, untuk memberi dan tak berharap kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku tahu juga Tuhan: tanganMU yang KAU hulurkan adalah segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wa as'aluka ladzatta an andzori ila wajhika wa as syauqo ila liqo'ika &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Tembagapura, 28 November 2007. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Dua hari menjelang milad adik kecil manisku: Ahmad, 30 November, kenangan indah di kebun Salak, dan saat kumerasa karyaku tak pernah bermakna karena tanpa cinta, dan saat cita-citaku melayang jauh entah kemana, seperti kupu-kupu hijau itu, dengan sayapnya yang patah namun tetap berusaha terbang, dan satu yang bisa kuberi dari sisi lain hatiku: ijinkan aku mengantarkanmu ke sebuah desa itu, seperti mimpiku dan juga harapmu: hai kawan..&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-116557484449973264?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/116557484449973264/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=116557484449973264&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/116557484449973264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/116557484449973264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/12/cerita-laluingatkah-kau-kawan.html' title='Cerita Lalu..Ingatkah Kau, Kawan?'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-116557456260960372</id><published>2006-12-08T17:37:00.000+07:00</published><updated>2006-12-08T17:42:43.496+07:00</updated><title type='text'>Saat aku pulang..</title><content type='html'>Alhamdulillah, akhirnya aku sampai juga di Bandara Internasional Soekarno Hatta-Cengkareng, setelah hampir lebih dari 6 jam perjalanan dari Kota Timika, Papua. Sebelum kulanjutkan perjalanan ke Kota Kembang, Bandung untuk bertemu dengan keluargaku, lebih baik kutunaikan sholat dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singgah di sebuah Musholla Blok B1, di depan sebuah restaurant..kulepas sepatu sport-ku, kuambil air wudhu..alhamdulillah ya Allah, betapa air ini menyegarkan seluruh tubuhku dan hatiku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat pun kutunaikan. Berdzikir sebentar. Lalu kutemukan sesosok tubuh, kusapa ia setelah kuucapkan salam dan kucium tangannya dengan lembut, sebuah tangan yang tidak sempurna, begitu juga tangan kirinya. Tak beda dengan kedua kakinya..Ya Allah ia cacat dimataku tetapi tidak dimataMu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Guntur, namanya. Ia tak mampu banyak bergerak, hanya terduduk di sudut Musholla, menjaga barang-barang yang dititipkan orang yang hendak sholat. Ah..Pak Guntur, begitu mulianya dirimu dan bahkan dengan ketaksempurnaanmu di mataku kau masih mampu untuk selalu dekat dengan Rabb mu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kaupun menyapaku dengan senyum yang menawan hatiku dan kukatakan ‘Bapak cukup panggil nama saya saja !’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Guntur, beruntungnya dirimu, putra-putramu sudah besar-besar dan si sulung kini sudah menginjak Sekolah Tinggi Mesin. Betapa Allah cukupkan setiap hambaNYA dengan rizqiNYA dan begitupun padamu Pak Guntur. Semoga rizqi yang Allah titipkan padaku untukmu, cukup membuatmu tersenyum untuk hari ini dan begitupun hatiku yang gerimis saat kumelihat wajahmu yang berseri dan senyum menawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka nikmat manakah yang kau dustakan?&lt;br /&gt;Ya Allah, Maha Pemurah Engkau Ya Rabb..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Metropolitan City&lt;br /&gt;23 Agustus 2006&lt;br /&gt;Saat aku hendak menemui dirimu, kekasihku&lt;br /&gt;Untuk kupinang engkau dengan Ar Rahman,&lt;br /&gt;Maka nikmat manakah yang kau dustakan?..&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, hari Jum’at..hari yang cukup istimewa bagiku. Hari yang kunantikan untuk kita sholat bersama, denganmu Mas Agus..Lalu kita pergi ke Masjid Raya Agung Bandung..Ah, mengapa kita tidak lakukan ini sebelumnya, saat kita masih kecil dan juga beranjak remaja untuk bisa bermain dan tertawa bersama. Seperti keluarga yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pun duduk di emper toko, sambil menikmati kue ketan..Alhamdulillah, hal yang kurindukan untuk lakukan ini bersamamu, Mas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku selalu rindukan seorang kakak yang mau menemaniku bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Kota Bermartabat, Flower City, Bandung&lt;br /&gt;25 Agustus 2006&lt;br /&gt;Dan kemarin kau telah berusia 32 tahun&lt;br /&gt;Semoga sisa umurmu menjadi lahan amalan bagimu&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat jam 2 siang, aku bersama keluargaku pergi ke MQ Cafe’. Ada mamah, si om, kakak-kakaku dan juga adikku. Tak lupa keponakan yang kusayangi, Salsabilla. Untuk berjumpa dengamu, kekasihku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sudut ruangan, kutemukan sosok dirimu, ia cantik, sederhana dan bersahaja. Ia yang akan menjadi pendamping perjuanganku, melahirkan dan mendidik anan-anakku, menjadi pejuang, jundi pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;InsyaAllah, aku ikhlash ya Allah.. untuk menjadikan ia istriku untuk menemani perjuanganku menuju ridhoMU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;26 Agustus 2006&lt;br /&gt;Saat pertama kulihat wajahmu&lt;br /&gt;Kan kupinang engkau minggu depan&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuliah..belajar..ujian..&lt;br /&gt;Ah..bosannya, tapi aku harus lalui hal ini. Hari pertama kuliah, penuh harap tapi juga penuh cemas, apa aku mampu melewatinya dan mendapatkan hasil yang terbaik atas perjuangan kesabaran ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, macet..sudah jam 10 lebih dan aku belum sampai juga, mungkin momen perkuliahan pertama kulewatkan, tapi biarlah, tak mengapa..toh mungkin biasa saja seperti saat dulu, seperti biasanya, hanya perkenalan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, ya Allah..cukupkan aku dengan ridhoMU untuk melewati perjuangan ini antara Tembagapura-Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;28 Agustus 2008&lt;br /&gt;Hari pertama kuliah&lt;br /&gt;Hari yang melelahkan untuk mencari tempat naungan hujan&lt;br /&gt;Antara Jakarta-Bekasi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.07 WIB.&lt;br /&gt;Kampung Bandungan, Desa Leuwiliang, Kecamatan Cibungbulang&lt;br /&gt;Kota Hujan, Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, sudah kulihat bangunan itu, dan tidak ada yang bisa kulakukan apapun. Hanya mampu memandangnya dari jauh. Aku janji padamu, untuk wujudkan mimpi-mimpi kita, untuk membantu wujudkan cita-cita mereka..di Sekolah Dasar Islam, Rahmatan Lil Alamin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;2 September 2006&lt;br /&gt;Saat kurindukan ayahku, hanya untuk sekedar memanggil namaku&lt;br /&gt;Namun, kaupun tak juga hulurkan tanganmu padaku&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirrahmanirrahim..&lt;br /&gt;Hari ini kupinang engkau, untuk menjadi istriku, kekasih hatiku, berharap kau menjadi istri yang shalihah, mengandung dan melahirkan anak-anakku, mendidik mereka menjadi pejuang, jundi pilihan. Untuk bersama bercinta, dengan hangat, seperti Rasulullah saw. uswatun hasanah. Bercinta untuk syurga, mencari ridhoNYA..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, kubuat keputusan besar dalam hidupku. Ada yang terlewatkan: ayahku. Semua karena aku hanyalah faqr. Ya Allah, sampaikan rinduku padanya, aku mencintainya. Aku terlalu sederhana dan biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;3 September 2006&lt;br /&gt;Kota Indramayu..saat aku menemui kedua orangtuamu&lt;br /&gt;Meminangmu dengan basmallah&lt;br /&gt;Dalam masa menuju walimah ia tetap bersabar dan semakin dekat dengan Rabb nya. Lali walimah dan membuka lembar hidup baru dengan amanah.&lt;br /&gt;Besatulah kekuatan kehidupan dengan rahman.&lt;br /&gt;Ia yang akan mendidik anak-anakku, menjadikannya jundi pilihan&lt;br /&gt;Ia tunduk dalam ketaatan, hingga Allah mencintainya dan menjadikannya bidadari syurga bertelakan yakut dan marjan..&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian..ujian..ujian...&lt;br /&gt;Ya Allah, sempat-sempatnya aku tertidur pada saat ujian..&lt;br /&gt;Dua minggu kulalui dengan sedikit istirahat, perjalanan jauh antara Bekasi-Jakarta, untuk wujudkan cita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;8 September 2006&lt;br /&gt;Saat ujian yang cukup melelahkan&lt;br /&gt;Dan aku ingin mengabarimu, ayah&lt;br /&gt;Tapi mungkin ini tidak penting bagimu..&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Ridwan, Kang Deden, Kembar Hery dan Heru, Kang Ade yang shalih&lt;br /&gt;Betapa kalian adik-adikku yang menyenangkan..Sekarang kalian sudah akan diwisuda, tugasku sudah selesai menemani kalian, menyemangati kalian untuk belajar, memarahi kalian ketika kalian lalai dan menjadikan aku harus menjadi contoh yang baik bagi kalian semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Ridwan, hari ini kau akan pergi jauh, ke Batam, untuk berkarya disana, mengurus zakat dan mengurus ummat. Maaf aku tak bisa memberimu apa-apa, kau tahu walaupun aku tak pernah sering bersamamu seperti kepada yang lainnya tapi kau adalah adik tersayang bagiku..kau jauh lebih dewasa dibanding yang lain sehingga aku tak kuatir terhadapmu..Selamat berkarya ade, aku akan selalu mendoakanmu..Janji yah untuk selesaikan kuliahmu..walaupun kau tidak terlalu suka dengan jurusan yang kau jalani. Aku tahu kau ingin masuk Sastra Arab, tapi ini hidup, kau harus menjalaninya. Kau dibesarkan di lingkungan pesantren jadi kau pasti bisa mempelajarinya dengan mudah bukan?..Ah, aku akan merindukanmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga kau Kembar Hery dan Heru, tahun ini kau akan diwisuda, kalian akan jadi Sarjana, semoga bisa wujudkan cita-citamu. Heru, semoga Februari nanti kau benar-benar akan menikah dan semoga aku bisa hadiri walimah mu nanti yah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hery, baik-baik yah, maafkan aku yang selalu memarahimu, tapi karena aku sayang padamu, kau harus belajar dengan keras agar bisa wujudkan cita-citamu, dan kau rasakan saat ini, upayamu berhasil bukan?, semoga aku bisa hadiri saat kalian wisuda nanti yah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Deden, kau adik yang shalih, terimakasih sudah mau mengajariku mengaji, sabarnya dirimu terhadapku saat membimbing bacaanku, aku hanya selalu ingat saat kau tersenyum. Setelahnya kita bercanda, juga tertawa. Aku yakin kau akan menjadi guru yang baik saat kau kembali ke kampung halamanmu untuk mengajar di pesantren milik kakakmu bukan? Aku juga akan selalu ingat, kau selalu menjadi imam saat kita shalat fardhu bersama, bacaanmu begitu sempurna, mengingatkan pada ayahku. Dan aku hanya cukup menjadi makmum karena faqr nya diriku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Ade, kaupun adik yang ceria, kau selalu tertawa gembira, saat kita bertemu kau pasti mencandaiku. Aku akan selalu ingat dengan suaramu yang khas, dengan badanmu yang tinggi dan sedikit kurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagianya bersahabat dengan kalian, maafkan aku bukan kakak yang baik untuk kalian.&lt;br /&gt;Aku pamit, untuk berkarya di pulau tertimur Indonesia, aku akan selalu rindukan kalian, semoga Allah cukupkan kalian dengan ridhoNYA, amin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Bandung, 10 September 2006&lt;br /&gt;Saat aku harus pergi malam ini&lt;br /&gt;Dan kau juga Kang Ridwan..&lt;br /&gt;Lalu aku pamit juga dengan kekasihku dengan membawakannya kain berwarna biru dan setangkai mawar putih..&lt;br /&gt;Serta berharap aku segera dapat menemuimu ayah untuk berikan kau baju agar kau pakai saat Idul Fitri nanti dan juga parfume dan buku For God and Country karena kau pahlawanku..&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tembagapura, 12 September 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menemui:&lt;br /&gt;Ayahanda tercinta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalammualaykum wr, wb,.&lt;br /&gt;Ayah, betapa hatiku terleraikan, sudah sekian lama aku menunggu untuk kau sekedar memanggil namaku. Masih ingatkah kau saat kau kirimkan pesan terakhir padaku bahwasanya aku ingin kau lakukan segalanya sesuai dengan caraku. Saat itu aku bersedih, kau salah menilaiku kemudian aku lari darimu, takutnya aku kecewakanmu, lalu aku berusaha untuk pergi. Lalu, aku menunggu uluran tanganmu tapi kau tak juga datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, banyak hal yang kulewati tanpa kau bersamaku lagi, aku tetaplah faqr. Tiap saat aku merindukanmu, berharap kau memanggilku tapi sampai saat ini kau serasa jauh sekali. Sampai aku terbangun setelah ku bermimpi kau menciumi wajahku, aku menangis dan kau kupeluk dengan erat, erat sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, bahkan untuk memberikan pakaian dan parfume ini, aku tak mampu, lalu kusimpan dan berharap aku mampu berikan ini padamu dan semoga bukan yang terakhir kalinya. Kuharap kau mau memakainya nanti, saat Idul Fitri, saat kau tengah berada dengan keluarga yang kau cintai. Agar aku merasa ada dihatimu dan ikut hadir ditengah mereka semuanya. Tapi aku bertanya ’siapalah aku?’. Lalu kau memakai parfume ini, mewangikan tubuhmu, agar akupun merasa berada didekatmu. Lalu kita bersama lagi seperti sebelumnya, bermain seperti dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, pulanglah. Agar kau selalu bersama keluargamu, berada ditengah mereka dan kau bersekolah kembali. Aku kan penuhi kewajibanku terhadapmu. Seperti janjiku, dulu. Maafkan atas segala hal yang kulakukan terhadapmu. Aku takkan lagi mengganggumu. Kau kan selalu berada dihatiku dan tak perlu kukatakan semua rasa hatiku ini. Cukup Allah swt. yang mengetahuinya karena IA yang Maha Mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membayar sebagian kecil dari segala kebaikan yang kau berikan padaku. Dua potong roti, mengajariku mengaji dan bermain bersama. Andai saja aku orang penting bagi hidupmu..&lt;br /&gt;Terimakasih tak hingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalammualaykum wr, wb,.&lt;br /&gt;Le_&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Tembagapura, 13 September 2006&lt;br /&gt;Masjid Darussaadah, selepas ashar&lt;br /&gt;Saat aku lelah berharap untuk sekedar kau memanggil namaku&lt;br /&gt;Dan kau tak juga hulurkan tangamu&lt;br /&gt;Saat kerinduanku tak terperi&lt;br /&gt;Kaupun mencium wajah dan memelukku, ayah&lt;br /&gt;Maafkan aku yang faqr ini, aku kan selalu merindukanmu..&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 September 2006&lt;br /&gt;Mengapa kau hadir di mimpiku?&lt;br /&gt;Saat kuberharap untuk berbagi&lt;br /&gt;Tiba-tiba semua tersakiti&lt;br /&gt;Lalu aku menjadi kalah, yang kupunya hanya sisa&lt;br /&gt;Kau kembalikan semuanya, tapi kau ambil lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kau mencintaiku, tak mungkin kau pergi dariku&lt;br /&gt;Aku inginkau pulang lalu kita bersama lagi&lt;br /&gt;Tanpa ada cerita yang telah kulewati&lt;br /&gt;Semua dari nol saat aku mengenalmu, dulu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun kau pergi, maka cukup aku yang terluka..&lt;br /&gt;Kumulai dari awal seperti dulu..&lt;br /&gt;Cukup menjadi aku yang biasa dan sederhana&lt;br /&gt;Aku tak perlu semuanya, hanya ingin kau bahagia&lt;br /&gt;Aku kan tunaikan hutangku, padamu..ayah..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, aku sungguh memohon cintaMU, cinta orang-orang yang mencintaiMU, mencintai amal yang dapat menghantarkan aku pada cintaMU (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;Ayah, ijinkan aku untuk mencintaimu sekali lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16 September 2006&lt;br /&gt;Kuratakan keningku semalam&lt;br /&gt;Untuk pintakan Allah berikan cintaNYA padamu&lt;br /&gt;Kutunggu kau katakan walaupun kata perpisahan sekalipun&lt;br /&gt;Jika itu membuatmu bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagipula tidak ada ikatan di antara kita&lt;br /&gt;Seperti katamu: dunia ini fana&lt;br /&gt;Tapi tidak untuk cintaku&lt;br /&gt;Kenangan bersamamu menjadi hal indah dalam hidupku&lt;br /&gt;Cukup Allah saksi atasnya..&lt;br /&gt;Maafkan aku, ayah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 September 2006&lt;br /&gt;Satu Episode Cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mungkin kiranya ada&lt;br /&gt;Apapun yang bisa mengurangi dahsyat cobaan itu..mintakan&lt;br /&gt;Jika mungkin kiranya ada perbuatan&lt;br /&gt;Apapun yang bisa meringankan beban yang berat itu..perintahkan&lt;br /&gt;Jika mungkin kiranya ada&lt;br /&gt;Apapun yang mungkin bisa dilafadzkan untuk dapat melipur kesedihan itu..katakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kepada apapun ditujukan harapan&lt;br /&gt;Dan kepada siapapun dikeluhkan..&lt;br /&gt;Atau apa saja yang mungkin bisa diberikan&lt;br /&gt;Mungkinkah sebanding dengan Allah janjikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ada dihujung sana..wahai sahabat&lt;br /&gt;Yang harus ditempuh lewat ’Satu Episode Cinta’&lt;br /&gt;Sebuah perjalanan dengan jalan mendaki&lt;br /&gt;Dimana kesedihan serta cobaan jadi pemandangannya&lt;br /&gt;Dan penderitaan serta kemalangan jadi teman seperjalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usah dipertanyakan ’mengapa?’&lt;br /&gt;cintaNYA memang kadang datang dalam rupa mengherankan&lt;br /&gt;dan dalam bentuk yang menyakitkan&lt;br /&gt;jangan dipertanyakan ’mengapa?’&lt;br /&gt;karena cinta suci sejati&lt;br /&gt;perlukan dipertanyakan?&lt;br /&gt;Tapi dihujung semua itu&lt;br /&gt;Semoga Allah menantimu dengan penuh rindu&lt;br /&gt;Sekiranya kalian wahai sahabat&lt;br /&gt;Melalui ’Satu Episode Cinta’ itu&lt;br /&gt;Allah mencintaimu&lt;br /&gt;Adakah kita memahami cintaNYA..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chaidir al Faqr&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-116557456260960372?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/116557456260960372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=116557456260960372&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/116557456260960372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/116557456260960372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/12/saat-aku-pulang.html' title='Saat aku pulang..'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-115624916519066546</id><published>2006-08-22T19:16:00.000+07:00</published><updated>2006-08-22T19:19:25.536+07:00</updated><title type='text'>Ingatkah kau, ayah..?</title><content type='html'>&lt;span clss="fullpost"&gt;Demi Allah, aku harus memilih sahabat untuk diriku, kemudian aku bersahabat dengan Abu Bakar. Ya, aku ikut bersama Abu Bakar di pelananya yang di atasnya terdapat mantel dari Fadak. Jika kami turun dari unta, Abu Bakar menggelar mantel tersebut dan jika kami berjalan maka Abu Bakar mengenakannya. Setelah itu, Abu Bakar menyatukan mantel tersebut ke dalam pakaiannya dengan benang. Oleh karena itu, orang Najd berkata ketika mereka murtad, ‘Kami membaiat pemilik-pemilik mantel (Abu Bakar).’ Ketika kami pulang dan dekat di Madinah, aku berkata, ‘&lt;em&gt;Hai Abu Bakar, sesungguhnya aku bersahabat denganmu agar Allah memberiku manfaat denganmu, oleh karena itu, nasihatilah aku dan ajarilah aku&lt;/em&gt;.’ (As Sirah An Nabawiyah li Ibni Hisyam 2/611).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih teringat dulu, saat kau sakit dan aku ingin selalu bersamamu untuk merawat dan menjagamu. Kaupun menggelarkan kain untuk kita duduk bersama, shalat bersama. Aku rebahkan kepalaku di pangkuanmu. Hatiku menangis, semoga ini tidak pernah berakhir. Tapi, aku memang bukanlah sahabat yang baik bagimu dan tuduhlah aku sebagai teman yang tidak setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga, hari ini aku tak sempat pamit padamu, untuk kau cium keningku dan memberiku doa restu. Dan aku tak pernah sempat lagi untuk mencium tanganmu dengan lembut, memelukmu dan meraba wajahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkanlah aku, doaku selalu untukmu. Yang aku tahu kau tak pernah mencintaiku. Aku harus pergi dari kehidupanmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga aku masih bisa menemuimu kembali, kita bersama seperti sebelumnya walaupun aku tahu kau tak pernah mencintaiku…&lt;em&gt;yaa khalil&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tembagapura, 23 Agustus 2006.&lt;br /&gt;Saat aku merindukanmu dan kau pergi meninggalkanku&lt;br /&gt;Ya Allah, ampunkanlah hambaMU yang menjadikan ia &lt;em&gt;khalil &lt;/em&gt;dihatiku selainmu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dan ingatkah kau, ayah..?, karena aku mencintaimu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-115624916519066546?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/115624916519066546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=115624916519066546&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115624916519066546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115624916519066546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/08/ingatkah-kau-ayah.html' title='Ingatkah kau, ayah..?'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-115602145377788023</id><published>2006-08-20T03:59:00.000+07:00</published><updated>2006-08-20T04:10:21.340+07:00</updated><title type='text'>Karena aku bukan Fahri</title><content type='html'>&lt;span clss="fullpost"&gt;Entah mengapa aku tak mampu untuk berkata atau menuliskan pesan ini padamu. Aah, andai saja hati ini mampu dibagi atau aku mampu menyimpan kepribadian lain dalam hatiku selainmu, kekasihku..dan itu bukanlah sebuah pengkhianatan tetapi sebuah penghargaan terhadap wanita..sepertimu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Icha, kekasihku..kalaulah kau yang menjadi Aisha ku walaupun aku bukanlah Fahri yang hafidz, apakah tidak tergerak hatimu ketika hadir sesosok Maria dalam hidupku..? Ia, Maria yang begitu tulus mencintaiku, sebelum kau menjadi kekasihku karena kealpaanku atau tertutup hatiku terhadapnya..Lalu apakah ia harus menunggu sampai sakit yang tak terperikan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai hari ini, di saat milad-nya, aku terima pesan darinya: ‘&lt;em&gt;Assalammualaykum, jazakallah atas semuanya. Jika dalam hidupku aku pernah meniup lilin, memotong kuenya, kau yang pertama kuberi tapi sayang ku tak pernah mengalaminya dan diminta untuk &lt;/em&gt;make a wish&lt;em&gt;, ku akan minta kau sudah tidak ada dalam hidupku, tidak perlu ada yang menggantikan karena ku tahu kita akan selalu mendoakan, mungkin doa yang tulus bisa berarti untukmu, keabadian bukan takdir kita&lt;/em&gt;.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ada rasa untuk mengkhianatimu Icha, yang menjadi Aishaku, aku terpaksa harus membalas pesannya: ‘&lt;em&gt;Aku tahu rasa hatimu. Tidak berbeda dengan rasa hatiku terhadap ayahku. Tapi tidak semua hal seperti yang kita inginkan. Doapun tidaklah cukup. Semua butuh penegasan. Sebuah jawaban untuk peneguhan hati. Mungkin kita belum mampu menjadikan Allah swt. satu-satunya kekasih hati kita. Aku bagimu atau ayahku bagiku hanyalah mahluq. Serba terbatas. Yang tidak pantas menjadi kekasih hati. Rasulullah saw. sekalipun tidak kuasa ingin mejadikan Abu Bakar menjadi kekasihnya yang Rasullullah katakan sebelum wafatnya. Terlebih kita hanyalah manusia biasa. Pesanmu kan kutulis dalam hatiku lalu biarkanlah semua orang tahu&lt;/em&gt;.’ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;‘&lt;em&gt;Sesungguhnya orang yang paling banyak memberikan perlindungan kepadaku dengan pergaulan dan hartanya adalah Abu Bakar. Andaikan aku boleh mengambil seorang kekasih selain Rabb-ku, niscaya aku akan mengambil Abu Bakar sebagai kekasihku. Tetapi ini adalah ukhuwah Islam dan kasih sayang. Semua pintu yang menuju masjid harus ditutup kecuali pintunya Abu Bakar&lt;/em&gt;.’ Muttafaq’alaihi. Shahih Al Bukhary, 1/22, 429, 449; 2/638; Misykatul Mashabih, 2/548. Lima hari sebelum Rasulullah saw. wafat saat menyampaikan nasehat berkaitan dengan orang-orang Anshar. (Sirah Nabawiyah, Syaikh Shafiyyurrahman al Mubarakfury).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;‘&lt;em&gt;Ya..hanya Allah swt. yang tahu dengan apa yang terjadi. Yang pasti kita berhutang dengan masa lalu hingga banyak hal yang berarti untuk kita semua..&lt;/em&gt;take care&lt;em&gt;..tidak ada lilin dan &lt;/em&gt;tart..’ jawabmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘&lt;em&gt;Ya..semoga aku masih menjadi orang pertama yang mengucapkan milad padamu&lt;/em&gt;..’ jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku Icha, kekasihku..semoga satu hari nanti kau mau berbagi dengannya, ia yang tulus juga mencintaiku..dan semoga ia tidak harus menjadi Maria dalam hidupku..karena aku bukanlah Fahri..aku hanya al Faqr..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah...ampunilah hambaMu yang faqr ini, yang tak pernah sanggup membalas tulus cintanya padaku dan semoga Icha, Aisha ku tak merasa aku menduakannya dan bahkan mengkhianatinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tembagapura, 20 Agustus 2006&lt;br /&gt;Saat ia milad dan dalam penantiannya&lt;br /&gt;Maafkan aku tak mampu membuka hatiku terhadapmu&lt;br /&gt;Dan kuharap Aisha ku mampu hadirkan aku dalam hidupmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga aku terlupa lanjutan ayat dalam Ar Rahman yang menjadi mahar bagi Aisha ku karena terlerainya hatiku…andai kau tak harus mencintaiku dan juga aku tak pernah bertemu dengan ayahku..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-115602145377788023?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/115602145377788023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=115602145377788023&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115602145377788023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115602145377788023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/08/karena-aku-bukan-fahri.html' title='Karena aku bukan Fahri'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-115589982485387295</id><published>2006-08-18T18:11:00.000+07:00</published><updated>2006-08-20T04:07:51.240+07:00</updated><title type='text'>Syair Nasyid untuk Kekasihku</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/1600/ant.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/ant.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kasih Kekasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu aku ragui&lt;br /&gt;Sucinya cinta yang kau beri&lt;br /&gt;Kita saling kasih mengasihi&lt;br /&gt;Dengan setulus hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Ibu merestui&lt;br /&gt;Menyarung cincin di jari&lt;br /&gt;Dengan rahmat dari Ilahi&lt;br /&gt;Cinta kitapun bersemi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum diijabkabulkan&lt;br /&gt;Syariat tetap membataskan&lt;br /&gt;Pelajari ilmu rumahtangga&lt;br /&gt;Agar kita lebih bersedia&lt;br /&gt;Menuju hari yang bahgia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tahu kumerinduimu&lt;br /&gt;Ku tahu kau mencintaiku...Oh...Kasih&lt;br /&gt;Bersabarlah sayang&lt;br /&gt;Saat indah kan menjelma jua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan disatukan&lt;br /&gt;Dengan ikatan pernikahan...Oh..Kasih&lt;br /&gt;Di sana kita bina&lt;br /&gt;Tugu cinta mahligai bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga cinta kita&lt;br /&gt;Di dalam ridha Ilahi&lt;br /&gt;Berdoalah selalu&lt;br /&gt;'moga jodoh berpanjangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by. In Team&lt;br /&gt;_______________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip tulisan M. Anis Matta, Lc.: cinta adalah sebuah totalitas, dimana gagasan, emosi dan tindakan bergabung menjadi satu kesatuan yang utuh dan bekerjasama secara bersama-sama bagi kebahagiaan dan kebaikan orang-orang yang kita cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai adalah pekerjaan yang membutuhkan kemampuan kepribadian maka para pecinta sejati harus terus menerus mengembangkan kepribadian mereka secara terus menerus sebab hanya dengan begitu mereka dapat mengembangkan kemampuan mereka: &lt;em&gt;mencintai&lt;/em&gt;. Cinta dan kepribadian adalah dua kata yang tumbuh bersama dan sejajar. Mengandalkan perasaan saja dalam mencintai hanya akan melahirkan para pembual yang hanya menguasai satu keterampilan: &lt;em&gt;menebar janji&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah pekerjaan orang kuat. Rasulullah saw. dapat menampung sembilan isteri dalam jiwanya, itu karena ia dapat menampung sembilan kepribadian dalam kepribadiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian muncul sebuah pertanyaan dan menjadi permasalahan di sebagian sahabat-sahabatku. Apakah cinta perlu diungkapkan?, lalu bagaimana dengan konsep berpacaran setelah menikah?. Hal yang biasa dan lumrah muncul kepermukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, cinta perlu diungkapkan dan bahkan dideklarasikan, untuk meneguhkan hati, mencari kepastian karena setiap orang butuh peneguhan hati dan kepastian. Dengan syarat harus sesuai dengan norma serta etika dalam bercinta. Terdapat dalam sebuah koridor ilahiah bahwa cinta dan mencintai adalah sebuah fitrah. Selama dalam hal ini menjadi sebuah cita-cita luhur dan agung untuk meneruskan dan mempertahankan dakwah, apa yang salah?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan cinta yang tidak perlu dilakukan seperti sinetron dan novel roman picisan, melankolik. Tapi dalam sebuah karya nyata, bentukan sebuah generasi yang istiqomah berada dalam jalur sempit di tengah kehidupan yang sudah hingar bingar ketika seseorang ikhwan mencintai seorang akhwat atau sebaliknya, maka disinilah diperlukan sebuah pekerjaan yang kuat, untuk menjaga getaran-getaran hati, menjaga diri dan orang yang dicintai agar tidak menjadi sebuah fitnah dan bahkan memutuskan komunikasi kadang diperlukan bila telah muncul sebuah peluang fitnah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah, adalah sebuah solusi yang tepat. Bahkan cita-cita dakwah akan semakin kuat dan menguatkan, dengan potensi pribadi masing-masing yang disatukan. Pertanyaan yang muncul yaitu: &lt;em&gt;ketika sahabat belum siap untuk menikah maka janganlah berpacaran&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpacaran setelah menikah?, siapa takut…inilah uniknya, ketika setalah menikah maka kata-kata cinta akan semakin bermakna dan bahkan menjadi sebuah amalan ibadah. Dengan mengatakan cinta kepada orang yang dicintai, untuk meneguhkan hati, maka: &lt;em&gt;katakanlah&lt;/em&gt;. Entah dengan sepucuk surat sarat makna, atau sebuah tindakan dan bahkan pengorbanan. Karena apabila dilandasi cinta ilahiah maka orang yang dicintai akan mampu merasakannya. Getaran yang berbeda, dan bahkan sarat makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tembagapura, 17 Agustus 2006.&lt;br /&gt;Saat aku meminangmu dengan Basmallah dan tanpa perlu kukatakan cinta&lt;br /&gt;dan dengan mahar hafalan Qur’an Surat Ar Rahman, Yang Maha Pemurah, surat ke 55 dan berjumlah 78 ayat&lt;br /&gt;‘maka nikmat manakah yang kau dustakan’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu..&lt;br /&gt;Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sapardi Djoko Damono&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-115589982485387295?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/115589982485387295/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=115589982485387295&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115589982485387295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115589982485387295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/08/syair-nasyid-untuk-kekasihku.html' title='Syair Nasyid untuk Kekasihku'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-115589941175130100</id><published>2006-08-18T18:00:00.000+07:00</published><updated>2006-08-18T18:10:12.283+07:00</updated><title type='text'>GIE and Life for Learning</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/1600/independence%20day.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/independence%20day.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;Merdeka…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘&lt;em&gt;Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya&lt;/em&gt;.’&lt;br /&gt;Itulah pesan yang disampaikan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat dengan hari kemerdekaan, teringat pula seorang jurnalis bernama Soe Hok Gie. ‘&lt;em&gt;Merasa lebih baik diasingkan daripada menyerah dalam kemunafikan&lt;/em&gt;.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kalimat yang masih kuingat dari film GIE: ‘&lt;em&gt;berbahagialah dalam ketiadaanmu&lt;/em&gt;’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan syair dari soundtrack film GIE:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tak pernah berhenti berjuang, Pecahkan teka-teki malam&lt;br /&gt;Tak pernah berhenti berjuang, Pecahkan keadilanMu&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jurnalis...cita-cita yang terlewatkan dan juga bersekolah di Kampus Ungu UI, Universitas Indonesia. Tapi semangat menulis tetap haruslah ada. Menulis, tidak hanya menuliskan sebuah fakta dari sebuah rentetan peristiwa, tempat dan juga waktu tetapi juga diperlukan ketajaman dan kebersihan hati nurani untuk menjadi jurnalis yang berhati nurani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dari Ulil albab, lalu Al Bayan, &lt;em&gt;Life for Lerning&lt;/em&gt; dan terakhir &lt;em&gt;Journalist Community&lt;/em&gt;. Tapi semua tidaklah mudah. Menulis, dengannya diperlukan kebiasaan membaca. Iqro, ayat pertama yang turun kepada Rasulullah saw. dengan ini, bahwa Allah swt. mempunyai pengetahuan yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis dan membaca, dua pekerjaan yang setara dan terkait satu dengan yang lain. Menulis dapat menjadi sebuah cara untuk mengekspresikan diri kita, dan bahkan mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi opini publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;In the name of The Lord and Cherisher, Who created; He Who taught (the use of) the pen&lt;/em&gt; (Q.S.Al ‘Alaq:1,4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurnalis, hal yang tidak mudah, bukan hanya bersifat menulis. Bahkan diperlukan kemurnian hati nurani sehingga kebebasan pers bukanlah sebuah jargon kosong tanpa makna tetapi sebuah cita-cita suci dan mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tembagapura, 17 Agustus 2006&lt;br /&gt;61 Kemerdekaan Republik Indonesia&lt;br /&gt;GIE, Soe Hok Gie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hutang yang belum terbayar untuk mencetak buku ’Etos Kerja Islami’ yang entah kapan terwujudkan karena kemapuan editing yang tidak mumpuni. Maafkan aku teman, sahabat dan ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Le_&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.k3lh.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;http://www.k3lh.blogspot.com/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-115589941175130100?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/115589941175130100/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=115589941175130100&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115589941175130100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115589941175130100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/08/gie-and-life-for-learning.html' title='GIE and Life for Learning'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-115589049422405860</id><published>2006-08-18T15:34:00.000+07:00</published><updated>2006-08-18T18:39:08.493+07:00</updated><title type='text'>Ayah...</title><content type='html'>&lt;span clss="fullpost"&gt;Ayah&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;By. Anak Surau&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untukmu kami bernyanyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana akan dicari&lt;br /&gt;Satu harapan di dalam hati&lt;br /&gt;Selalu kami ingin bertemu&lt;br /&gt;Denganmu ayah terkasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ayah tercinta&lt;br /&gt;Kami ingin bernyanyi&lt;br /&gt;Dengan air mata di pipi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah dengarkanlah&lt;br /&gt;Kami ingin betemu&lt;br /&gt;Walau hanya dalam mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun hari berganti&lt;br /&gt;Kami berharap seindah dulu&lt;br /&gt;Datanglah kami rindu padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mu kami mengabdi&lt;br /&gt;Untuk ayah tercinta&lt;br /&gt;Kami ingin bernyanyi&lt;br /&gt;Dengan air mata di pipi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah dengarkanlah&lt;br /&gt;Kami ingin betemu&lt;br /&gt;Walau hanya dalam mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah dengarkanlah&lt;br /&gt;Kami ingin betemu&lt;br /&gt;Walau hanya dalam mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah…masih teringat dulu, saat aku selalu menunggumu pulang, hanya untuk mendengar kau membacakan sebuah cerita padaku tentang ‘si Kancil’, seperti saat sebelumnya. Lalu kita tertawa dan bermain bersama…tapi kaupun tak kunjung datang, dan akupun tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan esoknya aku tak juga dapat melihat wajahmu, bahkan sekedar mengantarku di hari pertama aku bersekolah. Bahagianya memakai celana seragam SD, berwarna merah dan juga kemeja putih, memakai dasi dan juga topi. Lalu tas gendong serta buku dan pinsil baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tetap menunggumu, tapi kau sudah pergi lagi. Dan kulihat teman-teman bersekolah diantar bersama ayah mereka dan aku berharap kaupun mau mengantarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’Kemana ayahku ya?’, ’aah, mungkin mencari uang agar aku bisa sekolah.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah..sekarang seragamku berwarna biru tua, ayah. Tapi sepertinya kau masih tidak peduli dengan seragam yang kupakai sekarang. Kau tak pernah bertanya tentang sekolahku, juga PR-ku. Apakah aku bolos atau tidak. Ayah aku tak pernah bolos, walaupun aku sakit, aku tetap bersekolah, agar kau memberiku hadiah, seperti teman-teman yang lainnya yang diberi hadiah bila mereka mendapat nilai yang bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, apakah kau lihat?, sekarang seragamku abu-abu ayah, juga tidak pendek lagi, aku selalu masuk negeri dan juga dapat juara, ayah. Tapi, sepertinya kaupun masih tidak peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah..., seperti apa sih OSPEK?, aku akan menjadi mahasiswa, ayah. Tapi mungkin kau pun tidak tahu, bahkan aku kuliah dimana?, aah ayah..aku sudah besar sekarang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, hari ini aku wisuda tapi kau sepertinya tidak tahu juga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, aku sekarang sudah bekerja, kau ingin apa dariku?, kau mau kubelikan baju baru?, atau sepatu baru? atau apa saja yang kau mau. Tapi sepertinya kau pun tak peduli juga padaku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, aku ingin kau ikut denganku di wisuda kali ini, semoga kau mau. Aku kuliah sambil bekerja ayah, agar aku selalu mandiri dan kau bangga padaku, tapi sepertinya kaupun tak peduli padaku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih kau mau melihatku di wisuda kali ini, kupinta doamu agar aku bisa kuliah lagi di universitas negeri lainnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, besok aku ke Jakarta, aku bersekolah lagi. Seperti cita-citaku yang selalu aku katakan padamu, atau mungkin kau lupa?, atau bahkan tidak ingat sama sekali. Aah, aku sudah terbiasa kalau kau tidak peduli padaku. Apa kau tahu, aku kesulitan yang aku hadapi?. Aah, kau pasti berpikir aku bisa melewatinya. Selalu begitu pikirmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, kini aku kehilangan cinta, dari orang-orang yang kucintai, tersiakan. Tapi biarlah, hal biasa bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Tembagapura, 16 Agustus 2006&lt;br /&gt;Saat aku kehilangan ayahku&lt;br /&gt;Seperti sebelumnya karena kau tak pernah mencintaiku&lt;br /&gt;Tapi akan kubuktikan cintaku padamu walau kau berpikir aku yang meninggalkanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruntuk ’ayah’&lt;br /&gt;Apakah kau tahu aku merindukanmu?&lt;br /&gt;Le_ &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-115589049422405860?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/115589049422405860/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=115589049422405860&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115589049422405860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115589049422405860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/08/ayah.html' title='Ayah...'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-115560557885639661</id><published>2006-08-15T08:24:00.000+07:00</published><updated>2006-08-20T04:08:58.140+07:00</updated><title type='text'>Ayah, terimakasihku untuk dua potong roti itu…</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/1600/untitled.2.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/untitled.2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;‘&lt;em&gt;Sesungguhnya orang yang paling banyak memberikan perlindungan kepadaku dengan pergaulan dan hartanya adalah Abu Bakar. Andaikan aku boleh mengambil seorang kekasih selain Rabb-ku, niscaya aku akan mengambil Abu Bakar sebagai kekasihku. Tetapi ini adalah ukhuwah Islam dan kasih sayang. Semua pintu yang menuju masjid harus ditutup kecuali pintunya Abu Bakar&lt;/em&gt;.’ Muttafaq’alaihi. Shahih Al Bukhary, 1/22, 429, 449; 2/638; Misykatul Mashabih, 2/548. Lima hari sebelum Rasulullah saw. wafat saat menyampaikan nasehat berkaitan dengan orang-orang Anshar. (Sirah Nabawiyah, Syaikh Shafiyyurrahman al Mubarakfury).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling mencintai karena Allah swt. dan persaudaraan dalam agamaNya termasuk ibadah yang paling utama, dan ia adalah buah dari akhlak yang baik, Allah swt. berfirman, “&lt;em&gt;Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung&lt;/em&gt;.” (Q.S. Al Qalam: 4). Adapun persaudaraan dan kerukunan, Allah swt. berfirman, “&lt;em&gt;Maka dengan nikmatNya kamu menjadi bersaudara&lt;/em&gt;.” (Q.S. Ali ‘Imran: 103).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: “&lt;em&gt;Sesungguhnya yang terdekat dariku di antara kamu duduknya adalah terbaik akhlaknya di antara kamu dan merendahkan diri, yang mencintai dan dicintai&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: “&lt;em&gt;Barangsiapa Allah menghendaki kebaikan baginya, maka Allah mengaruniainya seorang teman yang saleh. Jika ia lupa, diingatkannya, dan jika ia ingat, dibantunya&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Barangsiapa bersaudara dengan seseorang karena Allah Ta’ala, maka Allah Ta’ala akan mengangkatnya satu derajat di syurga yang tidak didapatnya dengan sesuatu amalnya&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia itu mencintai orang lain, bisa kerena dirinya yang bagus dan disukai, atau karena ia menjadi alat kepada tujuan di luar dirinya dan tujuan itu berkaitan dengan maslahat-maslahat duniawi. Atau merupakan alat untuk mendapat bagian di akhirat, atau karena Allah dan demi Allah, tidak mendapat dunia maupun akhirat, tetapi karena ia termasuk hamba Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia harus seorang yang berakal, berakhlak baik, tidak fasik, tidak melakukan bid’ah dan tidak berambisi atas keduniawian. Adapun akal, ia adalah modal. Amirul mukmini Ali ra. berkata:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Jangan berteman dengan orang bodoh&lt;br /&gt;Awaslah kamu terhadapnya&lt;br /&gt;Betapa banyak orang bodoh yang membinasakan&lt;br /&gt;Orang bijak ketika bertemu dengannya&lt;br /&gt;Manusia itu diukur dengan manusia lainnya&lt;br /&gt;Bila manusia bergaul dengannya&lt;br /&gt;Sesuatu itu terhadap sesuatu yang lainnya&lt;br /&gt;Mempunyai ukuran dan kesamaan&lt;br /&gt;Dan hati menjadi petunjuk hati&lt;br /&gt;Ketika berjumpa dengannya&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Adapun akhlak yang baik, Alqamah telah mengumpulkannya dalam wasiatnya untuk sang putra menjelang wafatnya:&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Hai anakku, jika engkau perlu berteman dengan orang-orang, maka bertemanlah dengan orang yang apabila engkau melayaninya, ia pun melindungimu, dan jika berteman dengannya, ia menghiasimu. Jika engkau tidak mampu menggunakan hartamu, bertemanlah dengan orang yang apabila engkau berbuat baik kepadanya, ia pun membalasmu, dan jika engkau berbuat dosa, ia pun mencegahnya. Bertemanlah dengan seseorang yang apabila engkau meminta sesuatu darinya, ia pun memberimu, dan jika engkau diam, ia pun menyapamu. Dan jika engkau mengalami musibah, ia menolongmu. Bertemanlah dengan orang yang apabila engkau berkata, ia benarkan perkataanmu, dan apabila engkau hendak melakukan sesuatu, ia pun menasehatimu, dan jika kalian bertengkar, ia lebih mengutamakanmu&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib berkata:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya saudaramu yang sebenarnya ialah yang bersamamu&lt;br /&gt;Dan merugikan dirinya untuk memberimu manfaat&lt;br /&gt;Dan apabila terjadi musibah, ia mendatangimu&lt;br /&gt;Ia korbankan dirinya untuk menolongmu&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara para salaf ada yang menyelidiki anak-anak saudaranya sesudah wafatnya selama 40 tahun. Ia memenuhi hajat mereka dan setiap hari pergi kepada mereka serta membantu mereka dengan hartanya. Mereka itu hanya merasa kehilangan ayahnya, tetap mereka mendapatkan apa yang tidak mereka dapatkan dari ayah mereka di masa hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping bersifat wara’ hendaklah seorang berilmu supaya dimanfaatkan ilmunya. Luqman berkata: ‘&lt;em&gt;Hai anakku, duduklah dengan para ulama dalam jarak yang sangat dekat, karena hikmah menghidupkan hati sebagaimana hujan yang deras menghidupkan bumi yang mati&lt;/em&gt;.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikatan persaudaraan antara dua orang seperti ikatan pernikahan suami dan isteri. Apabila persaudaraan berlangsung, maka hal itu menimbulkan hak-hak atasmu dalam harta dan jiwa, lisan dan hati, dengan maaf dan doa, keikhlashan, kesetiaan dan tidak memaksa diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, mengenai harta, paling sedikit adalah seperti budakmu sehingga urusannya menjadi tugasmu dan pertengahannya seperti engkau, karena persaudaraan menimbulkan persekutuan dan persamaan, dan setinggi-tingginya adalah engkau lebih mengutamakannya, sehingga engkau korbankan urusan dirimu supaya keadaannya menjadi teratur. Hal ini banyak disebutkan dalam atsar. Rasulullah saw. bersabda: “&lt;em&gt;Tidaklah dua orang berteman, melainkan yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah yang paling lemah lembut kepada temannya&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, menolong temannya dalam memenuhi kebutuhan dan mengerjakannya sebelum diminta. Ini mempunyai derajat-derajat menyamai derajat harta seperti ketiga kedudukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;, jangan engkau menghadapinya dengan sesuautu yang tidak disukainya. Anas ra. berkata: “&lt;em&gt;Adalah Rasulullah saw. tidak menghadapi seseorang dengan sesuatu yang tidak disukainya.&lt;/em&gt;” Iman seseorang tidak sempurna hingga ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya. Tidaklah diragukan bahwa yang diharapkan darinya menutup aurat dan memaafkan kesalahan serta menutupi rahasianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Keempat&lt;/em&gt;, menyampaikan pujian yang disukainya tanpa keluar dari kebenaran. Rasulullah saw. bersabda: “&lt;em&gt;Apabila seseorang dari kamu mencintai saudaranya, maka hendaklah ia mengabarinya&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kelima&lt;/em&gt;, kesetiaan dan keikhlashan yaitu dengan selalu mencintai saudaranya sampai mati dan mencintai anak-anak serta teman-teman sesudah matinya. Ketahuilah bahwa kesetiaan yang baik itu termasuk iman dan pengamalan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari Mukhtasar Ihya’ Ulumuddin, Imam Ghazali, 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tembagapura, 15 Agustus 2006&lt;br /&gt;Selepas shubuh di Masjid Daarussaadah&lt;br /&gt;Dan aku tak pernah bisa menjadi teman yang baik bagimu&lt;br /&gt;Terimakasih untuk dua potong roti, nasihat, wasiat dan juga waktu yang telah kita lalui bersama&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ana ukhibukafillah&lt;/em&gt;, dan air mata yang telah mengering dengan harapan yang selalu tak pernah terwujudkan olehku dan bahkan untuk sekedar bisa membaca al Qur’an...&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Jazakallah ahsanal jaza, &lt;/em&gt;ayah&lt;em&gt;..&lt;br /&gt;Wassalammualaykum wr, wb,.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Le_&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-115560557885639661?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/115560557885639661/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=115560557885639661&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115560557885639661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115560557885639661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/08/ayah-terimakasihku-untuk-dua-potong_15.html' title='Ayah, terimakasihku untuk dua potong roti itu…'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-115484015567958946</id><published>2006-08-06T11:52:00.000+07:00</published><updated>2006-08-06T11:55:55.933+07:00</updated><title type='text'>Ku Merayu</title><content type='html'>&lt;span clss="fullpost"&gt;Ku Merayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sayu ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;Ku masih merayu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;Kiranya kau hulur sisa simpati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;Untuk hatiku yang masih mengharap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;Tuhan kupinta segala terlerai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;Walaupun aku tidak pasti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;Apakah masih membara dosaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;Di lautan durhaka ku terus berombak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;Menghempas taubatku yang kian retak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;Oh Tuhan ampunilah daku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sudi kiranya kau hujani kembali&lt;br /&gt;Jiwaku yang masih kelayuan ini&lt;br /&gt;Tuhan sambunglah cintaku yang terputus&lt;br /&gt;Dengan cinta-Mu Yang Maha Kudus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sayu ku masih merayu&lt;br /&gt;Agar kasihMu hadir di hatiku&lt;br /&gt;Dalam pilu ku masih merayu&lt;br /&gt;Biarlah dosa-dosa nan lalu&lt;br /&gt;Terkubur di lipatan kenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku merayu hanya padaMu&lt;br /&gt;Ku merayu dan terus merayu&lt;br /&gt;Ku memohon petunjuk dariMu&lt;br /&gt;Buatku menuju jalanMu yang satu&lt;br /&gt;Hidup matiku hanya untukMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By..Alarm Me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ayah,&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Dalam kerinduanku padamu, aku tak pernah menemukan senyummu lagi, entah untuk waktu berapa lama, selalu ada harap disana, disudut hatiku, yang berharap padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kau tak juga hulurkan tanganmu, dan aku tak kan pernah mampu menjangkaumu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini, semua sudah terleraikan, tak ada lagi sisa rindu di hatiku. Senyum yang terpaksakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butuh dua tangan untuk bertepuk dan begitupun cinta. Telah kukembalikan cintaku pada Rabb ku, karena kau tak pernah mencintaiku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tembagapura,&lt;br /&gt;06 Agustus 2006,&lt;br /&gt;Selepas dzuhur&lt;br /&gt;Teringat kemarin aku melihatmu dan ku berharap kau memanggil namaku &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-115484015567958946?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/115484015567958946/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=115484015567958946&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115484015567958946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115484015567958946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/08/ku-merayu.html' title='Ku Merayu'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-115415190338902568</id><published>2006-07-29T12:42:00.000+07:00</published><updated>2006-07-29T12:47:35.120+07:00</updated><title type='text'>Aku ingin bertemu denganmu...</title><content type='html'>&lt;span clss="fullpost"&gt;Sahabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama kau pergi jauh dari diriku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;Menghilang jauh entah ke mana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;Puas sudahku mencari diri mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;Pelusuk duniaku panjangkan langkahku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;Mereka bilang kau tak punya apa-apa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;Namun bagiku engkaulah kisah silamku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;Cerita lama kisah suka dan duka bersamamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;Pasti kita kan bertemu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;Setelah sekian waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;Wahai sahabatku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;Pasti kita kan bertemu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;Meleraikan rindu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;Wahai sahabatku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Firdaus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tembagapura, 29 July 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;saat aku merindukan ayahku &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dan kau tak juga hulurkan tanganmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;al Faqr&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-115415190338902568?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/115415190338902568/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=115415190338902568&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115415190338902568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115415190338902568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/07/aku-ingin-bertemu-denganmu.html' title='Aku ingin bertemu denganmu...'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-115415169093409389</id><published>2006-07-29T12:25:00.000+07:00</published><updated>2006-07-29T12:41:31.193+07:00</updated><title type='text'>Forgive Me...</title><content type='html'>&lt;span clss="fullpost"&gt;For Give me&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;It's such a cold night&lt;br /&gt;And it's so dark&lt;br /&gt;Walking down the streets of memories&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm here all alone&lt;br /&gt;With no one by my side&lt;br /&gt;It's only me thinking of you&lt;br /&gt;With hands full of sin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ho.. Allah here I come&lt;br /&gt;Ho.. Allah I'm crying for forgiveness&lt;br /&gt;Although I have betrayed you&lt;br /&gt;So many times in the past&lt;br /&gt;A lord, it's so fair for you to punish me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the morning light&lt;br /&gt;On a sunny day&lt;br /&gt;Crying happy tears&lt;br /&gt;Coz I'm free&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I need you to guide me&lt;br /&gt;Protect me don't ever leave me&lt;br /&gt;Strengthen my faith light up my heart&lt;br /&gt;With the light of iman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ho.. Allah I want to thank you for saving me&lt;br /&gt;Ho.. Allah thank you for giving me hope&lt;br /&gt;I promise you I won't betray you&lt;br /&gt;Any more a lord&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I hope you'd always guide me&lt;br /&gt;And lead me to happiness&lt;br /&gt;With the ones you love&lt;br /&gt;Together in paradise&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brothers,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tembagapura, 28 July 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;saat aku merindukanmu, ayah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;al faqr&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-115415169093409389?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/115415169093409389/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=115415169093409389&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115415169093409389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115415169093409389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/07/forgive-me.html' title='Forgive Me...'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-115338076165989638</id><published>2006-07-20T14:29:00.000+07:00</published><updated>2006-08-20T12:23:54.816+07:00</updated><title type='text'>Kenangan Bersama Ayah</title><content type='html'>&lt;span  clss="fullpost" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;Dalam sebuah perjalanan menyusuri pantai utara&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  clss="fullpost" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;Berkereta di tengah malam Surabaya - Jakarta&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  clss="fullpost" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;Kuteringat masa indah di masa-masa kecilku&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  clss="fullpost" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;Kenangan bersama ayah di kampung halaman&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  clss="fullpost" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  clss="fullpost" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;Sungguh indah&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  clss="fullpost" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;Terlalu manis untuk dilupakan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  clss="fullpost" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;Sungguh mesra&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  clss="fullpost" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;Meski beriring ketegangan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  clss="fullpost" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  clss="fullpost" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;Suasana pengajian petang seperempat malam pertama&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  clss="fullpost" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;Riuh rendah suara hafalan atau cemeti hukuman&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  clss="fullpost" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;Hening hanya decahan kala epik dipaparkan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  clss="fullpost" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;Liku-liku perjuangan para pahlawan Islam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  clss="fullpost" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;Yang gagah perkasa&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  clss="fullpost" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;Di medan perjuangan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  clss="fullpost" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;Yang tak takut mati&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  clss="fullpost" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;Untuk meraih kemuliaan Islam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  clss="fullpost" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  clss="fullpost" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;Ayah terima kasih nanda haturkan kepadamu&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  clss="fullpost" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;Yang telah mendidik dan membesarkanku bersama ibu&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  clss="fullpost" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;Ayah engkaulah guruku yang terbaik sepanjang usiaku&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  clss="fullpost" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;Yang telah membimbing masa kecilku meniti jalan Tuhanku&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  clss="fullpost" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  clss="fullpost" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;Allah s'moga Kau berkenan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  clss="fullpost" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;Membalas s'gala kebaikannya&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Menerimanya, dan meridhoinyaDi hadirat-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Suara Persaudaraan&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sore itu selepas bekerja, aku pergi untuk memenuhi undangan dan harapan seorang teman padaku atas kelahiran putranya yang kuberi nama Mumtaz, berharap akan menjadi anak yang istimewa di jamannya. Perjalanan hampir dua jam cukup membuatku lelah tapi tak pernah menyurutkan rindu pada ayahku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin sekali bertemu dengannya, mencium tangannya, meraba wajahnya dan memeluknya. Dan ia memberikan ciuman hangat di keningku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesampainya, aku tak dapat segera mengunjungimu karena harus memenuhi undangan itu. Malam pun sudah larut dan aku tak mau mengganggu istirahatmu, ayah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah..semoga esok pagi, semoga kita bisa shalat berjamaah kembali, seperti biasanya. Kau menjadi imam dan aku cukup menjadi makmum..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah..ayah, andai kau tahu rasa hatiku, betapa aku rindu padamu..&lt;br /&gt;Maafkan aku ayah, pertemuan kita hanya sebentar saja dan aku harus kembali bekerja dan jauh darimu…&lt;br /&gt;Semoga Allah swt. cukupkan kau dengan ridho-Nya, amin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan juga atas kelemahan, kekurangan dan kesalahanku…&lt;br /&gt;Aku pamit ayah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku hanya dapat mencium tanganmu, memelukmu dan berharap kembali dapat bertemu dengan kau..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu akan menjadi kenangan bersama ayah..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timika, 20 Juli 2006..&lt;br /&gt;Berpesanlah padaku satu hal agar aku tak selalu kehilangan hariku yang semakin sempit&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-115338076165989638?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/115338076165989638/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=115338076165989638&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115338076165989638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115338076165989638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/07/kenangan-bersama-ayah.html' title='Kenangan Bersama Ayah'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-115286586707989177</id><published>2006-07-14T15:26:00.000+07:00</published><updated>2006-07-14T15:33:11.183+07:00</updated><title type='text'>Dan ijinkanlah aku merawatmu, ayah…</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/1600/Image(218).jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/200/Image%28218%29.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;Siang itu, Kamis 28 Juni kau mengirimkan pesan padaku:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Le kapan kau turun?&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Lalu kujawab:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;InsyaAllah besok ayah.. Saat ini aku sedang mencoba mendamaikan hatiku&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan entah kenapa pipiku terasa hangat oleh tetes air mata, dan kukatakan pelan dari bibirku yang haus karena belum menemukan setetes air hingga adzan maghrib berkumandang nanti, ia memanggilku, begitu hangat dihatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah maghrib lalu kau mengirimkan pesan untukku lagi:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Le tolong hubungi Mas Agung untuk bawakan makanan karena aku tidak tahu nomor mereka.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Lalu kujawab:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Baiklah&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dan menyusul pesan lagi darimu:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Aku kena malaria, kau jangan marah&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kujawab:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Aku berhak marah, kau tidak ikuti nasihatku. Semua yang kulakukan karena aku menyayangimu!.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Hatiku semakin gelisah, dan setelah kuhubungi mereka aku tahu kau sakit. Kau terkena malaria, hal yang aku kuatirkan. Gejalanya pasti begitu menyiksamu. Dan kau telah membuatku kuatir, juga tidak bisa berpikir bahkan untuk mengisi perutku yang sudah lapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kuhubungi semua teman-temanku dan pada akhirnya aku tahu kau terkena Malaria Tropika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kutuliskan doa padamu:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Syafakallah syifan ajilan, syifaan la yughadiru ba’dahu saqoman. Ya Allah, ayahku sakit. Semoga ia ikhlash, begitupun aku..&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dan esok harinya aku sengaja berangkat pagi agar dapat cepat bertemu dengan kau, ayah.&lt;br /&gt;Kubawakan kau buah yang kau pesan agar kau cepat sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, ijinkanlah aku merawatnya, semampuku, sebisaku, betapa ia begitu berarti bagiku, walaupun aku tahu, aku bukanlah sesiapa baginya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku karena harus tidur di tempatmu, aku hanya ingin memastikan bahwa kau akan kujaga dan kurawat sampai sembuh nanti..&lt;br /&gt;Dan..&lt;br /&gt;Akhirnya kau sudah sembuh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih ya Allah, kau sudah sembuhkan ayahku..karena besok aku harus berpisah lagi dengannya. Jagalah ia selalu seperti ia selalu menjagaMU ya Allah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Timika, 8 Juli 2006&lt;br /&gt;Bahagianya bersepeda denganmu..menyusuri kota..dan ke kebun salak sambil menikmati durian yang sudah matang juga manis…hingga kulit kita terbakar oleh panasnya matahari kota&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-115286586707989177?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/115286586707989177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=115286586707989177&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115286586707989177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115286586707989177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/07/dan-ijinkanlah-aku-merawatmu-ayah.html' title='Dan ijinkanlah aku merawatmu, ayah…'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-115258193739435298</id><published>2006-07-11T08:38:00.000+07:00</published><updated>2006-08-20T12:22:28.970+07:00</updated><title type='text'>Ijinkan aku mengasihimu</title><content type='html'>&lt;span clss="fullpost"&gt;Sampai kantor kuteringat dirimu dan kutulis pesan untukmu:&lt;br /&gt;Maka ijinkan aku mengasihimu semampuku sebelum kukembalikan cintaku pada Allah azza wa jalla..Dari lelaki biasa dan sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kutulis lagi:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;’Ia istriku telah bersabar atasku. Ia mencuci pakaianku, membentangkan tempat tidurku, mendidik anak-anakku, membersihkan rumahku. Ia melakukan semua itu, padahal Allah tidak memerintahkannya untuk berbuat hal demikian. Ia melakukan semua itu demi ketaatan dan tetap bersabar atas semua itu maka bagaimana mungkin aku tidak bisa bersabar jika ia mengangkat suaranya?&lt;/em&gt;’ Dari Umar bin Khattab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kau menjawab pesanku:&lt;br /&gt;Haruskah ca membalas? Cukup dengan diamku menjadi iya karena malunya seorang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kutulis kembali:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Apa yang dicari seorang mukmin setelah takwa kepada Allah tidak lebih baik dari seorang wanita yang shalih. Apabila diperintah ia mentaatinya, apabila dipandang sangat menyenangkannya, apabila disumpah ia melaksanakannya dengan jujur dan apabila ditinggal pergi ia menjaga dirinya dan harta suaminya&lt;/em&gt;. (H.R. Ibnu Majah dari Abu Ummah ra.)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-115258193739435298?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/115258193739435298/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=115258193739435298&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115258193739435298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115258193739435298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/07/ijinkan-aku-mengasihimu.html' title='Ijinkan aku mengasihimu'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-115258186407745024</id><published>2006-07-11T08:33:00.000+07:00</published><updated>2006-08-20T12:21:32.766+07:00</updated><title type='text'>Semoga sabarmu beroleh syurga</title><content type='html'>&lt;span clss="fullpost"&gt;Kulihat kalender hari ini, dan disana tertulis sebuah hadits.&lt;br /&gt;Lalu kukirimkan pesan untukmu:&lt;br /&gt;’Dikalender meja hari ini tertulis: &lt;em&gt;Rasulullah saw. bersabda isteri yang menjadi penghuni syurga adalah yang benar kasih sayangnya, subur (banyak anaknya), mudah minta maaf kepada suaminya (bila salah atau keliru) dan bila bersalah atau disakiti dia mendekati suaminya dan memegang tangannya seraya berkata ’Demi Allah aku tidak akan memejamkan mata (tidur) sampai kamu ridha dan memaafkan aku’&lt;/em&gt;. (H.R. An Nasai dari Ibnu Abbas ra).&lt;br /&gt;Maaf menghubungimu. 9 September ku kan tepati janji untuk kerumahmu jika kau ikhlash. Sebelumnya kupenuhi harapanmu untuk kita bertemu: 2 September bersama ibuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kau membalas pesanku:&lt;br /&gt;Kang Anto, eh mau dipanggil apa? Kang, Mas atau Aa. Mau bilang Sabtu siang sampai ahad sore ca ke Situ Lembang, hari terakhir supercamp dan tau kan tempatnya ga bakal ada sinyal. Rencananya mau ditinggal di puskesmas dan dimatiin. Jadi kalau mau menghubungi sekarang ‘aja kali ya. Terus ya ‘udah ‘aja kalau tanggal-tanggalnya terserah yang mau kesini. Terus ‘moga ca jadi penghuni syurga dengan berbakti kepada suami. Amin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kujawab:&lt;br /&gt;Apa saja yang menyenangkan hatimu ;) sms saja ya. Ga ada pulsa. Dah malam. Nanti kubilang ayahku kita hari ini kita sms-an. Dengan alasan kau pergi. Keponakan tersayang: caca panggil aku ABI. Boleh kau kupanggil SAYANG?. Terdengar nyaman ditelingaku. Semoga tidak berlebihan ya? Kita tidak melanggar janji kita kan? Kaupun harus beritahukan ayahku kita sms-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau balas:&lt;br /&gt;Ca segen sama ayah.Waktu ca sms kemarin nanyain keadaannya dijawab dengan ’saya sudah sehat seperti biasa.’ Cuma itu ca jadi segen. Mungkin lagi sakit ya jadi ga banyak gerak. ’gimana keadaannya? Boleh panggil sayang tapi sampai seterusnya walau sudah kakek nenek. Karena ada teman panggil istrinya sayang didepan kita-kita walau dah punya anak 2. InsyaAllah ca ikhlash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kujawab:&lt;br /&gt;Ya sudah nanti abi yang kasih tahu kita sms-an. Pasti dipanggil seterusnya dong. O iya apa pembicaraanku berlebihan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau jawab:&lt;br /&gt;Maksudnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kujawab:&lt;br /&gt;Terlalu banyak bicara walaupun orang-orang bilang abi orang pendiam. Takut dikira senang bicara..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jawabanmu:&lt;br /&gt;Ga apa-apa lagi bi. Ca malah orangnya cerewet tapi kalau sms irit. Tapi jangan ngumbar kata-kata gombal kaya kemaren ya, nanti ’aja kalau sudah resmi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusambung:&lt;br /&gt;Ga apa-apa. Kebetulan abi suka nulis. Malah punya weblog. Ada cerita kita loh. Disini mau buat tobuki. Toko Buku Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabmu:&lt;br /&gt;Bagus kalau ’gitu. Disini banyak nyamuk. Cerita kita? Tapi ca akhwat biasa. Ca belum ngasih tau kalau bapak hanya petani biasa. Kurang lebih kaya Fahri lah. Mereka serius ke sekolah anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kujawab:&lt;br /&gt;Ca..Sayang. Ko malah sms-an? Kan mau isya. Emang ga wirid? Ayo..Jangan sampai abi jauhkan ca dari Allah. Nanti lepas isya sambung lagi ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kau jawab:&lt;br /&gt;Belum isya koq. 10 menit lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabku:&lt;br /&gt;Tuh khan? 10 menit bisa dapat 1 halaman sayang. Cerita perjalanan kita. Biar semua orang tau abi kan mencintaimu. Petani? 1 hari nanti abi ingin jadi petani sayang. Ayah abi juga serius ke sekolah anak-anak. Tapi semua kembali ke anak-anak. Mau ga sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu diam....kutunggu balasan pesanmu. Lalu kutulis:&lt;br /&gt;Ca..Marah sayang? Maaf kalau abi menyuruh hal yang ca sudah faham. Hati-hati ya nanti di jalan. Semoga Allah mencintaimu. Kuajak lagi lail ya. Mau kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balasan pesanku:&lt;br /&gt;Enggak ko. Ca seneng diingetin =). Tadi temen mau nginep di tempat ca. Sekarang beliau dah datang. Ngobrol lama, jadi lupa ngebalas. Afwan, oke..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kutulis:&lt;br /&gt;Tidak apa. Siapa temannya? Dari RZI? Salam untuknya. Temanmu mencerminkan dirimu sayang. Jika ia baik maka kau kan baik. Begitu sebaliknya. Ca..Apa kau tidak kuatir kita ber-ikhtilath?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kau jawab:&lt;br /&gt;Ca belum bilang mengenai k’ Anto. Yang tau masalah ini baru 5 orang. 4 orang dari RZI. Kita ’dah ber-ikhtilath kang. Harusnya kaya dulu lagi waktu sama k’ Ridwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun menjawab:&lt;br /&gt;Hmmm..itu yang abi takutkan dan ayah kuatirkan. Abi takut tidak bisa menata hati. Begitu pun kau sayang. Semoga Allah mengampuni kita. Menurutmu apa yang terbaik? Kembali ke awal ya. Lewat k’ Ridwan atau ayah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabanmu:&lt;br /&gt;Kalau untuk menjaga zina hati dan kesucian ini mending lewat perantara. Kalau k’ Ridwan beliau lagi di situ lembang. Terus kalau ayah mau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti abi tanya beliau. InsyaAllah besok ke Timika untuk merawatnya. Masih kuatir belum sehat benar. Maafkan abi sayang. Berdoalah nanti malam agar Allah mengampuni kita. Kalau kita berjodoh semoga kita bisa lakukan lail bersama. Abi pasti menjemputmu karena abi sudah ikhlash dan ayah merestui. Termasuk orang tua abi. Semoga kuliahku lancar agar segera menjemputmu sayang. Ini sms terakhir sampai ayah memberi syarat. Ku hanya misscall untuk membangunkanmu. Tidak lebih. Semoga Allah kabulkan niat suci kita. Amin..Semoga Allah mencintaimu hai wanita shalihah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuberdoa:&lt;br /&gt;Semoga sabarmu beroleh syurga, &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-115258186407745024?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/115258186407745024/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=115258186407745024&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115258186407745024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115258186407745024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/07/semoga-sabarmu-beroleh-syurga.html' title='Semoga sabarmu beroleh syurga'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-115146032274862578</id><published>2006-06-28T08:57:00.000+07:00</published><updated>2006-08-20T12:19:23.940+07:00</updated><title type='text'>Saat aku harus bersabar untuk bertemu dengannya..</title><content type='html'>&lt;span clss="fullpost"&gt;Hmmm...&lt;br /&gt;Saudaraku sayang, aku sudah sms ia. Itupun kesalahan prosedur sayang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kau mau tau apa yang kutulis untuknya:&lt;br /&gt;Bismillah..Aswrb.Maaf sebelumnya. Kata K' Ridwan aku bisa sms icha. Dengan nama apa aku panggil yang dapat menyenangkan hatimu? Kamis malam ayahku kan hubungi icha. Biar ia yang memberitau siapa Leanto. Hanya untuk icha tau ibuku sudah kuberitau tentang mu. September setelah uas aku ke rumah. Kapan ayahku bisa hubungi orangtuamu? Sebelum aku ke rumah? Apa perlu sebelum ayahku telpon aku telpon dulu icha? Terlepas dengan ikhtiar ini satu hal yang ingin kuberitau: jalankan nafilahmu. Tujuan aku menikahimu hanya untuk mendekatkan diri pada Allah dan membentuk keluarga samara, sakinah, mawaddah dan rahmah. Kuharap kita tetap menjaga hati dan tidak membuka peluang fitnah hati. Adapun sms ini sekedar untuk memenuhi harapanmu. Sesuai K'Ridwan infokan. Jazakillah. Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban ia:&lt;br /&gt;Waalaykumsalam. Maksudnya kalau sudah bapak kang Anto telpon orang tau boleh sms an. Tapi ya ga pa-pa. Ncha aja. Ca ingin sebelum ke tahap orang tua kang Anto telpon saya. Tentang kesungguhan dan rencana kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban Kang Anto: (akang nih ye..., sejak kapan kata itu kedengaran lagi he..he..):&lt;br /&gt;Ncha...Anto cuma ikut petunjuk ncha dan K' Ridwan yaitu ayahku telpon ncha kamis malam jam 8 wib atau jam 10 wit. Apa ndak kemaleman mengingat beda 2 jam. Sebelum ayah anto telpon ncha, aku pasti telpon. Untuk rencana sepertinya sudah clear. Tanggal 9 September anto khitbah ncha dan menikah keputusan ada di tangan ncha. Semua selama ncha ikhlash terima adanya anto. Kita berdoa saja ya ; )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keburu ngga' tahan aku sms lagi, mumpung ada kesempatan coy...&lt;br /&gt;Ncha..ayah yang kumaksud bukan berarti ayah kandungku. Kau kan tau beliau kalau menghubungimu. Setelah kau siap maka ibu dan bapakku yang kemudian menghubungi ncha dan orangtua. Kalau dirasa pembicaraan awal ini berlebih aku mohon maaf. Semua karena didasari niat baik dan untuk memenuhi harapan ncha yang kupikir baik. Kutunggu kabar lanjut dari ncha. Take care of u. Wasalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(koq pake take care of u segala ya..'emang gue siapanya men?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban ia:&lt;br /&gt;Maksud bukan ayah kandung gimana? Jadi yang mo telpon dari papua semua? Ko terserah ca sih. Kan harus ada kesepakatan berdua. ca coba mendamaikan hati. Mencoba mengikuti takdirNya. Moga yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabanku:&lt;br /&gt;Ia kuanggap ayahku karena aku mencintainya. Ia pembimbingku ca. Ia ustadz disini. Ia kan objektif menilai langkah kita. Aku tidak punya kemampuan menilai diri karena orang lain yang menilai kita. Bisa saja aku mengatakan hal yang bukan diriku toh ca tidak tau siapa aku bukan? Ia pun murabbi walaupun aku bukan mutarabbi-nya. Cukup Allah yang menjadi murabbiku ca!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung men...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih tunggu balasan...&lt;br /&gt;Ya Allah, tawanlah hatiku dengan cinta kepadaMu, adapaun cinta terhadap makhluqMu hanya semata-mata untuk lebih dekat denganMu. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hik..hik...koq jadi sedih..minimal hatiku sedikit lega sayang...&lt;br /&gt;ah cinta...kau membuat setiap manusia menjadi orang yang tolol...&lt;br /&gt;kau juga kan..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kemudian...kau replay e-mailku&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:-)&lt;br /&gt;maaf aku tersenyum, sungguh dari hatiku yang paling dasar, aku bahagia. saat kumainkan jemariku di atas tuts ini, sedikit basah mata ini.&lt;br /&gt;aku bahagia mendengar khabar gembira ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya doa yang mampu aku haturkan untuk kalian berdua, "Semoga Alloh Yang Maha mengasihi hambaNya, yang memiliki cinta dan yang menguasai hati memberikan yang terbaik untuk kehidupan kalian, dunia dan akhirat. semoga kebahagiaan selalu mengikutimu hingga hari yang telah ditentukanNya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi ngomong-ngomong kok nama panggilannya hampir sama yah? Icha &lt;&gt; Uci / Ncha &lt;&gt; Ci (ha..ha..ha..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berbahagialah...........berbungalah.............sayang. karna ini adalah anugerahNya. layakkah kita mengekangnya? aku sendiri tidak tahu. bagi aku, aku senang semua kubiarkan mengalir tanpa ada pembendung. asalkan ia tetap pada tempat mengalirnya. tapi itu aku, aku bukanlah dirimu. :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Aku replay e-mailmu saudaraku...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya begitulah sayang, kumohon doamu..akupun tidak tahu hanya mengikuti takdirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban darinya:&lt;br /&gt;Maaf juga kalau ca kesannya ga yakin. Terus terang ca sendiri belum mantap. Gimana ya? Allah ya Rabb beri kemantapan pada hambaMu yang lemah dana aniaya ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabku:&lt;br /&gt;Ca, apa dengan keterangan yang kuberikan disela kesibukan ku bekerja dan kuliah dirasa kurang meyakinkanmu? Tidak ada waktu bagiku untuk menjemputmu insyaAllah tanggal 9 September karena aku harus bekerja. Kalau kau ingin segera kunikahi dengan ikhlash aku siap walaupun tadinya kuingin menjemputmu setelah magister ku selesai. Malam jumat kan ku telpon ca. Semoga kau ikhlash karena aku ikhlash menjemputmu. Kuharap kau tidak marah dengan sms ku ini. Cukup Allah yang mengadiliku jika ada niat tidak baik terhadapmu. Maafkan bila kumemberi ketegasan ini. Jazakillah. Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusul ini sebelum ia menjawab:&lt;br /&gt;Apa yang membuatmu belum mantap? Apa karena aku bukan dari murabbi mu? sedangkan awalnya ca mantap menjawab siap menikah ketika K' Ridwan bertanya. Aku sendiri belum melihat wajahmu ca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan disusul ini juga:&lt;br /&gt;wa as'aluka ladzatta an andzhori ila wajhika wa as syauqa ila liqa'ika..Sampai saat ini aku belum tahu wajahmu. Semoga menyenangkan hatiku. Seperti kuberharap dapat melihat wajah Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kususul lagi:&lt;br /&gt;Aku hanya laki-laki biasa ca. Yang berharap bisa mencintaimu dengan tulus. Bacalah 'Cinta dari laki-laki biasa' karya Helvy Tiana Rosa. Semoga aku bisa menjadi Rafli dengan cintanya yang agung ca. Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjawab:&lt;br /&gt;Iya udah kita bahasnya malam jum'at 'aja. Ca memang siap kang..tapi istilah nya lurus-lurus aja. Mungkin belum timbul rasa suka dan kecondongan hati..dibahas nanti. Udah ya jangan sms an lagi. Malam jumat aja langsung telpon. Kemalaman yah waktu disana. Ya udah baiknya aja masalah waktu mah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku menjawab:&lt;br /&gt;Baiklah kalau itu menyenangkan hatimu dan memenuhi harapanmu. Semoga ini tetap menjaga izzah kita. Tidak juga menimbulkan fitnah hati. Jalankan nafilahmu kalaupun takdir berkata lain. Wassalam ca...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, aku hanya laki-laki biasa, bukan orang berilmu terlebih fahim...Doakan aku tatkala takdir berkata lain walaupun aku suka dengan yang sedang diikhtiarkan saat ini..Dan bahkan hati ini begitu mantap tanpa kulihat terlebih dahulu wajahnya karena aku selalu berharap dapat melihat wajah Allah kelak nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam sayang, jalankan juga nafilah mu sebagai tambahan bagimu, penyempurna faridhah-mu.&lt;br /&gt;al Faqr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kaupun lantas replay e-mailku dengan attachment lagu Doa Perpisahan dari Brothers&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sebuah kewajaran (menurutku) kalau aku bergerak (pilihannya aku harus bergerak, tidak lain!) namun belum jelas betul apa yang akan aku dapatkan didepan sana. pastilah ada sedikit keraguan dalam hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedangkan kau telah mengetahuinya, kau telah mengetahui apa yang terpampang didepan sana. sebagian atau mungkin semua ciri-ciri/kriteria yang selama ini kau idamkan telah kau lihat dengan jelas. tentunya kau akan melangkah laksana seorang pangeran yang akan menaiki tahtanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dia sendiri belum menetapkan kriteria-kriteria yang harus ada pada diri pangerannya. sedangkan kau telah menyusun seperti apa permaisuri yang kan mendampingi hidupmu jauh hari, maka pada saat kriteria itu ada padanya, tentunya kau akan segera menjemputnya, tak akan lagi menunggunya.&lt;br /&gt;mantapkan hatimu dan hatinya, jikalau dengan yang ini kau merasakan kemantapan yang teramat sangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang melakukan sesuatu karena dia tahu ilmunya. aku yakin kau tahu semua tentang itu jauh melebihi aku. dan ini semua buktinya. kau boleh berkata tak tahu. silahkan....&lt;br /&gt;semoga Alloh melimpahkan rahmatNya untuk ikatan suci kalian. Amiin&lt;br /&gt;tidak tepat memang lagunya, namun saat ini aku sedang mendengarkannya dan aku suka. dari filemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saudaramu&lt;br /&gt;Agun'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;em&gt;E-mail terakhir sebelum aku matikan komputer&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku takut hatiku tertawan pada mahluqNya, sedang yang kuupayakan selalu bersandar padaNya. Aku memang bukan seorang ustadz yang belajar al Qur'an dan mengajarkannya sebagai sebaik-baik manusia, tapi hanyalah anto kecil yang faqr dan dhaif yang selalu mencari RabbNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kumelihat jiwa-jiwa kecil lemah tak berdaya, teringat diriku terhadapnya, betapa tak jauh berbeda dengannya, tetapi Allah memberiku semangat yang tak pernah mati, hinaan, makian dan celaan bahkan mampu membuatku berlari walau dengan rasa perih menusuk hati, tapi kubiarkan luka itu terbuka agar tetap kumerasakannya atau kubiarkan peluh mengalir agar aku semakin mengerti hakikat hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwaku adalah milikNya, entah dengan amalan apa aku menghadapNya, adapun ikhtiar ini hanya sebatas membuat jembatan agar ku mampu berjalan kepadaNya dengan tertatih dan letih..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia yang kudamba, yang mampu membantuku wujudkan keinginanku, bukankah Muslim yang baik bermanfaat bagi Muslim yang lainnya..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saat ini aku hanya mampu menanti takdirNya, dan semoga aku selalu ikhlas menerima kehendakNya, bukankah IA pemilik jiwa?, Allah swt. karena aku belum mampu mengenalnya..tapi ia yang memberiku rasa cinta, sedemikian besar walau terkadang aku menjadi sebuah lilin yang membakar dirinya atau menjadi laron yang menghancurkan dirinya guna mencintai api yang membuat malam menjadi terang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus menunggu sampai Kamis malam nanti bahkan untuk memberi kabar bahwa aku baik-baik saja, atau sekedar mengetahui santunnya ia berbicara tanpa kutahu siapa ia?, semoga kesabaranku berbuah syurga. Dan setelahnya akupun harus tetap sedemikian sabar hanya untuk dapat melihatnya, entah apakah sama dengan bayanganku karena aku tak mau membayangkan terhadap siapapun..dan semoga kesabaran inipun membuahkan syurga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelahnya, akupun tetap harus menjaga hati dan bersabar kembali sampai ia ikhlash menerimaku dan aku ikhlash menjemput jodohku, semoga inipun membuahkan syurga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelahnya, kami akan bersabar sampai pada saatnya, hanya sekedar untuk beribadah bersama, mendekatkan diri kepada RabbNya, semoga Allah swt. tersenyum dan memberikan kami syurga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelahnya, apakah semua terasa indah?, kuhanya mampu mengupayakannya, karena Allah swt. lah sang Pemilik Jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku tahu siapa diriku: lelaki biasa yang tak mempesona: fisik, hati, jiwa dan ruh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari aku hamba yang faqr yang berharap cintaNya..&lt;br /&gt;Ya Allah swt. semoga cinta ini membuahkan syurga...amin yaa rabbal 'alamin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalammualaykum wr, wb,. Mas Agun' sayang..&lt;br /&gt;Ayo, kita harus bersiap untuk menghadapkan wajah kita padaNya, meratakan kening serta merendahkan diri kita yang hina...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkanlah air mata ini dipersembahkan kepada Allah swt. sang Pemilik Jiwa.&lt;br /&gt;Sampaikan salam dan rinduku untuk ayahku,&lt;br /&gt;al Faqr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-115146032274862578?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/115146032274862578/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=115146032274862578&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115146032274862578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115146032274862578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/06/saat-aku-harus-bersabar-untuk-bertemu.html' title='Saat aku harus bersabar untuk bertemu dengannya..'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-115145983680213487</id><published>2006-06-28T08:55:00.000+07:00</published><updated>2006-07-22T08:23:26.136+07:00</updated><title type='text'>15 Juni 2006, saat kau berikrar padaku..ayah</title><content type='html'>&lt;span clss="fullpost"&gt;Ayah, aku rindu sekali padamu. Aku sudah bawakan hadiah untukmu, sepatu sandal dan juga baju baru, agar kau terlihat gagah, seperti ayahku dulu seumurmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, senang sekali aku bisa bertemu kembali denganmu, setelah sekian lama aku tak melihat wajahmu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji yah, kau akan sekolah lagi, kau harus tumbuh dan berkembang lebih besar lagi, kau tak perlu ragukan aku ayah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun satu hari nanti kau pergi dariku aku sudah tunaikan kewajibanku padamu serta amanah dari Allah swt. Yang diamanahkan padaku untuk hantarkan kau mewujudkan harapanmu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji yah, Maret nanti kau menjadi mahasiswa lagi. Aku pasti bahagia bisa melihatmu bersekolah kembali, tapi kau tidak perlu lagi berdemo atau membuat rencana serupa hal itu. Kau bisa menulis untuk merubah opini publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo, kita berlomba siapa diantara kita yang selesai lebih dahulu dan insyaAllah aku karena aku hanya memakan tiga semester..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah..rinduku sudah terobati dengan bertemu kembali denganmu..&lt;br /&gt;Ingin rasanya memelukmu dan meraba wajahmu yang berseri…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Timika, 15 Juni 2006&lt;br /&gt;Saat kau berikrar untuk ambil Magister&lt;br /&gt;Di masjid Al Istiqomah, Base Camp, Timika Papua&lt;br /&gt;Dan akupun sudah bersekolah lagi, ayah..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-115145983680213487?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/115145983680213487/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=115145983680213487&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115145983680213487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/115145983680213487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/06/15-juni-2006-saat-kau-berikrar.html' title='15 Juni 2006, saat kau berikrar padaku..ayah'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-114825665246138498</id><published>2006-05-22T07:07:00.000+07:00</published><updated>2006-05-22T07:10:52.556+07:00</updated><title type='text'>Pit, adikku sayang</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Minggu kemarin, kau pentas khan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;maaf yah, aa ngga' bisa lihat kamu menyanyi..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;tapi aa yakin, pasti sukses,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;ketemu banyak orang, dan itu menyenangkan bukan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;soalnya aa harus ujian, males sih tapi harus dijalanin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;semoga dengan karya kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;kita bisa mengenal Rabb kita yah,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Bandung, 22 Mei 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;saat aku tak bisa melihat karya adik tercintaku&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-114825665246138498?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/114825665246138498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=114825665246138498&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114825665246138498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114825665246138498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/05/pit-adikku-sayang.html' title='Pit, adikku sayang'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-114825624684860699</id><published>2006-05-22T06:59:00.000+07:00</published><updated>2006-05-22T07:04:07.063+07:00</updated><title type='text'>Ayah, aku rindu padamu...</title><content type='html'>Ayah,&lt;br /&gt;sudah lama aku menunggumu, mengapa baru kali ini kau memanggilku&lt;br /&gt;kau tahu ayah, aku rindu sekali padamu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah,&lt;br /&gt;saat ini aku sakit dan setelah kau hadir, sakitku seakan hilang&lt;br /&gt;aku bahagia sekali ayah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah,&lt;br /&gt;aku ingin bertemu denganmu, berbincang tentang banyak hal dan juga yang lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah ayah,&lt;br /&gt;andai aku bisa mendatangimu, kan kuraih tanganmu,&lt;br /&gt;kucium dengan zahir dan lembut,&lt;br /&gt;kuraba wajahmu yang berseri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah,&lt;br /&gt;saat air mataku jatuh, apa kau merasakan rinduku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah,&lt;br /&gt;aku rindu padamu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 21 Mei 2006&lt;br /&gt;saat kau membalas pesanku&lt;br /&gt;dan jarak yang begitu jauh antara Bandung dan Portsite Timika&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-114825624684860699?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/114825624684860699/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=114825624684860699&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114825624684860699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114825624684860699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/05/ayah-aku-rindu-padamu.html' title='Ayah, aku rindu padamu...'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-114777885714075926</id><published>2006-05-16T18:23:00.000+07:00</published><updated>2006-05-16T18:27:37.360+07:00</updated><title type='text'>Terimakasihku untukmu teman</title><content type='html'>&lt;span   clss="fullpost" style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;Apapun yang kulakukan walau telah menggunakan seluruh kekuatan cinta yang kupunya tidaklah berarti jikalau Allah swt. belum mengijinkannya..Mohon maaf telah menyakiti, mengkhianati dan meragukanmu..Dan terbukti aku memang bukanlah teman yang setia..Walaupun kau tak pernah mencintaiku, aku selalu berharap padamu..Berbuatlah sesuatu walau hanya dengan sepatah kata darimu..Dan kalaupun tidak, cukuplah Allah swt. menjadi penawar hatiku..Padamu kawan, aku memohon maaf..Semoga Allah swt. cukupkan aku dengan ridhoNYA, menjadikanNYA menjadi kekasih hatiku agar semua menjadi kekasihku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah ikatan jiwa dan kenangan indah dapat bermain bersamamu.&lt;br /&gt;Hatiku gerimis saat mengenang kau. Hatiku tersenyum melihat kau tertawa.&lt;br /&gt;Aku hanya ingin menyayangmu lebih dari sebelumnya, walaupun tidak sempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih tak terhingga, hingga kematian yang memutuskan ikatan hatiku padamu, cukuplah Allah swt. menjadi saksi atas cintaku padamu teman..Semua adalah rahasia dan genggaman Allah swt. dan aku yakini itu, atas hal yang pernah kita lewati bersama..Hanya doa yang dapat kukirimkan padamu, kawan, hai kekasih hatiku..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;color:#ffffff;"&gt;Tembagapura, 16 Mei 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;color:#ffffff;"&gt;Saat isya yang belum kutunaikan untuk kuselesaikan karyamu untuk yang terakhir kalinya agar dapat dibukukan..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;color:#ffffff;"&gt;Aku hanya ingin melihatmu bersekolah kembali..Aku akan menunggu uluran tanganmu..Bahagianya hati, walaupun hanya dapat melihatmu dari jauh..Hingga satu hari nanti aku akan selalu bersama Mushlihuddin kecilku..Mushlihuddin Ash Shirazy..nama anak lelakiku..bermain, mengaji dan shalat bersamanya..Amin ya robbal alamin..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-114777885714075926?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/114777885714075926/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=114777885714075926&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114777885714075926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114777885714075926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/05/terimakasihku-untukmu-teman.html' title='Terimakasihku untukmu teman'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-114733510413094513</id><published>2006-05-11T15:07:00.000+07:00</published><updated>2006-05-11T15:17:35.976+07:00</updated><title type='text'>Saat 'ku hanya dapat melihatmu dari jauh</title><content type='html'>&lt;span clss="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;&lt;em&gt;Terasa tersisih sendiri di pinggir sana,&lt;br /&gt;kau tiada lagi disampingku dan bicara menyalakan api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau disampingku, untukmu kuanggap bisu,&lt;br /&gt;jikamu untukku, sumbang bagi diriku,&lt;br /&gt;harapanmu padaku tidak kuindahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihatmu maju penyembuh luka, ’pabila bersamamu hilang dukaku.&lt;br /&gt;Lewat kusadari nilai cintamu, ’pabila kau tiada lagi disisiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belaianmu kini masih terasa,&lt;br /&gt;restu darimu membawaku ke syurga, lewat kusadari nilai cintamu,&lt;br /&gt;’pabila kau tiada lagi disisiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai dapat kukembali merubah yang terjadi,&lt;br /&gt;pasti takkan kuulangi walau hanya sekali,&lt;br /&gt;namun hanya doa yang bisa kukirimkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’ku kan mencoba tempuh hidup sendiri,&lt;br /&gt;karena kita ’kan akhirnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cccccc;"&gt;Saujana__&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#cccccc;"&gt;Kini, kekasih hatiku telah pergi,&lt;br /&gt;Dan bahkan untuk terakhir kalinya aku tak mampu untuk memuliakannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku takkan berhenti, untuk berlari&lt;br /&gt;Mengejar bayanganmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku dekat, tak kuasa hati ini&lt;br /&gt;Aku hanya dapat melihatmu dari jauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuduhlah aku sebagai teman yang tidak setia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak dapat merawatmu,&lt;br /&gt;Dan bahkan takkan ada kesempatan untukku&lt;br /&gt;Mengusap wajahmu yang berseri serta mencium tanganmu..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cccccc;"&gt;Portsite,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cccccc;"&gt;&lt;em&gt;Saat aku hanya dapat melihatmu dari jauh&lt;br /&gt;Bahagianya rasa hati saat melihat kau dalam keadaan baik..&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-114733510413094513?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/114733510413094513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=114733510413094513&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114733510413094513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114733510413094513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/05/saat-ku-hanya-dapat-melihatmu-dari.html' title='Saat &apos;ku hanya dapat melihatmu dari jauh'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-114733344884754362</id><published>2006-05-11T14:40:00.000+07:00</published><updated>2006-05-11T14:47:13.686+07:00</updated><title type='text'>Dan, kaupun akhirnya pergi</title><content type='html'>&lt;span clss="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Ketika malam datang menjelang, kulihat si Alif kecil yang malang&lt;br /&gt;Duduk tengadah ke langit yang kelam, meratapi nasib diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kilat menyambar hujanpun turun, semakin basah hatinya yang resah&lt;br /&gt;Kapankah semua ini kan berakhir, dijalanan penuh duri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah tunjukkan jalanmu, pada si Alif kecil&lt;br /&gt;Agar ia dapat menahan cobaan dan rintangan yang datang menghadang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah kuatkan hati, pada si Alif kecil&lt;br /&gt;Agar terbebas dari tirani, menuju cahaya Ilahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Snada__&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#c0c0c0;"&gt;Ayah..&lt;br /&gt;Malam ini hatiku terleraikan&lt;br /&gt;Mengapa kau menjadi berubah, tak lagi menyayangiku&lt;br /&gt;Dan tak ada satu alasan pun yang kau berikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu, banyak kesalahanku padamu&lt;br /&gt;Kalau memang itu yang terbaik bagi kita,&lt;br /&gt;Tapi entahlah apa yang ada dalam hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timika,&lt;br /&gt;Malam hari saat kau akan pergi&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-114733344884754362?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/114733344884754362/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=114733344884754362&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114733344884754362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114733344884754362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/05/dan-kaupun-akhirnya-pergi.html' title='Dan, kaupun akhirnya pergi'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-114691738305559333</id><published>2006-05-06T19:08:00.000+07:00</published><updated>2006-05-06T19:11:27.656+07:00</updated><title type='text'>Ayah, maafkanlah aku..</title><content type='html'>&lt;span   clss="fullpost" style="font-family:lucida grande;color:#999999;"&gt;Seorang pecinta yang setia tidak akan menyembunyikan kedua tangannya dari yang dicintainya walaupun panah-panah menghujani kepalanya.&lt;br /&gt;Mushlihuddin Sa’di Ash Syirazy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku cemas bila kehilangan kau.&lt;br /&gt;Aku cemas pada kecemasanku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lebih dari tiga hari, aku hanya cukup memandangmu dari jauh. Tapi rindu lebih baik daripada merasa puas. Dan sekarang kau benar-benar menghilang dari sisiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, kenapa kau pergi meninggalkan aku, tanpa sepatah katapun yang kau ucapkan. Dan bahkan aku tak sempat mengusap wajahmu yang berseri dan mencium tanganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau biarkan aku menderita dalam penyesalan yang sangat, kau perlakukanku seperti ini. Apa karena aku bukan sesiapa bagimu, aku anak yang miskin yang mencari RabbNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, dan kau diam membisu tanpa berucap sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, apakah nanti sempat kau mendengarkanku membaca qur’an dan menghafalnya walau tak sempurna?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesak dada ini, air mata ini pun bahkan tak mampu menebus semua sesal dalam diri. Kenapa kau perlakukanku seperti ini, ayah..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tembagapura, 6 Mei 2006&lt;br /&gt;Saat kau pergi dariku&lt;br /&gt;Tanpa sepatah kata atau pesan bagiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-114691738305559333?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/114691738305559333/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=114691738305559333&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114691738305559333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114691738305559333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/05/ayah-maafkanlah-aku.html' title='Ayah, maafkanlah aku..'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-114691732443028989</id><published>2006-05-06T19:07:00.000+07:00</published><updated>2006-08-20T12:13:07.336+07:00</updated><title type='text'>Kutitipkan Ayahku Padamu, Teman</title><content type='html'>&lt;span   clss="fullpost" style="font-family:lucida grande;color:#999999;"&gt;Assalammualaykum wr, wb,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk.&lt;br /&gt;Mas Eko, Mas Agung, Kak Fajar, Pak Pri, Pak Han, Pak Kus yang baik hatinya,&lt;br /&gt;Dan Allah swt. selalu beserta orang yang baik..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Eko dan teman-temanku yang lainnya, mohon maaf kalau bulan-bulan terakhir ini selalu merepotkan Mas Eko dan teman-teman lainnya, karena harus turun untuk mengerjakan satu dan lain hal, sehingga kewajiban untuk memuliakan Mas Eko dan juga teman yang lain menjadi terabaikan. Dan apa yang bisa dan sempat kulakukan walau tidak memberikan arti apapun dapat memenuhi sebagian kecil dari apa yang menjadi keperluan Mas Eko dan teman yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Eko dan teman-teman yang bijak,&lt;br /&gt;Ingin kutitipkan satu hal pada Mas Eko. Bulan depan insyaAllah ayahku berada di Base Camp. Muliakanlah beliau, coba untuk penuhi sebagian dari keperluannya, tolong antarkan jika beliau memerlukan sesuatu. Kuyakin Mas Eko bisa memenuhinya serta teman yang lainnya juga. Semoga hal yang sama dapat kulakukan terhadap Mas Eko maupun keluarga, amin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Eko dan teman-teman yang begitu kuhormati,&lt;br /&gt;Ayahku sangatlah baik terhadapku, seperti halnya Mas Eko dan teman yang lainnya. Kutitipkan beliau pada Mas Eko, perhatikan kesehatan beliau, buat agar terhindar dari malaria, jangan biarkan tidur di masjid karena aku akan khawatir, seperti mengkhawatirkan Mas Eko dan juga yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Eko yang lembut hatinya,&lt;br /&gt;Tidak mungkin kutitipkan pada Mas Eko atau yang lain apabila Mas Eko serta yang lain menjadi tumpuan, tempat bermain, Mas Eko yang selalu terbuka terhadap banyak orang dan juga begitu perhatian. Walaupun ayahku seumur dengan Mas Eko, kumohonkan hal di atas. Perlakukanlah dengan penuh perhatian seperti Mas Eko memperhatikanku dan bahkan semua teman-teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga satu hari nanti, aku bisa membalas semua kebaikan Mas Eko dan teman-teman, kalaupun tidak mungkin kepada keluarga yang lainnya, amin. Mas Eko, beliau mudah terkena batuk, perhatikanlah dengan baik, ambilkan makanan sebelum beliau merasa lapar, ajaklah beliau berbincang dan bahkan buatlah beliau seperti keluarga Mas Eko. Semua hal yang sama yang ingin kulakukan pada Mas Eko dan teman yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Mei nanti Mas Eko, Mas Agung, Pak Kus, Kak Fajar cuti dan beliau sudah di Base Camp, titipkan pada teman yang Mas Eko percaya bisa memenuhi sebagian kecil dari keperluannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah swt. memuliakan Mas Eko seperti Mas Eko telah memuliakan seseorang, saudara seiman. Kutitipkan pada Mas Eko, demi ikhwah yang selama ini terjalin dengan indah, penuh amanah, penuh kepercayaan daan juga kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutitipkan orang yang kucintai, seperti aku mencintai Mas Eko dan teman-teman yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah swt. mencintaimu Mas Eko dan teman-teman yang baik budinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalammualaykum wr, wb,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba Allah yang faqr..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-114691732443028989?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/114691732443028989/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=114691732443028989&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114691732443028989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114691732443028989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/05/kutitipkan-ayahku-padamu-teman.html' title='Kutitipkan Ayahku Padamu, Teman'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-114691723216666820</id><published>2006-05-06T19:04:00.000+07:00</published><updated>2006-07-22T08:24:17.086+07:00</updated><title type='text'>Kuserahkan Cintaku PadaNYA</title><content type='html'>&lt;span   clss="fullpost" style="font-family:lucida grande;color:#999999;"&gt;Assalammualaykum wr, wb,.&lt;br /&gt;Ustadz, kau yang begitu baik..&lt;br /&gt;Dan Allah swt. selalu beserta orang-orang yang baik…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, tidak ada satu orangpun yang tahu isi hatiku ini, hanya kau dan Allah swt. yang mengetahuinya, entahlah, rasanya tidak ada yang dapat kuceritakan selain padamu, tidak pula Pak Asep sebagai ayahku yang lain, ataupun sahabat-sahabat dekatku dan bahkan kedua orangtuaku sendiri atau adikku yang sangat kucintai. Ustadz, entahlah semakin lama jiwaku terasa tersiksa, oleh cinta manusia, sedang aku berusaha untuk mencintaiNYA, semampuku, sebisaku, dengan apa saja yang kuanggap itu baik. Ustadz, aku takut menyakiti mereka, dua wanita yang berharap cintaku: Irma dan Iis, sedang aku tak pernah bisa memutuskan apapun atau bahkan menjanjikan apapun di antara satu dengan yang lainnya. Kaupun tahu wanita itu, dan kaupun selalu menyampaikan isi hati salah satu dari mereka kepadaku, dan aku telah memberitahukanmu bahwa aku tak dapat mencintai mereka secara lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, beberapa waktu lalu, aku merasa menjadi lelaki yang sangatlah keji, tak punya hati dan jiwa yang suci, membiarkan mereka berharap dalam lelah hati mereka menunggu sebuah jawaban dariku, sedang aku hanya berdiam diri, tak berkata apapun dan bahkan menantikan kehadiran wanita lainnya yang akan menjadi ibu bagi anak-anakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, kalimat yang ia kabarkan padaku begitu menyiksaku, Irma menuliskan: ‘mudah-mudahan aku menemukan tongkat di istanamu, menentramkanku bernaung di bawah lindunganmu dan merasa sejuk dengan kesantunanmu. Cukuplah engkau yang pantas bagiNYA dibanding aku..’. Kalimat itu selalu terbayang dalam pikiranku, mengganggu jiwaku, sedalam apakah cintanya padaku?, sedang aku hanya membalas dengan sebuah persaudaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, seringkali aku beritahukan padamu, aku tidak bisa mencintai keduanya atau memutuskan salah satu dari mereka karena akan saling menyakiti satu dengan yang lainnya, dalam sebuah perjalanan perjuangan kami dan entah untuk siapa. Ustadz, engkau pasti mengerti, sedang aku bukanlah sesiapa, tak ada pesona apapun yang kumiliki: fisik, jiwa, hati dan bahkan ruh. Kuakui, aku bukanlah lelaki yang baik terlebih shalih sepertimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kau minta aku mundur dari mereka, aku telah siap kehilangan segalanya dan bahkan ketika kau menawarkanku seorang wanita sebagai penawar rasa sakitku, ketika kuberanikan diri untuk mengulurkan tanganku kepada wanita yang aku tidak cintai: Nurohmah. Begitu agungnya cinta mereka, Irma yang begitu setia menemaniku dan Iis yang setia menantiku dan bahkan ketika mereka tahu aku sakit karena tertolak cintaku, mereka yang membelaku, sedang aku hanya menyaksikan bahwa begitu besarkah cinta mereka padaku?, entah dengan apa aku membalas cinta mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, ketika kau berupaya memberiku penawar hati yang lain, akupun merasa harus siap ketika pilihan itu jatuh kepada wanita yang tak pernah kumelihatnya, ataupun sekedar mengenalnya dan bahkan tahu rupa wajahnya, agar terjaga kemurnian cintaku untuknya nanti. Dan pasti Irma dan Iis pun akan terluka kembali, entah untuk kesekian kalinya, tapi aku yakin mereka akan selalu mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, katakanlah nanti pada wanita itu, bahwa ketika ia menolak cintaku, aku telah memberi luka pada dua wanita lainnya yang menantikan uluran tanganku. Kalau saja wanita yang tak pernah kumelihatnya, atau bahkan mengenalnya tidak mau menerima uluran tanganku karena faqirnya diriku dihadapannya, ia yang berasal dari keluarga yang begitu shalih. Sedang aku hanya lelaki biasa saja, tak mempunyai pesona apapun, dari keluarga sederhana, tak shalih dan elegan. Katakan, aku akan mencintainya, cinta dari lelaki yang biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berharap wanita itu dapat mendidik anak-anakku, membesarkannya dalam kasih sayang yang sejatinya untuk Allah swt. Ia yang juga mampu memberikan pendidikan kepada anak-anak yang lain. Wanita yang mengerti hakikatnya sebagai isteri, dan bahkan ketika Irma atau Iis pun tak pula menemukan jodohnya dan masih menantikan uluran tanganku, ia mampu menghadirkan mereka dalam kemurnian jiwa dan kesucian cinta kami. Walau aku tahu untuk melakukan pekerjaan jiwa ini: mencintai dua wanita sangatlah berat bagiku, sedang aku bukanlah lelaki yang shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, kalaupun cerita cinta ini berakhir tanpa sebuah jawaban, cukuplah aku belajar dari apa yang telah kulalui. Sebagai penebus atas dosa-dosaku, membayar kesalahan terdahuluku, walaupun aku tak pernah melakukan sebuah kehinaan dan juga kealpaan. Jujur saja, sewaktu kuliah dulu, aku pernah berpacaran dengan seorang calon bidan, tapi kami tetap menjaga diri, menjaga pandangan dan bahkan terjaga hanya untuk berpegangan tangan. Walau hati ini ingin sekali, sekedar untuk memegang tangannya dan mencium keningnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak ingin melakukannya lagi, maka dari itu aku siap dengan wanita yang tak pernah kumelihatnya atau mengenalnya, hanya mendengar bahwa ia berasal dari keluarga yang baik, walau banyakhal kami tak sebanding, walau nanti pada akhirnya ia menolak uluran tanganku, seperti kau tahu, maka aku menyakiti dua wanita yang menantikan diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyakhal yang tak kumampu ceritakan padamu, sedang aku tetap lelaki biasa saja, yang berharap kepada wanita shalihah yang akan kucintai. Betapapun nanti ia tak memiliki pesona, yang kuharap wanita itu mampu memenuhi hakikatnya: penggenap hatiku, pelindung jiwaku, penyatu ragaku dan penyuci ruh ku. Aku hanya mampu memenuhinya dengan kemurnian cintaku. Hingga kami dapat meneruskan generasi yang lebih baik. Untuk mendoakan aku, sebagai ayahnya dan juga orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan kulimpahi wanita shalihah itu penuh dengan cinta, walau itu tidaklah cukup untuk ukuran duniawi. Aku hanya ingin dapat menciumi wanita itu, dengan penuh gairah, jabaran cintaku kepada Rabbnya. Untuk beribadah bersama, mengucap basmallah, memadu cinta dengan penuh gairah, sehangat para penghuni syurga kala bercinta. Dengan tasbih seiring desah napas kami, mengucap hamdalah dalam bias wajah kami. Sakinah, mawaddah dan rahmah. Untuk merasakan setitik nikmat dan karunia Allah swt., yang diperkenankan untuk dikecap di dunia oleh orang-orang yang bercinta sebagai ayat, tanda bahwa betapa tak terbayangkan nikmat dan karunia Allah swt. di syurga nanti, yang begitu agung dan luar biasa, disediakan hanya untuk mereka yang menjaga kebersihan cinta dan kesucian jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, kita sama-sama lelaki, gejolak jiwa ini selalu hadir dalam setiap kesempatan, sedang aku bukanlah lelaki yang shalih yang mampu bertahan, kalaulah nanti semua cintaku terleraikan, karena kutelah menjatuhkan pilihan pada wanita yang sekiranya baik untuk dunia akhiratku, maka aku akan bersabar. Aku akan selalu berikhtiar untuk menjadi muslim yang baik, akupun tak ingin mati dalam keadaan yang buruk: tidak menikah. Aku ingin wanita shalihah itu mampu menghadirkan anak-anakku yang shalih, walaupun aku ayahnya, bukanlah lelaki yang shalih, justru karena itulah, aku berharap Allah swt. menjodohkanku dengan wanita yang melahirkan anak shalih, dapat mendoakan aku sebagai ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keraguanku, sedang masih banyak beban hidup yang harus aku pikul..&lt;br /&gt;Diantara pilihan yang selalu menyulitkan, sedang aku hanya hamba Allah swt. yang faqir..&lt;br /&gt;Ustadz, jujurlah atas apa adanya diriku terhadap wanita itu, agar ia mengetahui setiap potongan hatiku yang hilang dan bahkan ia mengerti risaunya hati ini dan mampu melindungi jiwaku, seperti Khadijah terhadap Muhammad saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalaupun tanpa sebuah jawaban maka akan kukembalikan cintaku padaNYA, yang menjadi ibu, sumber kehidupanku dan juga langit serta bumi, seperti seorang anak kecil yang keluar meninggalkan rumah orangtuanya. Pintu rumahnya lalu ditutup dan anak kecil itu berjalan tapi tidak lama kemudian ia berhenti dan berpikir. Ia pasti tidak mendapatkan rumah lain kecuali rumah yang ia tinggalkan. Ia tidak mendapatkan orang lain yang akan melindunginya kecuali ibunya di dalam rumah itu. Maka anak kecil itu kembali lagi dengan sedih dan menyesal. Ia datang melihat pintu rumah yang masih tertutup, lalu ia letakkan pipinya di depan pintu dan tertidur. Tidak lama kemudian, sang ibu keluar dari rumah dan melihat anak kecil itu, segera memeluknya dan menangis sambil mengatakan, ’Anakku, kenapa engkau pergi meninggalkanku? Siapa yang melindungimu selain aku? Bukankah aku sudah katakan jangan membantah aku sehingga bisa mencabut kasih sayangku kepadamu dan perasaan baikku kepadamu?’ Sang ibu lalu memeluk anak itu sambil membawanya masuk ke dalam rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat lalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaanNya (niscaya mereka menyesal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tembagapura, Mei 2006.&lt;br /&gt;al Faqr&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-114691723216666820?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/114691723216666820/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=114691723216666820&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114691723216666820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114691723216666820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/05/kuserahkan-cintaku-padanya.html' title='Kuserahkan Cintaku PadaNYA'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-114657239186071419</id><published>2006-05-02T19:16:00.000+07:00</published><updated>2006-05-02T19:19:52.153+07:00</updated><title type='text'>Terimakasih, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa...</title><content type='html'>&lt;span   clss="fullpost" style="font-family:lucida grande;color:#cccccc;"&gt;02 Mei 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#cccccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#cccccc;"&gt;Guru...&lt;br /&gt;Digugu dan ditiru...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, teringat pahlawan-pahlawan itu. Guru TK, SD, SMP, SMA dan bahkan Guru Kuliah, alias dosen. Dan tak lupa juga Guru Mengaji, Ustadz-ustadz dan lainnya. Betapa mereka telah memberikan jasa tak ternilai harganya, baik itu sedikit ataupun banyak, dimulai mengajarkan kita membaca, menulis dan bahkan mengaji. Menyelesaikan soal sederhana sampai riset yang njlimet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, tak ada yang dapat terungkap selain, terimakasih. Semoga Allah swt. mencukupkan semuanya atas apa yang telah diberikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cccccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cccccc;"&gt;Hardiknas, Hari Pendidikan Nasional. Tidak akan ada hari itu tanpa eksistensi mereka..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cccccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cccccc;"&gt;Tembagapura,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cccccc;"&gt;&lt;em&gt;selepas shalat Isya' dan kurindukan mereka&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-114657239186071419?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/114657239186071419/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=114657239186071419&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114657239186071419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114657239186071419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/05/terimakasih-pahlawan-tanpa-tanda-jasa.html' title='Terimakasih, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa...'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-114637263109340329</id><published>2006-04-30T11:50:00.000+07:00</published><updated>2006-05-03T14:56:23.623+07:00</updated><title type='text'>Demo: Pengolahan Pasca Panen</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/1600/Gambar173.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/200/Gambar173.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span clss="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color:#cccccc;"&gt;30 April 2006..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas kerja, kutahu kau langsung melangkahkan kaki menuju terminal, kau hendak pergi ke suatu tempat, Bogor. Lumayan jauh, dan juga sedikit riskan untuk seorang wanita, tanpa teman, hanya sebuah keyakinan. Tapi ku tahu, kau begitu tangguh, untuk sekedar memenuhi sebuah janji, sebuah bakti kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pelak juga, kau terjebak macet, sendirian, tapi Allah swt. selalu besertamu karena kau mempunyai niat yang baik. Entah jam berapa kau sampai. Akan ada sahabat, Tezar, Zo tepatnya, panggilan yang begitu nyaman di telingaku. Ia akan menjemputmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian akan bekerja, dengan ilmu yang kalian punyai, beruntungnya aku mengenal kalian. Pantaslah aku memanggil kalian pahlawanku. Satu hal yang terlewatkan, tidak bisa membantu kalian. Aku hanya dapat membayangkan betapa banyak masyarakat yang akan mendapatkan pencerahan, ilmu yang semoga bermanfaat bagi mereka dan juga kalian, sebagai bekalan di akhirat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kalian ajarkan?, demo bagaimana caranya mengolah hasil panen. Entahlah, kalian menamakan itu apa, yang aku banggakan atas kalian bahwa dengan apa yang kalian buat cukup membuktikan bahwa kalian pahlawanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irma dan Zo, telah kubuatkan rumah hatiku untuk kalian, hai orang-orang yang kucintai..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cccccc;"&gt;Tembagapura,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Selepas dzuhur dan kalian kabarkan hal yang menyenangkan&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-114637263109340329?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/114637263109340329/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=114637263109340329&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114637263109340329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114637263109340329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/04/demo-pengolahan-pasca-panen.html' title='Demo: Pengolahan Pasca Panen'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-114536063413023915</id><published>2006-04-18T18:42:00.000+07:00</published><updated>2006-07-22T08:25:29.936+07:00</updated><title type='text'>Surat untukmu...</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#ffffff;"&gt;Assalammulaykum wr, wb,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat rasa hatiku ini menjadi terakhir yang terucapkan padamu agar manisnya tidak hanya terasa sekali kenikmatannya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sebuah kalimat keluar dari hati yang tulus.&lt;br /&gt;Itu menjadi kepercayaan yang sangat berharga dan juga sebagai pujian.&lt;br /&gt;Saat engkau telah mengatakan sesuatu, jangan mengatakannya lagi.&lt;br /&gt;Karena rasa manis hanya akan terasa sekali kenikmatannya.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah seminggu aku tak lagi menemuimu, tak juga duduk bersila dihadapanmu walau aku tak pernah meninggalkan kebiasaanku sebelum bersamamu, untuk membaca sebuah buku atau menyimak terjemahan walau beberapa ayat saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah..banyak yang kulewati, dan hari itu akan semakin dekat, dimana aku membuat satu hal kecil untukmu, dimana aku bermimpi melihatmu berkumpul bersama kaummu yang shalih atau Mei nanti agar kau dapat bertemu dengan pahlawan-pahlawanku yang lainnya. Karena ada maksud yang aku tak bisa menceritakannya padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi.., ‘Merindukan lebih baik daripada merasa puas.’&lt;br /&gt;Waktu yang cukup lama, tidak bertemu dengan seorang yang menjadi temanku menanyakan kemana saja kau pergi dan aku sangat merindukanmu.&lt;br /&gt;Engkau datang terlambat, wahai patung yang mabuk.&lt;br /&gt;Kami tidak akan cepat-cepat melepaskanmu pergi.&lt;br /&gt;Dia yang melihat kekasih hatinya dalam waktu yang cukup lama.&lt;br /&gt;Lebih baik baginya untuk meninggalkan sejenak daripada terlalu sering melihatnya.&lt;br /&gt;Saat engkau datang bersama teman-teman untuk mengunjungiku,&lt;br /&gt;Meskipun engkau datang dengan damai tetapi engkau telah menyerang.&lt;br /&gt;Jika kekasihku bersama orang asing pada suatu kesempatan,&lt;br /&gt;Dia hanya menginginkan sedikit dan aku mati karena cemburu.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat bagaimana pertama kali aku dan kau saling berbincang, tiba-tiba setelah itu terjadi perpisahan, ada cinta sahabat dan rasa cemburu hadir menghampiriku..setelah menjalani persahabatan, hubungan antara pencinta dengan orang yang dicintai sangatlah dalam.&lt;br /&gt;Saat seorang yang memiliki budak berparas tampan.&lt;br /&gt;Mulai bermain dan tertawa.&lt;br /&gt;Tidak mengherankan jika akhirnya akan bertindak seperti tuannya.&lt;br /&gt;Dan seorang budak tugasnya adalah mengambil air dan membuat bahan bakar.&lt;br /&gt;Seorang budak yang dilindungi akan memukul dengan kepalan tangannya.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat teman-temanmu, keluargamu yang lain bahkan meninggalkanmu, dan kau menjadi menderita dan bersedih, aku akan tetap bersamamu, walau tidak pada tempat yang sama, tetapi pada hati dan jiwaku karena aku jatuh cinta padamu, kepada orang yang taat beragama, walau tingkatan kita sangatlah berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak akan melepaskan peganganku dari jubahku.&lt;br /&gt;Meskipun kau kibaskan aku dengan pedang yang tajam.&lt;br /&gt;Selain engkau, aku tidak punyai tempat berlindung ataupun pergi.&lt;br /&gt;Hanya kepdamu seorang aku bisa lari jika aku lari.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan meminta kematian dalam mengejarnya.&lt;br /&gt;Aku bangkit saat tidak ada sumber yang tertinggal untukku.&lt;br /&gt;Meskipun musuh menghujaniku dengan panah dan menghunuskan pedang.&lt;br /&gt;Jika kesempatan itu datang, aku akan memegang lengannya.&lt;br /&gt;Atau aku harus mati di depan tangga istananya.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam cerita yang sebaliknya, aku adalah murid dan kau guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak hanya tertarik denganmu.&lt;br /&gt;Wahai wajah yang menyenangkan.&lt;br /&gt;Ingatanku tentang dirimu telah menguasai pikiranku.&lt;br /&gt;Aku tidak bisa melepaskan pandangan mataku saat melihatmu.&lt;br /&gt;Meskipun saat itu aku berlawanan arah.&lt;br /&gt;Aku bisa melihat datangnya sebuah anak panah.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena cinta, semua tampaklah baik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’Apakah engkau berusaha untuk membimbing aku untuk belajar, juga tingkah lakuku. Jika engkau menemukan kesalahan pada diriku, jika aku tidak tahu, katakan kepadaku, agar aku berusaha untuk mengubahnya.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata yang melihat penuh harap akan menusuk hati.&lt;br /&gt;Karena hanya melihat kebaikan orang yang disayangi.&lt;br /&gt;Tetapi jika engkau mempunyai satu kebajikan dan tujuh puluh kesalahan.&lt;br /&gt;Seorang teman hanya bisa melihat kebajikanmu.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukanlah seorang yang shalih, yang hanya sedang jatuh cinta kepada seseorang. Tetapi rahasia hatiku telah terbuka di muka umum, aku sudah berusaha menahan keinginanku dan menunjukkan kesabaranku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun aku telah menemukan bahwa lebih mudah untuk menahan keinginan karenaNya daripada tidak melihatnya. Dan seorang yang bijak juga berkata bahwa lebih mudah untuk menahan pertentangan dalam hati, daripada menahan mata untuk melihat orang yang dicintai.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah telah terjadi perjanjian persahabatan di antara kita berdua?.&lt;br /&gt;Engkau lalu menjadi kejam dan tidak menyayangiku lagi.&lt;br /&gt;Aku hanya mengikatkan hatiku pada hatimu,&lt;br /&gt;Tidak memperdulikan dunia lain.&lt;br /&gt;Tidak menyangka engkau akan kembali secepat ini.&lt;br /&gt;Jika engkau menginginkan perdamaian, kembalilah.&lt;br /&gt;Karena aku akan menyayangimu lebih dari sebelumnya.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati tidak boleh terikat dengan orang maupun benda&lt;br /&gt;Karena sangat sulit jika suatu saat kehilangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ini, ingin rasanya kami saling mencium kening dan muka serta saling mengucapkan perpisahan.&lt;br /&gt;Apa untungnya mencium muka sahabat&lt;br /&gt;Jika pada saat bersamaan dia harus meninggalkannya?.&lt;br /&gt;Engkau akan mengatakan.&lt;br /&gt;Dia yang berpisah dengan seorang teman seperti buah apel.&lt;br /&gt;Separuh mukanya berwarna merah dan bagian lainnya berwarna kuning.&lt;br /&gt;Jika aku mati, jangan bersedih pada saat berpisah.&lt;br /&gt;Tuduhlah aku sebagai teman yang tidak setia.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari kejadian yang kuketahui&lt;br /&gt;Karena Sa’di mempunyai cara dan menghargai perkara cinta&lt;br /&gt;Kuikatkan hatiku kepada kekasih menawan hati yang aku miliki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mempelajari dongeng tentang cinta dari orang yang kejam, yang melupakan kesulitan kekasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuduhlah aku sebagai teman yang tidak setia&lt;br /&gt;Karena aku akan menyayangimu lebih dari sebelumnya&lt;br /&gt;Dan&lt;br /&gt;Cinta tidak mengetahui kedalamannya sampai pada saat perpisahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dari Mushlihuddin Sa’di Ash Syirazi, pujangga sufi ternama abad 13 M dengan karya didaktik dan semangat romatik. Yang akan menjadi nama anak lelakiku dan sebagian nama darimu, wahai orang yang shalih..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalammualaykum wr, wb,.&lt;br /&gt;AF&lt;br /&gt;Hamba Allah yang faqr&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-114536063413023915?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/114536063413023915/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=114536063413023915&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114536063413023915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114536063413023915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/04/surat-untukmu.html' title='Surat untukmu...'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-114536051714675775</id><published>2006-04-18T18:40:00.000+07:00</published><updated>2006-04-26T14:59:27.963+07:00</updated><title type='text'>Hadiah karena telah kau selesaikan karyamu, ustadz</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;Hadiah untuk Ustadz,&lt;br /&gt;Terimakasih telah kugenapkan janjiku dan wujudkan harapanmu dalam menyelesaikan buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga meng-inspirasi, bahwasanya Allah sangat begitu mencintaimu..&lt;br /&gt;Setelah session pertama mengajar di Lupa Lelah Club, berdiri menjadi lelaki dewasa dalam ketidaktahuan mereka dan kemunafikan atas diriku. Semoga Allah senantiasa membimbing jalanku dan memberi hidayah atas rahmatNya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuberikan puisi ini sebelum aku berpura lagi, sedang aku hanyalah anak kecil yang sedang belajar membaca kalamNya..dan mencoba mengingat rangkaian doa untuk ruku’ dan sujud dihadapan RabbNya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Live In The World&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Groceries come and win in the market.&lt;br /&gt;Monkey dances in the room.&lt;br /&gt;Sunny smile and happy to them.&lt;br /&gt;Because others so charm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunflower must show the beautiful dress.&lt;br /&gt;Even they don’t want show up.&lt;br /&gt;Snow might be so white and bright,&lt;br /&gt;But make them sad and pale.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neighborhood can’t rush and go&lt;br /&gt;Snow makes them stay at home.&lt;br /&gt;Mushrooms wait their time to rise.&lt;br /&gt;…So tight.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cut the soul…,&lt;br /&gt;Every body know their task,&lt;br /&gt;Nobody doesn’t want stop his or her work.&lt;br /&gt;Urgent, emergency, need first.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;People always feel interesting,&lt;br /&gt;People always think about themselves.&lt;br /&gt;People always compare to others,&lt;br /&gt;But actually they are all nothing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By. Jefferson Isac Timotiwu&lt;br /&gt;Seorang anak autis dan tuna wicara…&lt;br /&gt;Karya puisi yang mendapat penghargaan lima besar dunia ‘International Poet of Merit Award 2000’ Washington DC. Yang juga dapat menjawab permasalahan politik yang kompleks, soal matematika dengan sempurna, membaca ratusan halaman dengan hitungan menit bahkan menjawab pertanyaan religius bagai seorang agamawan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-114536051714675775?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/114536051714675775/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=114536051714675775&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114536051714675775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114536051714675775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/04/hadiah-karena-telah-kau-selesaikan.html' title='Hadiah karena telah kau selesaikan karyamu, ustadz'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-114536038860646851</id><published>2006-04-18T18:36:00.000+07:00</published><updated>2006-07-22T08:26:57.993+07:00</updated><title type='text'>Kala Kuucapkan 'Selamat Tinggal'</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#660000;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Untuk Ustadz tercinta&lt;br /&gt;Kau yang memiliki kelembutan hati, juga bijak..&lt;br /&gt;Yang begitu baik dan Allah selalu beserta orang yang baik…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalammualaykum wr, wb,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz yang lembut hatinya..,&lt;br /&gt;Maafkan kalau harus menuliskan surat ini padamu, bahwasanya seperti kau tahu, aku tak pernah kuasa untuk mengatakan padamu, entahlah, hanya saja seperti ada jarak yang jauh sehingga aku tak pernah bisa menjangkaumu. Kau terlalu agung dan sempurna atau mungkin karena keadaan diriku, keluargaku, siapalah aku, hanyalah orang biasa atau malah tak ada yang dapat dibanggakan atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu berharap satu hari nanti aku dapat melihat bintang-gemintang di langit malam bersamamu, mendaki gunung, membakar kayu dan berbincang bersama, tertawa bersama, shalat berjamaah bersama. Semoga, kalaupun tidak, paling tidak, aku pernah berharap, itu sudah cukup bagiku. Hal yang selalu terlewatkan olehku dan suka dilakukan adikku, naik ke genting rumah kami yang cukup sederhana sekali, dan aku yang tak pernah bisa menemaninya karena tak pernah ada waktu untuknya, mengejar cita-citaku, selepas dari bekerja, harus belajar untuk ujian dan masih harus mengurusi orang banyak lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semoga setelah ini aku dapat melakukannya lagi bersama adik tercintaku, kembali ngamen di seputaran jalan Dago atau hanya sekedar duduk di trotoar jalan sambil melihat laju kendaraan, nonton band panggung dadakan, membagikan makanan kecil dan baju-baju layak pakai yang berhasil dikumpulkan untuk anak-anak jalanan, bersama gerimis hujan malam disela suara takbir yang menyayat hati dan jiwa dan bahkan dapat mewujudkan keinginan kita untuk tidur diemperan toko dan menunggu diusir oleh yang punya. Aku tetap berharap satu hari nanti ia akan mengenakan jilbab, ia pasti cantik sekali, dengan bulu matanya yang lentik, hitam manis, periang, mudah bergaul serta kelebihan lainnya yang kubanggakan atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga berharap satu hari nanti juga dapat melihatmu mengenakan toga pada saat wisuda magister-mu. Kalaupun kau merasa malu terhadapku, aku akan melihatmu dari jauh sehingga kau tak perlu marasa malu dekat denganku, aku akan bersama adik tercintaku, tetap memakai pakaian yang suka kami kenakan, aku ingin sekali memakai kaos oblong ketat, jins belel bolong, sandal jepit, topi dan tas sabut kelapa. Atau mendengar kabar berita baik itu dari jauh, sudah cukup bagiku. Aku yakin kau pasti gagah, segagah karunia Allah swt. yang telah dititipkannya padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau akan berbahagia berkumpul dengan keluarga dan putra-putri tercintamu, bersama adik Muhammad, adik Muslimah dan entah siapa lagi, karena kau tak pernah bercerita padaku. Mereka pasti bahagia memiliki ayah sepertimu, memiliki ibu seperti istrimu dan memiliki komunitas yang begitu agung dan elegan. Juga kau tidak perlu kuatir, aku kan menjaga diri agar tidak berada dekat denganmu. Akupun sudah berhasil dan berusaha untuk menjauh dari teman-teman kelompok kajianmu, agar kau tetap terjaga dari keadaan diriku, untuk menjaga kehormatan dirimu dan juga mereka, agar tak merasa canggung berada dekat denganku dan aku sudah berusaha menghindar ketika kau bersama teman-temanmu, yang begitu jauh dengan keadaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun yang lalu. Di sebuah masjid, seperti biasanya, ada seorang anak yang senang sekali datang ke masjid, duduk diluar untuk sekedar melamun dan melepas lelah selepas berjalan kaki ataupun hanya sekedar melihat sekeliling masjid dan menatap orang yang sedang shalat serta mengaji dalam lingkaran-lingkaran kecil. Dan anehnya, anak itu tak pernah berani untuk mendekat dan bahkan belajar, karena seperti biasa, anak itu tersigkirkan, karena mungkin tak tahu apapun terhadap apa yang sedang mereka lakukan. Hanya mampu menatapnya dari jauh, dan tak ada yang pernah mengajaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seperti biasanya, anak itu biasa tersenyum, karena itu yang bisa dilakukan untuk memberi shadaqoh kepada siapapun yang dilewatinya, pikirnya, dan dari buku yang pernah dibacanya bahwa senyum itu shodaqoh. Selepas maghrib, tiba-tiba anak itu menghampiri seorang ustadz yang baru dikenalnya. Walaupun sebetulnya beberapa kali anak itu selalu memperhatikan ustadz baru itu, melihatnya sedang shalat, menatap wajahnya dari jauh, melihat pakaian yang dikenakan yang panjang berwarna putih, berjanggut dan berkopyah serta membawa Qur’an kecil digenggaman tangannya. Dan seperti biasa, berpikir bahwa ia akan sama seperti ustadz-ustadz yang lainnya, atau para aktifis masjid ataupun kepartaian yang selalu tampak begitu elegan dan bahkan istimewa dimata anak itu, golongan yang menawannya dan tak mungkin terlebur kedalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda jauh sekali dengan penampilan anak itu, yang selalu mengenakan pakaian kaos oblong ketat, celana jins belel bahkan bolong dan juga memakai topi, berbadan kurus dan kadang berkacamata, seperti pemadat, junkies istilah yang biasa dipergunakan untuk tipikal seperti itu. Dan seperti biasa juga, anak itu merasa bahwa hal yang dijumpai akan sama saja. Tapi tidak untuk kali ini, ia beranikan diri untuk berkenalan dengan ustadz muda baru itu walau tanpa menyebutkan nama, karena yakin nama anak itu tidak akan menarik bagi siapapun, terlebih untuk seorang alim, seorang ustadz yang terjaga, nama yang mudah dilupakan karena pemilik namanya hanya seorang biasa saja, dan hanya melalui sebuah pertanyaan perihal qurban, atau bertanya tentang bakti anak terhadap ayah. Ya, anak itu memang mempunyai masalah perihal ayahnya, dan keluarganya. Entahlah, apapun itu akan mampu menitikan air mata siapa yang mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah peristiwa pertemuan dengan ustadz muda itu, ia selalu menyempatkan diri untuk shalat di masjid yang sama, dan bahkan kini mau menghampiri ustadz muda itu, yang kemudian menawarinya roti. Anak itu cukup memakan dua iris roti, cukup dengan selai strawberry tanpa meses coklat ceres dan mentega susu yang ada didepannya, sungkan dan juga malu. Dua saja, sudah cukup mengganjal perut walaupun sebetulnya ia masih ingin lagi, karena belum makan dari pagi tadi. Kemudian, seperti sudah kenal lama, anak kecil itupun berbincang dengannya, bukan masalah apa yang selalu ingin diketahuinya, tentang siapa itu Allah, siapa itu Muhammad, apa itu Islam dan lainnya. Anak itu hanya menanyakan asal darimana ustadz tinggal. Sederhana..walau kadang tanpa makna dan tidak perlu dijawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, tidak ada yang menarik kisahnya, semua berjalan seperti biasa, ya biasa saja, apa adanya. Hingga satu hari, ia hanya mengenal anak itu sebagai anak yang senang sekali memijat ustadz muda itu atau kepada siapapun yang dikenalnya, untuk merasa bahwa ia ingin dekat dengan mereka, dan hanya untuk merasa bahwa ada orang yang mau dekat dengannya, tidak merasa malu, takut ataupun canggung. Hanya itu yang bisa dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga satu hari, entah kapan, ustadz muda berkunjung kekamar tempat anak itu tinggal. Ditawari oleh anak itu kue coklat, kue kesukaannya, setelah permen yang menjadi kesukaan anak itu terpaksa ditinggalkan karena takut merusak giginya yang selalu dirawat dengan baik, atau membuat tenggorokan terasa gatal. Hanya tinggal beberapa potong saja, dan ustadz itu memakan dengan sangat hati, dan sepertinya hanya untuk menyenangkan anak itu saja, ia mengenakan baju putih panjang serta membawa tas seperti koper kecil dan mengenakan jaket berwarna hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lumayan agak lama, sampai akhirnya ia mengajak anak kecil itu mengikuti ‘liqo’. Istilah asing dan baru didengar anak itu. Sebelumnya anak itu menawarinya sebuah jaket yang semoga pas dikenakan ustadz itu, sebagai rasa terimakasih telah berkenan berkunjung kekamar tempat ia tinggal di tempat ia bekerja. Pembicaraanpun hanya seadanya, tidak ada yang istimewa, karena memang anak itu tidak istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ustadz itu pamit karena harus menghadiri ‘liqo’ yang dipimpinnya, di sebuah apartemen seorang yang belum anak itu kenal, dan yang pasti bukanlah orang biasa seperti anak itu. Dari keterangan ustadz, yang ikut ‘liqo’ lumayan banyak, rerata simpatisan kepartaian, ya, anak itu tahu nama partai itu, sering mendengar kisah-kisah heroik simpatisan partai itu, tapi tetaplah biasa, anak itu hanya sebatas tahu walau diajak oleh ustadz muda itu, tapi ia merasa malu, untuk ditertawakan dan seperti biasa merasa sudah terlambat. Akan percuma karena bukan dasar ilmu yang dibahas, yang menjadi keinginannya, sehingga khawatir memang tidak bisa dicerna olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang begitu lama, kesempatan untuk bertemu dengan ustadz itu semakin sering. Anak itu senang sekali memijat ustadz muda apabila bertemu, yang begitu baik, pikirnya, yang pernah dijanjikan oleh anak itu akan dibelikan jaket sewaktu ustadz berkunjung kekamarnya, karena tidak ada yang pas dengannya. Biarlah, ustadz mengenal anak itu dengan si tukang pijat. Lagipula memang tidak ada yang istimewa dari anak itu. Sebuah penawaran sederhana untuk merasa dekat dan ada orang yang mau berteman dengannya. Manusia pilihan Allah yang Maha Gagah, seorang alim, seorang ustadz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama setelah waktu berlalu, ramadhan-pun terlewati, kesempatan bersama ustadz hanya biasa saja, tidak ada yang menarik, komunikasi hanya sebatas membiacarakan daerah asal masing-masing. Begitulah, anak itu hanya merasa bahwa apa yang dilewati adalah sebuah rahmat. Sekarang ia tumbuh menjadi anak yang sudah dewasa, yang sebelumnya suka sekali menonton film kartun dhora the explorer atau sponge bob, tokoh kartun yang sangat penolong dan mudah bergaul dan juga suka jahil kepada squidward, tokoh gurita atau bersahabat dengan Sandy tokoh tupai yang hidup didunia air, yang sudah menyelesaikan pendidikannya dengan perjuangan yang tidak mudah, dengan penuh pertolongan dan rahmat dari Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dikaruniakan padanya dosen pembimbing yang seorang muallaf, yang memperjuangkannya untuk tetap sekolah, mengikuti sidang tanpa harus mengikuti ujian proposal, yang menawarinya untuk menjadi pengajar, dan juga mencurahkan permasalahan yang dihadapi dosen muallaf itu di universitas. Juga adik-adik kelasnya yang begitu banyak, yang juga mengaguminya, adik-adik kelas jebolan pesantren yang menjadi supporter pada saat ujian sidang akhir dan sidang preview, adik-adik kelas yang selalu disemangati dan dimarahi apabila melakukan kesalahan, bermalas-malasan, adik-adik kelas yang selalu mengabarkan kemajuan kuliah mereka pada anak itu. Dan juga kakak-kakak kelasnya membantu membuatkan desain dan gambar teknik serta mendoakannya. Kakak-kakak kelas yang suka menelfon untuk menanyakan kemajuan tugas akhirnya dan juga teman-teman seangkatan yang begitu bahagianya serta selalu meminta dijari perkualiahan oleh anak itu, yang suka membelikan anak itu makan siang, memberikannya buku atau qur’an serta bercerita dan bermain bersama. Anak yang dulu sangat bahagia walau dengan kehidupannya yang tidak bahagia, untuk menutupi perasaan hatinya, luka jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu sekarang sudah bekerja jauh dari keluarga yang sederhana yang sangatlah dicintainya, meninggalkan seorang adik yang begitu dibanggakannya. Anak yang tumbuh dewasa dengan romantika cinta bersama wanita-wanita yang berharap padanya, mempunyai teman-teman yang begitu hebat dimatanya. Dan anak yang sangatlah mencintai ustadz muda yang pernah dikenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini anak itu menjadi dewasa, dengan sikap yang lain dari sebelumnya dikenal oleh masyarakatnya, anak yang demikian semakin ingin dekat dengan Rabb-Nya, dalam pencarian ilmu yang tiada akhir. Mencari nafkah untuk membangun keluarga tercintanya, dan masih bercita-cita menjadi pahlawan kesiangan bagi anak-anak yang bernasib sama sepertinya dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama anak itu adalah Anto, orang-orang mengenalnya dengan nama Arif. Sebetulnya ia ingin sekali dikenal dengan nama panggilan ibunya, juga ayahnya, Le Anto. Le sebuah panggilan berarti Cep dalam istilah bahasa Sunda, Anto nama kecil anak itu dan nama yang dikenal dimasyarakat tempat ia tinggal dan dibesarkan dan panggilan adiknya serta kakak-kakaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arif yang mempunyai nama pena Al-Fakir, karena kefakirannya, menjadi hamba Allah yang tidak tahu apa-apa tentang-Nya, mencari ke-ridhoan-Nya, berharap ada seorang yang dapat membimbingnya, mengajarinya hanya untuk sekedar bisa mengucap dengan benar makhroj huruf qur’an, dapat memberikan nasihat dan juga wasiat yang mengikat. Al-fakir yang jauh tidak lebih baik dari kisah Abu Juray dari buku yang pernah dibacanya. Yang begitu mencintai teman-teman kerja di pedataran rendah, teman-temannya dari semua umur, yang selalu bersikap kekanakan dan suka bercanda, teman-temannya yang begitu setia hanya untuk menemani anak itu agar tidak merasa sendiri, mengajaknya bercanda, mengajaknya makan bersama, menuju masjid dan shalat jamaah di masjid bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang begitu merindukan ustadz muda yang dulu pernah dikenalnya, pernah bermain bersamanya, yang memberikan ia dua iris roti selai strawberry, memberinya sebuah nasihat hakikat pisau yang selalu diingatnya, tiga buah wasiat yang berusaha selalu dijalankannya, memberinya kabar tentang kelahiran putra ustadz muda, memberinya kabar bahagia tentang wisuda, yang membuatnya memiliki cinta yang agung, yang membuatnya mempunyai kisah romantika bersama wanita harapannya, yang membuatnya mampu melakukan hal yang tak pernah dilakukan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu akan selalu mengingat ustadz muda itu, hingga kemudian hari ia menikah dan berkeluarga, diceritakan pada anak lelakinya, seorang pahlawan dalam hidupnya selain kakeknya, ustadz yang namanya kini menjadi nama anak lelakinya, yang mampu mendoakannya, berharap menjadi anak yang shalih, dan juga bisa menuntut ilmu di Negara para Nabi, Al Azhar kota seribu menara, Madinah gerbang ilmu. Anaknya nanti akan mempunyai gelar akademik Lc, Licence. Anak yang berusaha membangun rumah singgah bagi para anak-anak sepertinya dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang kini menjadi ayah itu tetap sama, masih senang belajar dan membaca buku, yang masih mencari ilmu dimana saja, masih kaku untuk mengucap huruh kha, ha dan Ha serta huruf lainnya, masih kaku untuk melakukan gerakan shalat dan belum mampu memahami arti bacaan shalat yang dilakukannya. Ia berharap anaknya yang akan mengajarkannya, entah sempat ataupun tidak nantinya. Ayah yang senang membuat hal-hal yang baru, berkenalan dengan orang-orang baru, yang selalu ingin tersenyum ramah kepada siapa saja yang ditemui dan juga selalu bertanya basi apa yang dapat dibantu terhadap orang yang ditemuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang menjadi ayah itu, akan selalu mencintai ustadz muda itu yang pernah beberapa kali mengajarkan qiroaty padanya, yang pernah memeluknya, yang pernah mendampinginya ketika bersedih, menanyakan padanya apakah shaum hari ini atau tidak, pernah menemaninya makan bersama, mengajaknya bermain dan pergi keperpustakaan bersama dan bercita-cita membuat buku bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang pernah kecewa dan berusaha lari dari pedataran tinggi karena ditinggalkan oleh orang-orang yang dipercayainya, dan juga merasa gagal untuk membuktikan semua perjuangan dirinya untuk ustadz muda yang sangat dirindukannya. Satu bulan yang cukup membuatnya tersiksa dalam kerinduan. Kini anak itu hanya mampu mengingat semua yang telah dilewati bersama, merasakan tidur ditempat tidur dengan bantal yang pernah dipakai ustadz yang dicintainya, mengingat perjalanan bersamanya sampai kehilangan sahabat dekatnya yang juga dicintainya. Seorang sahabatnya bernama Hakim karena anak itu sudah berjanji bahwa ia akan pergi setelah yakin sahabatnya akan menjadi orang sukses dan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga keinginan terbesar anak itu, menghantarkan ustadz muda yang dicintainya mewujudkan harapan-harapannya. Menjadi orang yang besar, bersekolah dan mewujudkan harapan untuk membangun sebuah lembaga amil zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, anak itu akan sendirian, bersama duka dihatinya, duka kebahagiaan telah mampu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan jiwa yang melelahkan: mencintai. Merindukan orang-orang yang dicintai. Dan kini saatnya anak itu membangun masa depannya sendiri serta keluarga sederhana yang dicintainya. Hingga tak akan ada lagi mimpi-mimpi yang datang dengan wajah ustadz yang begitu dirindukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang tumbuh untuk menjadi dewasa yang kembali tanpa pembekalan ilmu dan harta. Ia melangkah dengan pasti dan mantap menatap masa depannya, belajar dari lingkungan yang begitu kerasnya dan juga belajar serta belajar. Mendapatkan kembali masa kanaknya yang penuh dengan canda dan tawa, bersemangat dan penuh optimisme, penuh dengan harap. Bertemu dengan orang-orang baru, membagikan kepada semua orang rasa cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai saja ustadz muda itu tahu apa yang ada dihati anak kecil itu. Tapi walau begitu, takkan pernah mampu menempatkannya dihati ustadz muda itu. Anak kecil itu, tetap akan merawat rumah dihatinya bersama rumah teman-teman dan orang-orang yang pernah singgah di rumah hatinya. Dan kembali teringat nasihat dari teman terbaik anak itu, ’mungkin kau sendiripun dicintai sama persis kau mencintai ustadz muda itu, tapi kau tidak akan pernah tahu dan bahkan orang yang mencintaimupun pergi, begitulah cinta, namun cinta sejati hanyalah batasan dalam memberi, janganlah kau gantungkan harapanmu padanya, karena cinta yang lebih besar adalah cinta kepada Rabb-Nya.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini anak itu akan berpamitan dengan ustadz muda, setelah semua rangkaian harapan-harapan ustadz muda telah disusunnya dengan hati-hati dan sesempurna mungkin, ia akan kembalikan semua yang telah dipinjamnya kepada ustadz muda itu, dengan penuh cinta, rindu juga harap. Hingga satu hari nanti semua harapan-harapan ustadz muda itu terwujudkan atas dan dengan ijin Rabb-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kata, tanpa tangis dan peluk bahagia, ia melangkah pasti dan gagah, seperti gagahnya ustadz muda seperti awal ketika dilihatnya. Kembali menjadi jamaah masjid biasa dan tidak juga istimewa, menyimpan semua kenangan indah beberapa waktu yang tak lama. Ia pun selalu bersyukur dalam hatinya yang berbunga, menjadi anak yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditinggalkannya pula semua kenangan lama. Menjadi anak biasa mungkin lebih menyenangkan dan membahagiakan. Ditinggalkannya pula semua harapan-harapannya untuk bermain bersama, mendaki gunung, membakar kayu,bercanda bersama, dan shalat bersama. Dan juga dititipkan padanya semua hal yang pernah dipinjam anak itu pada ustadz muda, sebuah karya-karya, sebuah cerita dan sebuah harap serta cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kecil itu akan tetap berlari, mengejar matahari, mengejar mimpi dan cita-cita. Dia bertekad akan mewujudkan harapan ustadz muda itu. Anak kecil itu akan selalu kembali tersenyum kepada setiap orang yang ditemuinya, berkenalan dan berbincang, tertawa ringan serta kadang kekanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kecil itu menjadi lebih matang dalam memahami cinta, kasih dan sayang. Ia akan terus berkarya, berkarsa dan ber-asa dengan sentuhan cinta milik Rabb-Nya, yang tengah dicari dimana saja. Saat ini ia sedang berusaha membaca sirah Rasul-Nya, agar dapat juga dicintainya, dan bahkan bisa bertemu dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai satu hari dituliskan oleh anak kecil itu sebuah surat, bukan perpisahan tetapi sebuah surat ungkapan jiwa, lukisan hati dan bertuliskan:&lt;br /&gt;‘Selamat tinggal ustadz muda tercinta, selamat tinggal sahabat-sahabat semuanya. Kan kurawat rumah kalian dihatiku. Selamanya...Aku mencintai kalian semuanya, karena Allah, karena Allah mencintaiku, Ia begitu baik padaku. Doaku beserta kalian semuanya. Selamat tinggal ustadz tercintaku, selamat tinggal teman-temanku, semoga kita dihimpunkan kembali, satu hari nanti, ya satu hari nanti Aku akan mintakan padaNya. Amin...’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalammualaykum wr, wb,.&lt;br /&gt;al Faqr&lt;br /&gt;hamba Allah yang faqr.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-114536038860646851?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/114536038860646851/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=114536038860646851&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114536038860646851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114536038860646851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/04/kala-kuucapkan-selamat-tinggal.html' title='Kala Kuucapkan &apos;Selamat Tinggal&apos;'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-114095096785076975</id><published>2006-02-26T17:45:00.000+07:00</published><updated>2006-04-26T14:57:08.606+07:00</updated><title type='text'>Ustadz, kutitipkan semuanya padamu...</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/1600/12[1].jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/200/12%5B1%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;24 Februari 2006.&lt;br /&gt;Kau hebat, kau pantas jadi pahlawan mereka. Selalu ada untuk mereka disaat seperti ini. Kau mampu hadirkan rasa tentram di hati mereka. Kau tidak perlu ragukan aku juga, aku akan berjaga sampai keadaan kembali tenang, observasi kondisi dan melaporkannya pada atasanku. Mungkin sampai besok sabtu, semoga semua kembali aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, kondisi makin membaik. Kau harus kembali ke tempatmu, untuk memastikan keadaan aman bagi jamaah. Aku bangga padamu, kau memang pahlawanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 Februari 2006.&lt;br /&gt;Akhirnya, semua telah terselesaikan. Kondisi makin membaik. Aku bisa istirahat sebentar karena semua karyawan sudah bisa kembali ketempat mereka masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak apa, seperti kubilang aku kehilangan kesempatan untuk mencintai dan menyayanginya. Kalaupun itu benar, dia sudah mempunyai pilihan. ‘kan kulamar wanita lainnya walaupun kemarin telah kubuat kesalahan padanya. Aku rasa, aku kehilangan semua wanita harapanku. Ini karena ku bukanlah lelaki yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, kalau cintaku tertolak, aku telah melakukan pekerjaan jiwa: mencintai. Yang terlewatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, seyakin apa kau terhadapku? Sedang kau tahu aku bukanlah sesiapa. Jujur saja aku merasa tidak pantas bahkan untuk sekedar bermain bersamamu. Aku hanyalah anak miskin yang selalu ingin belajar dari kehidupanku yang keras. Akupun tidak pernah tahu terhadap apa yang kulakukan. Ijinkanlah aku membalas semua kebaikanmu padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, kau salah kalau aku mendramatisir keadaan sakitnya jiwaku. Aku hanya ingin tahu seyakin apa kau terhadapku? Sedang aku merasa kau meragukanku dan bahkan wanita yang menjadi harapanku. ‘kan kuwujudkan hal yang kau lewatkan. Walaupun pada akhirnya aku tak tahu setelahnya. Karena setiap perjuanganku tak pernah menjadi hal yang terbuktikan, seperti halnya aku kehilangan harapan untuk mencintai wanita yang menjadi pilihanku. Kutitipkan al bayan karena aku yakin akan menjadi besar, yang lahir dari kekecewaanku ketika kau meragukanku serta aku mencoba untuk lari darimu. ‘kan kubuat laz untukmu, mengingatkanku sewaktu aku bermain ke kamarmu untuk menjenguk karena kau sakit. Ya, untukmu dan untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau marah ustadz, karena aku berkata seperti itu. Faktanya, memang aku anak miskin dan bukan sesiapa bukan?. Dan aku tak pernah mampu mewujudkan apapun. Aku titipkan al bayan padamu. Laz, mengingatkan cita-citamu bukan?. Kutitipkan nanti padamu. Kalau kau yakin terhadapku. Maafkan aku ustadz, telah kuterima amanah untuk mengelola laz. Al bayan mendapat tempat dihati mereka. Sebagai rasa terimakasihku padamu. Aku tunggu kau sekolah dan kembali merawat al bayan dan menunaikan amanah untuk membuat laz. Aku dan Mas Agung hanya membuatkan untukmu. Karena cinta mempunyai kekuatan dahsyat untuk mencipta. Dan aku mencintaimu. Dan jangan kau menambah hancurnya hatiku dengan menolak cintaku. Kehilangan wanita harapanku pun telah menyiksa jiwaku, setelah kujatuhkan pilihan terhadapnya, setelah aku memintakan kau melamarkan dia untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, berikanlah aku kepastian agar aku tak berharap padanya. Sudah aku katakan padamu aku ikhlas kalau cintaku padanya tertolak, atau mungkin aku salah menjatuhkan pilihan padanya?, paling tidak aku tahu apa yang harus kulakukan. Saat ini atau nanti sama saja, katakan padaku bahwa wanita itu menolakku bukan? Aku tidak menyesal telah mencintai, juga sama tidak menyesalnya aku mencintaimu juga. Aku siap mendengar semuanya, walaupun jiwaku sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau sudah memberiku jawaban ustadz, dengan kau mengatakan bahwa: ‘Aku tidak mau kau sakit hati, aku harus mendapatkan penawarnya.’ Semua wanita yang menjadi harapanku hilang dariku. Tidak mengapa, toh pekerjaan jiwa: mencintai telah kulakukan. Juga terhadapmu, kau pun telah pernah membuatku menangis, rindu dan juga berharap. Kalaupun sekarang wanita itu menghilang, aku tidak menyesal. Terimakasih untuk banyak hal, untuk mau menjadi pahlawanku, menjadi ayahku. Aku masih punya kewajiban untuk mewujudkan semua cinta-citamu bukan? Ijinkan, agar kau tak lagi menambah sakit jiwaku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang kutitipkan semua padamu: mewujudkan harapanmu untuk sekolah, merawat dan membesarkan al bayan dengan semua kegiatannya, dan mengelola laz yang menjadi cita terbesarmu dulu. Terimakasih untuk memberiku kesempatan ini, menerimaku dengan segala kelebihan dan kekuranganku. Ijinkan aku mewujudkan harapanmu. ‘kan kupintakan pada Allah yang begitu baik padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kau bertanya bahwa aku meragukanmu?. Aku tidak pernah meragukanmu. Kau mengisi jiwaku, mengambil sudut hatiku, aku merindukanmu dan bahkan menangis untuk sekedar bertemu denganmu. Kalau aku ragu pada ustadz, tak mungkin kutitipkan semuanya padamu dan memintamu melamarkan wanita harapanku padamu. Kau yang membuatku berani melakukan semua ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kan kukembalikan karya-karya yang kupinjam darimu: sekolah, al bayan dan laz. Itu milikmu, aku hanya meminjam sebentar padamu. Setelah tugasku selesai. Kan kutunggu kau dua tahun mendatang dengan kembali bersama harapanmu. Aku yakin, seyakin aku mencintaimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26 Februari 2006&lt;br /&gt;Pagi ini sudah ngaji?, kau tanyakan itu padaku. Sedangkan kau tahu aku tak bisa mengaji. Tapi kau tidak perlu kuatirkan aku, aku tetap membaca terjemah, seperti pesan sahabatku dulu, saat ia memberikan aku Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, sampai hari ini aku masih teringat pada wanita yang menjadi harapanku. Andai saja aku lelaki yang baik. Atau aku telah menjadi sesiapa, menjadi lelaki terhormat mungkin ia akan menerimaku bukan?&lt;br /&gt;Ya, hatiku tenang setelah membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, kuatkanlah jiwaku ini.&lt;br /&gt;Maafkan aku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;color:#ffffff;"&gt;Selepas shalat shubuh,&lt;br /&gt;Ketika cintaku tertolak pada wanita harapanku&lt;br /&gt;dan kau selalu besertaku, ustadz.&lt;br /&gt;Tembagapura 26 Februari 2006.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-114095096785076975?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/114095096785076975/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=114095096785076975&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114095096785076975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114095096785076975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/02/ustadz-kutitipkan-semuanya-padamu.html' title='Ustadz, kutitipkan semuanya padamu...'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-114095073867782972</id><published>2006-02-26T17:41:00.000+07:00</published><updated>2006-07-21T16:58:15.883+07:00</updated><title type='text'>'met ulang taun ya Pit, adikku sayang...</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Berkurangnya umur adalah kepastian&lt;br /&gt;Bertambah dewasa adalah pilihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘met ulang tahun ya pit, titip mamah ‘ama si Om. A’ pasti inget hari ultah pit, pit kan adik tersayang aa. A’ percaya, walau penampilan pit masih kaya’ dulu. Rambut dicat merah, pake pakaian junkies, masih main band tapi pit masih bisa berprestasi. Jaga diri dan kehormatan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pit, sayang..a’ masih ingin pit sekolah lagi. Ambil komunikasi seperti yang pit mau, pit kan pengen selalu keluar kota kan?, jalan-jalan, ketemu orang-orang baru, kenalan, biar banyak temen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pit, tau ngga’?, a’ belajar banyak dari pit. A’ juga jadi seneng ketemu banyak orang, ketemu orang baru, kenalan, ngobrol sana-sini (bukan ngegosip tapi..), bujuk orang supaya bantuin program amal kita dan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A’ bangga kalo’ ceritain pit ke temen-temen a’, walaupun kadang mereka pasti ngga’ suka. Biarin ‘aja, anak-anak masjid kan ngga’ suka kalo’ penampilan kita begini. Apalagi kalo’ tau dulu a’ ‘gimana, pake jins bolong, sandal jepit, topi kumel, tas karung. Tapi aneh ya?, koq kita ngga’ dimarah ‘ama dosen. Tapi pit pernah cerita kan kalo’ pernah dipanggil BP. Walaupun penampilan kita tetep ngga’ rubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti kali ya, kalo’ pit ‘udah gede, a’ juga sekarang dah ngga’ pake gaya itu lagi. Sekarang a’ ‘dah rapih, pake celana kain, pake kemeja, pake minyak wangi yang pit beliin, blazer, pokoknya beda abis. Kalo’ temen bilangnya cocok jadi pegawai bank. Bankrut kali ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ‘udah, titip mamah ‘ama si Om ya.. sekali lagi ‘met ulang taun adikku sayang. Janji ya, mau sekolah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Wassalam pipit sayang..&lt;br /&gt;A’ Anto&lt;br /&gt;Menjelang shalat malam dalam dingin&lt;br /&gt;Dan hancurnya jiwa&lt;br /&gt;Tembagapura, 26 Februari 2006.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-114095073867782972?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/114095073867782972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=114095073867782972&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114095073867782972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114095073867782972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/02/met-ulang-taun-ya-pit-adikku-sayang.html' title='&apos;met ulang taun ya Pit, adikku sayang...'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-114065125330259627</id><published>2006-02-23T06:24:00.000+07:00</published><updated>2006-07-21T16:57:03.906+07:00</updated><title type='text'>Ketika aku harus memilih</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/1600/P9280022.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/P9280022.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Ya Allah..&lt;br /&gt;Kenapa mereka datang pada waktu bersamaan?, disaat aku telah menentukan sikap untuk memilih.&lt;br /&gt;Mereka datang dengan kelebihannya masing-masing: satu diantaranya sederhana, pintar. Satu diantaranya ceria, dan dapat menghiburku. Satu diantaranya pendidik dan juga sabar. Dan satu diantaranya bersemangat dan juga aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz,&lt;br /&gt;Kau tahu hatiku sedang gelisah, gundah, karena mereka selalu melintasi pikiranku, mereka mengganggu hatiku. Disaat aku mulai mengenal cinta-Nya, disaat aku sedang mulai menikmati kasih-Nya. Aku tak ingin cintaku pada mereka mengalahkan cintaku pada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz,&lt;br /&gt;Sedang kau hanya bisa tersenyum, atau menyuruhku untuk melupakan sejenak. Bagaimana mungkin?, sedang hati ini selalu gelisah, ada rasa bersalah, ada rasa takut untuk menyakiti hati mereka. Aku tak pernah bermaksud untuk membagi hatiku, terbawa dalam perasaan cintaku. Tapi mengapa, semua harus tertuju pada saat yang sama?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz,&lt;br /&gt;Jikalau Allah mengujiku, teguhkanlah aku. Bantu aku dengan doamu. Karena aku bukanlah orang yang kuat dengan pekerjaan jiwa ini. Membagi hati kepada empat wanita dalam waktu yang sama. Sedang aku harus memilih satu dari mereka. Kalaulah pilihanku sudah dijatuhkan, tolong beritahukan padanya, ia harus menerimaku apa adanya, seperti katamu: aku tetap bisa berbagi tanpa terbawa perasaan hati ini. Dan kalau ia menolakku bukan karena aku membagi hati ini. Karena aku akan tetap memberikan cintaku utuh padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz,&lt;br /&gt;Apakah aku jatuh cinta?, mengapa orang selalu berkata jatuh cinta itu indah dan menyenangkan?, sedangkan aku merasa tersiksa?, merasa bersalah, takut untuk menyakiti hati wanita-wanita itu. Mereka mempunyai hati juga, dan apa mereka akan mau mengerti ketika kita membagi hati kita? Mereka tidaklah sama seperti kita, mereka lemah dan tak berdaya, sedangkan aku hanya ingin merasa memiliki cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah,&lt;br /&gt;Kalau kau berkenan pilihkanlah padaku wanita yang akan menjadi pendamping perjuanganku. Yang dapat meneguhkan aku, yang dapat menghiburku, membuatku tenang, damai disisinya. Membuatku tersenyum dan tertawa riang. Dan wanita itu mau mengerti diriku, bahwasanya aku tetap akan menjaga cintaku padanya walau aku tetap harus berbagi hati dengan yang lainnya. Semoga aku bisa ya Allah, karena aku bukanlah orang yang kuat dengan pekerjaan jiwa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz,&lt;br /&gt;Tolong sampaikan padanya, aku akan mengasihi dan mencintai setulus hatiku, akan berbeda kepada wanita yang lainnya. Semoga ia mau menerimaku, dengan keterbatasanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz,&lt;br /&gt;Terimakasih kau mau memahamiku, entahlah kalau tanpamu, aku akan menjadi orang gila dengan cinta manusia. Sedang kau telah mengenalkan aku kepada cinta-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#ffffff;"&gt;Tembagapura, 23 Februari 2006.&lt;br /&gt;Dalam gelisah hati untuk memilih,&lt;br /&gt;al Faqr&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-114065125330259627?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/114065125330259627/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=114065125330259627&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114065125330259627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114065125330259627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/02/ketika-aku-harus-memilih.html' title='Ketika aku harus memilih'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-114059274050717634</id><published>2006-02-22T14:08:00.000+07:00</published><updated>2006-07-21T16:55:42.266+07:00</updated><title type='text'>Asyik.., kita bermain bersama ya..</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/1600/P2200037.3.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/P2200037.1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;20 Februari 2006.&lt;br /&gt;Ustadz, jawab dengan jujur ya?, apa harapanmu?, tanyaku. Ya, aku akan berusaha untuk mewujudkan harapanmu, agar kau bisa sekolah lagi, agar kau menjadi seperti mereka, aku ingin kau terkenal, agar kau didengar, aku ingin kau membuat buku, juga jurnal atau karya lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, jujur saja, aku harus bagaimana?, kau memintaku untuk memberikan kau cucu dariku. Ya, agar anak lelakiku bisa sepertimu, batinku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hah, senangnya bisa kembali berbincang denganmu. Kau seperti ayahku, dengan kacamata itu, aku jadi teringat padanya. Aku memanggilnya OM, terdengar akrab ditelingaku, walaupun beliau tidak sedekat dulu. Ustadz, kenapa kau baik sekali padaku, tahukah kau, semenjak bertemu denganmu aku ingin sekali menjadi lelaki yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18 Februari 2006.&lt;br /&gt;Kenapa kau pergi cepat, padahal aku masih ingin bermain denganmu, seharian kita berkeliling ya, bersama teman-temanku yang baik lainnya. Kau gagah sekali memakai kemeja, seperti ayahku dulu waktu muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kau tidak mau bermain denganku lagi, padahal kalau kau masih disini atau tidur bersamaku, aku ingin bercerita banyak padamu. Ah ustadz, kau malu ya berteman dengaku, karena aku tidak seperti teman-temanmu yang lainnya khan?, karena aku belum bisa membaca qur’an?, atau karena aku tidak sepertimu dan teman-teman ya?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai saja kau masih bersamaku, aku ingin sekali bercerita banyak hal, cita-citaku, kemajuan mengajiku, keinginan aku ingin sekolah lagi dan keinginan menikahku. Tapi sudahlah, kau cukup sibuk untuk sekedar bersamaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 Februari 2006.&lt;br /&gt;Ya, aku sendiri. Tapi tidak apa, nanti kita juga bertemu lagi kan?, Aku bawakan kacamatamu, kau pasti gagah dengan kacamata ini. Dulu aku suka membersihkan kacamata si OM, kalau kotor, tapi sepertinya beliau merasa terganggu kalau aku bersihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin memakaikan kacamata ini, agar kau bisa melihat lagi dengan baik, agar kau tak migren lagi. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;color:#ffffff;"&gt;Sampai ketemu Senin, ustadz..&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;color:#ffffff;"&gt;Timika, menjelang kembali ke Tembagapura.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;color:#ffffff;"&gt;al Faqr&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-114059274050717634?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/114059274050717634/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=114059274050717634&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114059274050717634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114059274050717634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/02/asyik-kita-bermain-bersama-ya.html' title='Asyik.., kita bermain bersama ya..'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-114056614641196492</id><published>2006-02-22T06:48:00.000+07:00</published><updated>2006-07-21T16:55:11.310+07:00</updated><title type='text'>Teguhkan hatiku, Ustadz..</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/1600/P2180016.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/200/P2180016.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;Ustadz, &lt;/span&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;tolong aku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, aku bingung sekali. Virus merah jambu itu menyerang hatiku. Aku gemetaran, aku limbung dan tak dapat berpikir, juga untuk tidur. Kenapa harus sekarang, kenapa saatnya harus bersamaan. Disaat aku sudah ambil sikap untuk memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, sahabat wanitaku memilihkan aku wanita untuk menjadi pendamping hidupku, padahal aku tahu diapun menyayangi aku. Dia memintaku untuk menjadi pendamping wanita itu. Dan juga salahku, mengapa aku menghubunginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, aku berharap pada wanita yang lain, yang begitu sederhana, insyaAllah shalihah, berpendidikan dan banyak hal lainnya yang menawanku. Walau aku tahu, aku tidak setingkat dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalam tak disangka dia menghubungiku lewat sms, hatiku damai, juga tenang. Dia ingin bertemu aku, dia menanyakan aku. Ya, beberapa tahun yang lalu, di sebuah kampus. Aku masih ingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, wanita yang dipilihkan sahabatku juga mempesonaku, wanita yang dapat menghiburku, dalam candanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, kenapa harus seperti ini?, kenapa aku harus memiliki banyak cinta?. Dihadapkan pada pilihan inipun sulit rasanya untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, aku tak ingin menyakiti mereka, aku tahu rasanya disakiti. Lantas bagaimana dengan wanita yang mau menungguku, lagi-lagi aku teringat padanya. Tiga cinta untuk wanita yang berbeda, tapi aku tulus, tanpa menyimpan niatan apapun ustadz. Kesemuanya memenuhi pikiranku, semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, sampai kau tanyakan aku memilih siapa ustadz?, aku bingung, juga takut. Aku hanya ingin wanita itu menerimaku apa adanya diriku, mau membantuku mewujudkan cita-cita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong teguhkan aku ustadz! Aku tak tahu harus berbuat apa sedang kau tahu untuk shalat istiqorah pun aku tak tahu bagaimana caranya, kau belum mengajarkan aku melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak bisa bekerja ustadz, pikirku melayang, hatiku tak tenang, sedang harapan-harapan itu melintasi otakku. Aku berharap semuanya teselesaikan seiring waktu, biarlah cinta itu berserakan untuk menemukan muaranya. Dan aku berharap pada wanita yang sederhana itu, akan aku sayangi dan cintai setulus hatiku, dan kalau ia pun mengijinkan dan Allah me-ridhoiNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar nanti aku punya anak lelaki, untuk dapat menjadi sepertimu dan bahkan mempunyai nama sepertimu juga. Aku ingin anak lelakiku menjadi pejuang, karena aku tahu bahwa aku tak mungkin menjadi pejuang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, semoga keputusanku tidak salah, bukan karena kecantikan fisik, kedudukan, keluarga dan yang lainnya. Bahwa aku ingin yang menjadi istriku menjadi madrasah bagi anak-anakku, diajarinya kesederhanaan, diajarinya ilmu Allah dan dapat menenangkan jiwaku. Mencintaiku sepenuh jiwa, menyayangiku sepenuh raga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, kalau kau berkenan, satukan kami dalam rahmatMu, entah kapan tiba waktunya kami akan bersama, untuk memberikan kami sebuah keluarga, seperti Rasulullah, seperti mereka yang mempunyai keluarga bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin memberikanmu cucu untuk kau didik menjadi penerusmu ustadz. Tidak menjadi seperti diriku walau aku ayahnya. Aku ingin dipanggil ayah oleh anak-anakku, satu kata yang cukup menggetarkan hati dan jiwaku, membuatku melayang membayangkan bahwa aku mengajaknya shalat disampingku, mengajaknya bermain, memandikannya, menyuapinya, bercanda bersamanya serta mengajarinya banyak hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sampai hari ini, hatiku masih tak tenang, aku gelisah. Terimakasih kau mau memahamiku sampai aku terima pesan darimu ustadz, agar aku beristirahat dan tidur karena ku harus bekerja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Dan wanita itu semoga mau menerima pemberian hatiku yang jauh dari pandangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah…,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Tembagapura, Februari 2006&lt;br /&gt;Dalam kegelisahan hati untuk sebuah cinta,&lt;br /&gt;al Faqr&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-114056614641196492?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/114056614641196492/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=114056614641196492&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114056614641196492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114056614641196492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/02/teguhkan-hatiku-ustadz.html' title='Teguhkan hatiku, Ustadz..'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-114047689274520799</id><published>2006-02-21T05:59:00.000+07:00</published><updated>2006-07-21T16:54:18.220+07:00</updated><title type='text'>Apa itu tim, Ustadz..?</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/1600/P2200033.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/P2200033.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;Ustadz, apa itu tim? dan kau menjawab dengan e-mail:&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;Tim yang baik tak ubahnya sebuah tangan yang terdiri dari beberapa komponen yang semuanya memiliki tujuan yang sama untuk mengangkat beban yang berat dan memindahkannya kesuatu tempat yang lebih layak. Si lengan berfungsi sebagai lengan, si jari jempol yang senantiasa diacungkang untuk sebuah pujian berfungsi sebagai jari jempol, si jari telunjuk yang pandai memerintah dan mengomando, si jari tengah yang terkadang dengannya bisa menurunkan semangat orang lain dan eksistensinya (fuck you) katanya, si jari manis yang tukang bersolek dan berhias dengan cincin bertatahkan mutiara yang melingkari tubuhnya, dan tak luput pula si kecil mungil yang ringkih tak bertenaga, kelingking pun ambil bagian untuk mewujudkan keinginan dan cita-cita serta pekerjaan yang cukup berat. Masing-masing berkontribusi sesuai kemampuannya, janganlah si kecil mungil kelingking dipaksa fungsi sebagai si jempol, demikian pula dengan yang lainnya. Maka dengan demikian tujuan apa pun akan dapat tercapai dengan baik. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;I love you like my son&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;Terimakasih ustadz,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;dan akupun mencintaimu seperti ayahku...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-114047689274520799?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/114047689274520799/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=114047689274520799&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114047689274520799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114047689274520799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/02/apa-itu-tim-ustadz.html' title='Apa itu tim, Ustadz..?'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-114044092172714533</id><published>2006-02-20T19:55:00.000+07:00</published><updated>2006-07-21T16:52:09.343+07:00</updated><title type='text'>Kuingin Kau Menulis Buku Itu...</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/1600/P2180004.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/P2180004.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Aku bahagia sekali ketika hari ini kau bersemangat untuk menulis buku.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Dan hari sebelumnya ketika kau tidak mau menulis buku dan aku menulis pesan ini:Hari ini, ketakutan itu terjadi sudah, terabaikan oleh orang yang memungutku, dari seonggok sampah untuk dijadikannya lebih memiliki makna, dituliskannya padaku seuntai ilmu, tapi begitulah, sampah tetaplah sampah, dibuang, tak berati apapun, semoga nanti ada yang mau memungutku kembali, membacanya, mendaurnya dan menuliskan ilmunya padaku, menjadi sebuah buku, dijilid bagus, terjual mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperlukan keberanian untuk melakukan banyak hal, seperti halnya aku, untuk dapat mengenalmu dan dirinya. Siapalah aku?, seorang yang ingin mengambil satu peran kecil, apapun. Setiap kata yang kutuliskan adalah luka batinku, karena kehinaanku, setiap doaku adalah kedukaanku karena ketaksempurnaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, jiwa ini kosong, hampa, hanya bekas tulisan saja yang masih nampak, dalam perubahan diriku, tak bermaknanya aku karena tak mampu memaknainya. Kalian orang-orang hebat, aku cukup letih untuk berani mendekati kalian, kadang harus menarik diri agar kalian tak canggung atau bahkan malu karena telah mengenalku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta, bahasa yang universal, tak terlihat, tak terdengar, mampu dirasa walau kadang menyakitkan. Jiwa ini semakin liar untuk menemukan sejatinya cinta pada Rabb-nya, pada Rasulnya. Kan kucari dimana saja, pada siapa saja, entah benar ataupun salah. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;Mas Agung dan juga kau, orang yang mampu kuajak bicara dalam kelelahan hati ini, betapa banyak dosa yang akan aku pikul, karena ketidaktahuanku atasNya, atas kelemahanku memaknaiNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini cita-cita itu tetap terlestarikan dalam perjuangan kesendiriannya, untuk mencari eksistensi, entitas diri, seperti anak-anak kecil itu yang kehilangan masa depannya. Lalu karena hanya harga diri, atau identitas aku takkan pernah mundur darinya. Biarlah sampah itu berserakan, dengan cintanya yang terlukakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih atas segala waktu untuk mau menemaniku dalam perjuangan ini. Maafkan aku untuk banyak hal. Semoga Allah mencintai kalian karena memang pantas Allah mencintai kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ingin kuberikan sebuah tulisan yang membangkitkan semangatku, untuk berani, melangkah menjadi lebih baik, menjadi elegan, dewasa dan bijak, dalam ketaksempurnaan manusia. Hingga pagi tadi aku mimpikan dirinya.Kau temanku, aku mohon, wujudkan apa yang telah kita bicarakan, hadiah kecil untuk mereka, pejuang, pentarbiyah atau bahasa lainnya yang tak kumengerti, yang telah mencintaimu, membimbingmu, dengan ilmu, agar kau menjadi manusia berharga dihadapanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;yang kehilangan cintanya, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;al Faqr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, Rani kecil tinggal di sebuah bilik kayu mungil, di pinggir rel kereta api gunung sahari. Ia sangat menyayangi keluarganya dan suka mengarang. Ketika belum bersekolah, ia sudah mengarang sebuah puisi yang dihafalnya dan kemudian dijadikannya sebuah lagu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Pelajaran Tekad dari Rani Kecil-- &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Helvy Tiana Rosa &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Rintangan tak dapat menghancurkanku. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Setiap rintangan akan menyerah pada ketetapan hati yang kukuh (Leonardo da Vinci). &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Setiap kali saya merasa lelah dan tak mampu, saya segera teringat pada Rani kecil. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Dulu, Rani kecil tinggal di sebuah bilik kayu mungil, di pinggir rel kereta api gunung sahari. Ia sangat menyayangi keluarganya dan suka mengarang. Ketika belum bersekolah, ia sudah mengarang sebuah puisi yang dihafalnya dan kemudian dijadikannya sebuah lagu. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Kakakku manis sekali, &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;aku sayang padanyaIa pun sayang padaku,&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;kakakku sayang…..&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Sebenarnya Rani ingin sekali punya abang, tetapi ia hanya memiliki seorang kakak perempuan yang berusia dua tahun di atasnya. Dan gadis kecil itu sangat mencintai kakaknya. Rani kecil sangat suka membaca. Ia membaca semua. Buku cerita, buku pelajaran, koran, bungkus cabai, bungkus bawang, dan kertas-kertas pembungkus sayur yang dibawa pulang mama dari pasar. Gadis kecil berkepang dua tersebut menjadi kesayangan ibu dan bapak guru. Kelas satu SD ia menjadi rangking ke dua di sekolah. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Suatu hari, anak berusia tujuh tahun itu terjatuh. Kepalanya terbentur ujung besi yang lancip. Berdarah! Ia muntah-muntah beberapa kali dan segera dibawa ke rumah sakit. "Gegar otak!"suara dokter seperti gelegar petir di telinga keluarganya. "Kita doakan saja semoga tidak ada pengaruh fatal di kemudian hari. Tetapi sungguh, saya tak dapat menjamin apa pun," sambung dokter tersebut prihatin. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Mama, papa, kakak, dan adik Rani bersedih, tetapi gadis kecil itu tak pernah mengeluh. Ia hanya tersenyum. Pun ketika kemudian dokter melakukan general check up dan ia mendapat tambahan 'vonis'. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;"Ada kelainan pada otak bagian belakang…."&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;"Paru-parunya kotor…."&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;"Jantungnya bermasalah…."&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;"Beberapa giginya membusuk dan tak beraturan. Kami harus mencabut 13 giginya…."&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;"Kami sangat menyesal. Lima benjolan kecil di kepalanya ternyata tumor, harus diangkat." &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Bertahun-tahun Rani kecil mondar-mandir dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain, dari satu dokter ke dokter lain dan meminum begitu banyak jenis obat yang membuatnya mual, tetapi sedikit pun ia tak pernah mengeluh. Ia masih suka mengarang, terutama mengarang lagu. Kadang ia mengarang lagu di rumah sakit, kadang sesaat sebelum tidur. Ia mengarang lagu tentang desa, tentang alam yang indah, tentang seorang detektif kecil. Ia juga masih senang membaca. Hanya saja kakaknya melihat sang adik sering memegangi kepala beberapa saat sambil memejamkan mata. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Ya, Rani kecil sering pusing dan susah berkonsentrasi dalam waktu yang lama. Tetapi ia tetap saja penggembira juga senang menyanyi. Rani baru kelas dua SD, ketika pada suatu hari ia berkata, "Kak, aku ingin sekali punya perpustakaan. Aku juga ingin menyewakan buku-buku cerita kita pada anak-anak lain." Kakaknya, kelas empat SD, memandang sang adik dengan mata berbinar. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;"Kakak setuju. Kita taruh saja buku-buku itu di atas meja kayu, di depan rumah. Kita tawarkan pada mereka yang lewat. Kira-kira berapa harganya ya?" "Yang tipis sepuluh rupiah. Yang tebal dua puluh lima rupiah. Boleh dipinjam selama tiga hari sampai seminggu." Rani dan kakaknya hanya memiliki dua puluh buku cerita. Semuanya mereka jejerkan pada sebuah meja kayu kecil di depan rumah kontrakan tempat tinggal mereka yang baru, di daerah Kebon Kosong. Ternyata banyak anak tetangga yang tertarik dan mau meminjam buku-buku itu. Uang hasil sewa buku pun mereka belikan buku-buku baru. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;"Suatu hari kakak akan menulis buku-buku seperti ini," kata kakaknya sambil memandang langit. "Aku juga! Aku juga!" seru Rani kecil sembari tertawa memperlihatkan kawat-kawat di giginya, sambil ikut-ikutan memandang langit. Namun perlahan ia menunduk dan bertanya pelan. "Tapi apa aku bisa, Kak? Aku kan gegar otak." &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Kakaknya mengangguk. "Tentu, Dik. Tentu saja kamu bisa! Kamu bisa melakukan apa pun yang kakak kerjakan bila kamu mau!" Rani kecil sering pusing, tetapi ia tak pernah berhenti belajar. Lalu Allah menunjukkan kekuasaannya! Anak gegar otak dan penyakitan yang tadinya rangking dua di kelas itu tidak menjadi seorang yang idiot! Ia malah menjadi juara satu, bahkan selalu juara umum di sekolahnya! Rani kecil tak mau hanya termangu atau terbaring di tempat tidur. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Di sela-sela waktunya bersekolah dan ke dokter, Rani kecil mengikuti berbagai kegiatan: pramuka, karate, teater, vokal grup, apa saja. "Aku akan melawan penyakit ini dengan berkarya, Kak. Dengan melakukan sesuatu!" kata Rani kecil sambil memandang langit. Maka setiap kali saya lemah dalam melangkah, saya kembali teringat pada Rani kecil. Di tengah penderitaannya menahan sakit, ia berhasil masuk SMA favoritnya, SMA 1 Budi Utomo, mendapat PMDK untuk meneruskan kuliahnya di IPB, dan menjadi kecintaan teman-temannya. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Rani kecil kini berusia 31 tahun, telah menikah dengan seorang wartawan, dan mempunyai sepasang anak yang cerdas dan menggemaskan. Ia menulis banyak artikel, cerpen, dan cerita bersambung serta memenangkan beberapa lomba mengarang tingkat nasional. Rani juga menulis skenario televisi. Sejak buku pertamanya terbit tahun 1998 hingga 2002, total ia sudah menulis lebih dari 20 buku! Dua bukunya, Rembulan di Mata Ibu (Mizan, 2000) dan Dialog Dua Layar (Mizan, 2001) dinobatkan sebagai buku remaja terbaik Adikarya IKAPI 2001 dan 2002, sekaligus membuatnya terpilih selama dua tahun berturut-turut sebagai salah satu pengarang terbaik tingkat nasional. Bukunya yang lain, Derai Sunyi (Mizan, 2002) menjadi novel terpuji tingkat nasional versi Forum Lingkar Pena. Organisasi ini juga memilihnya sebagai Pengarang Terpuji tingkat nasional. Tahun 2003 Penerbit Mizan juga memilihnya sebagai Penulis Remaja Terbaik Mizan. Kini ia sering mendapat undangan untuk mengisi workshop penulisan di seluruh Indonesia, negeri jiran sampai ke Mesir. "Cerpen dan novel itu telah menerbangkan kita sampai ke negeri orang ya, Kak," katanya suatu ketika. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Tak sampai di situ, sejak 1997 ia menjadi Direktur Yayasan Prakarsa Insan Mandiri, sebuah yayasan yang bergerak di bidang sosial, budaya, dan pendidikan. Ia turut aktif sebagai salah satu ketua Forum Lingkar Pena. Rani juga pengajar dan pemerhati dunia anak serta sering diundang untuk berbicara dalam berbagai forum diskusi dan seminar. Ia pengarang nasyid—beberapa lagunya dibawakan oleh Snada—dan sudah meluncurkan tiga album bersama kelompok Bestari. Ya, Rani kecil adalah Asma Nadia yang memiliki nama asli Asmarani Rosalba. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Dan si kakak adalah saya sendiri. Setiap kali saya merasa lemah dalam melangkah, saya akan selalu teringat saat-saat kami masih kecil juga tekad Asma untuk melawan semua penyakitnya dengan berkarya. "Apa saya bisa menjadi penulis, Kak? Saya kan gegar otak?" Pertanyaannya dulu selalu kembali terngiang di telinga saya, kala saya menatap langit malam dan melihat jutaan bintang yang berserakan, menyinari rembulan, di sana. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Tentu, Anda boleh bangga jika kakek, bapak atau kakak Anda seorang pengarang, tetapi hanya diri Anda yang mampu mewujudkan cita-cita sebagai seorang pengarang atau penulis, sebab bakat tak ada arti tanpa doa, tekad, dan usaha yang sungguh-sungguh dalam mencapainya. Maka, setiap kali saya lemah dalam berkarya, saya akan segera mengingat Rani kecil, seraya memandang langit. Dan seperti biasa, saya akan menemukan pendar cahaya itu. Cahaya mata seorang adik kecil yang menjelma bintang di sana. Menyemangati saya setiap malam. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;* Helvi Tiana Rosa, sastrawan, pendiri dan ketua umum Forum Lingkar Pena (FLP). &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-114044092172714533?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/114044092172714533/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=114044092172714533&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114044092172714533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114044092172714533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/02/kuingin-kau-menulis-buku-itu.html' title='Kuingin Kau Menulis Buku Itu...'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-114044005059239261</id><published>2006-02-20T19:42:00.000+07:00</published><updated>2006-07-21T16:51:23.856+07:00</updated><title type='text'>Cinta Jiwa..</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/1600/P2200032.jpg"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 195px; CURSOR: hand; HEIGHT: 183px" height="240" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/P2200032.jpg" width="214" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Kau tahu, mengapa Allah mencipta anggota tubuh sepasang dengan fungsinya masing-masing?, tapi menciptakan hati hanya satu karena untuk mencari hati lain untuk dicintai. Itulah sms dari temanku, seorang wanita, dan akupun menjawab bahwa hati itu terlerai dan terserak untuk diberikan. Kehinaan kita, kelemahan kita tergantikan oleh Kemuliaan dan Kekuatan Allah swt ketika kau bersunguh-sungguh atasnya. Untuk merasa kasihan kepada orang yang menghinakan dan merendahkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintailah setiap orang dengan tulus, dan kalau tidak bisa ber-empatilah.&lt;br /&gt;Kau tahu, tadi pagipun aku katakan padamu, aku begitu merindukan mereka, pejuang-pejuang sejatiku, tersimpan rapih dalam hatiku, tertuliskan dalam diary hatiku, dengan profil-nya masing-masing. Dan seperti kau, selalu menyimpan pertanyaan besar terhadap aku, tak apalah. Biarlah mereka yang lainnya menghinakan, merendahkan, karena seperti aku katakan padamu, kita tidaklah diciptakan sempurna walaupun diciptakan sempurna di atas mahluk Allah yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerinduan yang beralasan, dan seperti hari ini, ada pesan dari temanku, pernah begitu dekat, pernah kurindukan, pada saat itu, lima tahun yang lalu dan mengingatkan aku kembali, saat ini rindu itu terhapuskan hanya dengan dapat mendengar keadaannya ataupun hanya sebatas dapat melihat bahwa dirinya dari jauh, Cecep namanya. Pernah berperan menjadi kakak, dalam otakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mushlihuddin, sosok yang lainnya, yang menjadi ayah. Yang pernah membuatku cemburu, dan juga marah, dan juga menangis, untuk sebuah cinta, Ilahiah. Mas Agung, katakanlah, kalau kau mencintai temanmu, dan pasti itu bukanlah aku, tapi seseorang yang begitu sempurna dalam pandanganmu, untuk sedikit mengambil tempat dihatimu, menggantikan peran kecil dari orang yang kita cinta dan mencintai kita. Untuk sekedar menghidupkan gelora hati kita, melembutkan jiwa dan membuat kita merasa, memiliki cinta, Ilahiah.., bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Hari ini, kerinduan itu kembali, mengisi rongga dada dan membuat sesak, hanya untuk merasakan bahwa Allah telah memberikan rahmatNya dengan memberikan kita sebuah hati, yang terleraikan dan berserakan untuk diberikan, dan karena cinta hanyalah batasan dalam memberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga kau, beliau dan juga pejuang-pejuang sejatiku yang lain. Dan, karena aku tak pernah mengenal RasulNya, semoga aku dapat sedikit membaca riwayatnya sehingga kerinduanku pada RasulNya menggantikan kerinduanku pada kalian semua. Menempati urutan pertama setelah keempat dari ibuku dan ayahku. Dan kemudian beliau, dan akhirnya juga kau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya aku tersiksa, berusaha untuk berpisah dari jiwanya, kau dan juga yang lainnya karena merasa berbeda, beliau, kau dan yang lainnya dan aku tetaplah aku, akan kembali kejalanan bersama anak-anak kecil itu, adikku dan juga mereka yang menyimpan penderitaan akan eksistensi diri. Dan jiwa itu tetaplah tergadaikan, dalam komitmen, janji dan keterikatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku tidak akan pernah bebas, dalam sebuah pilihan. Seperti kata beliau, kita ini bebas, bebas memilih dan semoga aku salah memaknainya. Kau tahu Mas Agung, karena beliau pernah membuat selembar sampah bekas menjadi untaian ilmu dan aku tetaplah aku dengan kesendiriannya hingga satu hari nanti mampu memaknai cinta dalam hakikatnya, semua tak lekang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat aku menikah, memiliki anak lelaki dan menjadi ayah, akan melimpah cintaku karena mereka akan memberikan serpihan hatinya untuk menggantikan serpihan hatiku yang telah kuberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan artikel ini, untuk beliau yang aku rindukan Mas Agung, aku lari darinya dengan harapan dapat melupakan karena pernah kecewa terhadapnya, tapi beliau juga manusia dan aku hanya menetapkan standar yang terlalu tinggi untuknya, dan semoga beliau memaafkan aku, untuk kembali menerimaku, dan dengan keadaan yang akan berbeda tentunya, tak apalah. Dengan mencintainya, cukup membuatku merasakan pernah merasakan hidup dengan indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Jiwa Punya Hajat&lt;br /&gt;Oleh: Anis MattaDiambil &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;dari: Tarbawi, edisi 112 Th. 7 / Juli 2005 &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Keagungan. Keluhuran. Ketinggian. Hanya itu yang ada pada cinta misi. Romantika juga ada. Tapi tetap dalam bingkai itu. Kita sebut itu romatika perjuangan. Seperti ketika kita memandang indahnya pelangi yang menggores langit. Menganggumkan. Mempesona. Tapi ada jarak. Itu keindahan yang dilukis oleh nilai: kekuatan yang memvisualisasi sisi malaikat dari dalam diri kita ke atas kanvas kenyataan, lalu melegenda dalam riwayat sejarah. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Tapi manusia tercipta dari tanah. Dan tanah punya tabiatnya sendiri. Juga punya rasa, punya mau, punya hajatnya sendiri. Juga punya permintaannya sendiri dari asal usul ini kehidupan manusia tersublimasi menjadi riwayat yang rumit dan kompleks. Begitu juga cinta jiwa yang lahir dari sini. Kalau dalam cinta misi perasaan bergerak mengikuti pikiran dan nilai, dalam cinta jiwa perasaan bergerak memenuhi kebutuhannya sendiri. Kebutuhan akan kegenapan. Kebutuhan akan kesatuan. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Sendiri. Sepi. Itu musuh jiwa manusia. Sebab alam ini termasuk kita, tercipta berpasangan. Begitu juga kita: kita semua punya pasangan hidup dalam perkawinan dan pasangan sosial dalam bermasyarakat. Perjalanan menemukan pasangan jiwa adalah kebutuhan eksistensial. Sampai kita menembus ruang dan waktu yang panjang: sebab keterpisahan ini, kata Rumi, hanya tipu daya waktu. Sebab ia lahir dari kebutuhan akan kegenapan dan kesatuan, maka cinta jiwa mensyaratkan adanya penerimaan. Tidak ada pertemuan tanpa penerimaan. Syarat ini tidak selalu ada dalam cinta misi. Tapi syarat ini pula yang membuat cinta jiwa jadi rumit. Sebab asas penerimaan jiwa di sini juga beragam. Ada faktor kesamaan. Ada faktor kegenapan. Ada faktor keseimbangan. Seperti dua sungai besar yang bertemu dalam samudera yang sama lalu menciptakan gelombang cinta yang dahsyat. Itu cinta yang lahir dari kesamaan. Atau lidah api yang menyala-nyala namun dipadamkan oleh air yang sejuk. Cinta yang ini lahir dari kebutuhan akan keseimbangan. Atau seperti air bening yang mengaliri lahan tanah yang subur lalu melahirkan taman kehidupan yang indah. Ini kegenapan jiwa yang melahirkan cinta. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Kerumitannya terletak pada pencarian "meeting point" dari dua jiwa. Itu ada pada kesamaan atau kegenapan atau keseimbangan antara dua karakter. Hampir tidak ada pertemuan jiwa di luar ketiga meeting point itu. Bayangkanlah bila yang terjadi sebaliknya. Api bertemu angin menciptakan kebakaran yang ganas. Air bertemu angin melahirkan gelombang tsunami. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#ffffff;"&gt;Baik dalam perkawinan atau perkawanan kita menemukan kerumitan itu. Itu masalah kecocokan. Sebab harus ada dua tangan untuk bisa bertepuk. Dua jiwa hanya mungkin bertemu dan menyatu kalau hajat mereka sama. Hikmah itulah yang disampaikan Rasulullah saw. "Jiwa-jiwa itu ibarat prajurit-prajurit yang dibaris-bariskan. Yang saling mengenal diantara mereka pasti akan saling melembut dan menyatu. Yang tidak saling mengenal diantara mereka pasti akan saling berbeda dan berpisah." &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-114044005059239261?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/114044005059239261/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=114044005059239261&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114044005059239261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114044005059239261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/02/cinta-jiwa.html' title='Cinta Jiwa..'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-114043857347361883</id><published>2006-02-20T19:22:00.000+07:00</published><updated>2006-07-21T16:49:47.466+07:00</updated><title type='text'>Ustadz, maafkan aku..</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/1600/P2200029.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 186px; CURSOR: hand; HEIGHT: 170px" height="240" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/P2200029.jpg" width="210" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Assalammualaykum wr, wb,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menemui Ustadz,,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, katanya cinta sejati adalah cinta yang menghidupkan dan memastikan harapan. Kalau saja aku menyadari bahwa aku mencintaimu karena Allah mungkin aku tidak akan kecewa ketika kau kehilangan keberanian itu. Harusnya aku menguatkanmu bukan?, maafkan aku kalau kau kecewa padaku, karena aku ingin kau menjadi pahlawanku, untuk aku ceritakan pada anak lelakiku kelak nanti dan bernama sepertimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, "kalau cinta berawal dan berakhir pada Allah, maka cinta pada yang lain hanya upaya menunjukkan cinta padaNya, pengejawantahan ibadah hati yang paling hakiki: selamanya memberi yang bisa kita berikan, selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai. Dalam makna memberi itu posisi kita sangat kuat: Kita tidak perlu kecewa atau terhina dengan penolakan, atau lemah dan melankolik saat kasih kandas karena takdirNya. Sebab disini justru kita sedang melakukan sebuah 'pekerjaan jiwa' yang besar dan agung: mencintai. Ketika kasih tak sampai, atau uluran tangan cinta tertolak, yang sesungguhnya terjadi hanyalah 'kesempatan memberi' yang lewat. Hanya itu. Setiap saat kesempatan semacam itu dapat kita berikan maka persoalan penolakan atau ketidaksampaian jadi tidak relevan. Ini hanya murni masalah waktu. Para pencinta sejati selamanya hanya bertanya: 'apakah yang akan kuberikan?' Tentang kepada 'siapa' sesuatu itu diberikan, itu menjadi sekunder." Dan aku mencintaimu, karena Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mohon maaf, karena banyak kesalahanku padamu, kau pasti kecewa dan selalu begitu. Satu bulan aku merindukanmu, sekedar untuk bercerita masa-masa perjuanganmu padaku. Dan aku mohon maaf, demi orang-orang yang kucintai dan juga kau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, masih maukah kah menerimaku, untuk menjadi prajuritmu. Aku ingin menuliskan kembali kajian tafsirmu lagi dan bahkan pekerjaan yang lainnya, selama kau mengijinkan dengan keterbatasan ilmu dan pemahamanku, untuk disebarluaskan pada mereka yang tidak sempat mengikuti kajianmu. Dan aku mohon maaf kalau aku mengambil nama 'Al Bayan' pada bulettin yang untuk kajian tafsir Ust. Darmawansa juga menggunakan nama itu untuk perpustakaan, karena aku tahu kau menggunakan nama itu pada bulletin yang sebelumnya kau buat. Aku hanya ingin menneruskan segala perjuanganmu, mencoba menuliskan dan mengabadikan semua yang berkaitan denganmu. Itulah caraku untuk selalu mengingatmu sebagai pahlawanku, yang membuat aku hidup, mengenalkan aku betapa sulitnya mengucap huruf 'Kha'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalaupun kau sudah tidak mau menerimaku kembali, tidaklah apa. Aku akan tetap mengabadikan semua momen bersamamu dalam perjuanganku, akan aku luaskan nama 'Al Bayan' pada dunia. Aku dan Mas Agung akan wujudkan semua mimpi-mimpi agar dibaca dunia ini. Kami akan buat web, dengan nama itu, aku akan tulis profilmu sebagai pejuangku. Dan aku akan selalu merindukanmu. Sebagai kado kecil untukmu dan kado kecil dari Mas Agung untuk Ust. Darmawansa, juga Ust. Burhan. Al Bayan, seperti kau membuatku hidup seperti saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, doakan aku dapat memenuhi mimpimu, aku ingin kau sekolah lagi, semoga Allah memberi keluasan rizqi padaku, aku ingin menyekolahkanmu, aku ingin kau seperti mereka dan aku yakin pasti lebih baik, seyakin aku mencintaimu. Ustadz, kalau boleh aku minta sesuatu padamu, aku ingin kau menuliskan semua ilmu yang Allah titipkan padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rindu ustadz, kau mengajarku membaca Qur'an, atau mengajarkan aku sholat, dan banyak lagi lainnya atau sekedar bercerita tentang putra/i-mu yang juga adik-adikku. Aku ingin sekali bertemu mereka, dan bahagia rasanya punya ayah sepertimu. Kau pahlawanku, seperti ayahku, dengan sosok yang berbeda, dan aku juga sangat mencintai ayahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maukah kau memaafkan aku?, kalaupun tidak, tidak apa. Aku akan berusaha untuk selalu mengingat apapun yang berkaitan denganmu. Sebagai tanda ingatan dan aku akan selalu ingat wasiatmu padaku. O iya, aku sekarang sudah tidak cepat berburuk sangka, aku ingin seperti katamu, menjadi tasamuh, toleransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, kau menanyakan aku agar segera menikah. Entahlah, beban keluargakupun cukup berat. Banyak yang tidak dapat aku ceritakan kepadamu. Kalaupun aku berjuang, bukan berarti aku dan keluargaku sudah lebih baik. Mungkin lebih buruk dari orang yang kuperjuangkan, tapi aku tidak mau keadaan itu menghalangiku untuk berjuang. Mungkin uang jutaan hasil training bisa untuk memperkaya diriku, tapi tidak!. Allah yang mengijinkannya karena itu memang hak mereka. Aku bahagia melakukan semuanya, untukmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk menikah, beri aku waktu, setelah aku dapat membayarkan rumah cicilan untuk orang tuaku, karena sebetulnya kami tidak punya rumah, kaupun sudah tahu mengapa kami terbuang dan terhinakan, dan tidak punya sesiapa. Kau tahu, sakit hati mengingat ketika kakak lelakiku dan perempuanku menikah tidak ada saudara yang datang sekedar mengucapkan selamat. Dan itu menyakitkanku. Dan kau kemudian datang, memenuhi semua impian-impianku, walaupun kini semua sudah bubar, tak berbekas, seperti perjuangan-perjuanganku bersama teman-temanku dulu. Tak apalah, kaupun manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, ada tiga wanita dalam hidupku. Mereka menawan hatiku. Entahlah, apa dengan keadaanku dan keluargaku mereka mau menerimaku, karena cinta, rasa sayang, tidaklah cukup untuk membentuk sebuah keluarga. T’ Irma, beliau menawanku, mengambil posisi kakak perempuanku dan bahkan menjadi ibuku, sehingga aku tak mungkin menikahinya. Kami berikrar, kita bersaudara, kami manyayangi satu sama lain, aku sebagai adiknya yang bercerita akan kesedihanku begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T’ Iis, dulu staff-ku sewaktu bekerja di Bandung, entahlah akupun tidak pernah menjanjikan apapun tapi cintanya padaku begitu tulus, mau menungguku. Sekarang mengajar disebuah taman kanak islam, keibuan. Wanita harapanku untuk menjadi madrasah anak-anakku serta bisa mengajar untuk anak-anak jalanan lainnya, cita-citaku dulu, untuk mengajar mereka dijalanan. Masih terniat untuk membuat rumah singgah, menjadi pahlawan kesiangan bagi mereka. Bagiku, tidak ada cinta, hanya empati karena cintanya tulus padaku, tak terkatakan memang dan aku tak pernah mau mengikatnya. Dan aku berdosa telah menyiakan cintanya, dan bahkan untuk memberikan sebuah jawaban yang pasti, karena takut menyakiti hatinya, yang tulus. Aku pun tak tahu mengapa ia mencintaiku?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T’ Nur, wanita yang tidak setingkat denganku, memang tidak ada cinta, kami pun hanya mengenal sebentar karena beliau harus kuliah lagi. Sederhana, pintar dan dari keluarga yang mapan, bagai bumi dan langit. Tidak ada perasaan apapun, tapi aku akan mencintai dan menyayanginya, setulus hatiku, kalau dia dan Allah mengijinkan. Aku ingin anak-anakku menjadi sepertinya, dan aku berharap kepadanya akan mau membantuku dalam perjuanganku yang aku tak tahu berjuang dengan apa dan untuk apa. Dengan apa yang dimilikinya, aku ingin tergenapkan cita perjuanganku. Tapi itu hanya pengandaian. Jauh sekali, dia wanita shalihah, sedang aku, menshalatkan kakekkupun kemarin tak bisa, atau sekedar untuk membaca Qur’an dan mengetahui arti bacaan shalat. Menyedihkan bukan?, tapi begitulah kenyataannya. Dan akupun selalu menyadari hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin ketika menikah keadaan kita seperti yang dideskripsikan Abdul Halim Abu Syuqqah: 'Laki-laki adalah benteng keamanan yang dapat dipercaya, yang penuh dengan rasa cinta dan kasih sayang, yaitu tempat si wanita (isteri) mencari ketenangan dan ketentraman. Dan wanita adalah lahan subur yang sejuk dan rindang, yang penuh dengan rasa cinta dan kasih sayang, yaitu tempat si laki-laki (suami) mencari ketenangan dan ketentraman. Sesungguhnya kebesaran laki-laki tampak dalam persahabatannya dengan wanita (isteri) yang shalih, hingga ia berhasil dalam kerjanya dan berjuang keras untuk menjunjung tinggi bangsanya dan membangun umatnya. Dan kebesaran wanita hanya muncul dan bersinar dalam persahabatannya dengan suami yang shalih, sehingga harum semerbak dan tempat tinggal yang menyenangkan.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, saat ini aku hanya ingin mengabdi pada ibuku, juga ayahku. Menemani adikku, membuktikan cintaku padamu, mengenal Allah, membaca buku riwayat Rasul hingga aku dapat mencintai-nya, belajar membaca Qur’an dan lainnya. Berdo’a agar aku bisa hijrah ke tempat lain, meniti asa, berpisah denganmu dan yang lainnya. Berjuang untukmu, untuk kelompok kajianmu dan teman-temanku yang lain ditempat yang lain. Dengan cara yang lain, penuh perjuangan, berpeluh dan berkorban, dipenuhi janji, komitmen serta keterikatan. Dan juga keberanian untuk melakukannya, entah nanti akan menjadi kesiaan, kerugian dimata Allah kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu atau dua tahun lagi, waktu yang cukup lama untuk penantian seorang wanita. Ditinggalkan, adalah hal biasa bagiku, seperti kau meninggalkan aku bukan?. Biarlah, aku akan kembali kejalanan, menjadi pahlawan kelas teri murahan. Aku akan syukuri itu. Aku akan mencintainya dengan tulus. Aku ingin perempuan itu menjadi madrasah anak-anakku, dan bahkan aku ingin memberi nama anak lelakiku dengan namamu, agar aku dapat mengingatmu sebagai pengikatku, yang telah memberiku semangat, merubahku menjadi lelaki dewasa dan elegan, walau kerinduanku berjuang dijalanan selalu mengingatkanku. Menjadi bebas, liar. Tapi tidak, aku hargai semuanya pemberianmu, untuk tetap elegan, dewasa. Selalu belajar dan tetap sendiri. Tersiksa oleh jiwa yang tak menemukan kawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini untuk kau tahu, dan sampai tadi pagi, untuk menyapamu pun aku memerlukan keberanian, dan sepertinya, kau pun sudah tidak mau menemuiku lagi. Andai saja aku seperti Pak Eman, Pak Wid, Kang Erika, atau teman-temanmu terhormat lainnya, kau pasti mau menerimaku. Dan bahkan untuk mencium tanganmu atau memeluk dirimu adalah mimpi bagiku. Hanya terimakasih yang dapat kuberikan. Bahagia bertemu kau, pahlawan sejatiku. Namamu kan menjadi nama anak lelakiku, kelak nanti..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalammualaykum,&lt;br /&gt;al Faqr&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-114043857347361883?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/114043857347361883/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=114043857347361883&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114043857347361883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114043857347361883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/02/ustadz-maafkan-aku.html' title='Ustadz, maafkan aku..'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-114043797584314399</id><published>2006-02-20T19:03:00.000+07:00</published><updated>2006-07-21T16:49:08.766+07:00</updated><title type='text'>Kau kecewakanku, ustadz</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/1600/P2180019.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/P2180019.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;Ustadz, apakah salah jika aku melakukan semua ini juga karenamu dan untukmu selain untuk lingkunganku dan masyarakatku walaupun mereka selalu membuangku?. Kau tidak perlu meragukan aku ustadz, biar saja orang menilai, karena mereka punya hak tapi aku hanya punya kewajiban untuk berbuat yang terbaik sampai aku tak mampu lagi melakukannya. Dan kau pun salah kembali menilaiku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak kecewa apa yang aku lakukan kau tidak mau menerimanya, toh cinta hanya batasan untuk memberi. Dan apakah kau tahu, kekecewaanku hanyalah pada saat semangat yang telah dinyalakan lantas tak mampu menjadi penerang bagi semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini aku membaca buku pemberian teman baikku, aku ingin pula menceritakan ini padamu. Sebuah komitmen, janji dan keterikatan. Semoga yang kau katakan kemarin tentang itu semua, aku yang salah mamaknainya. Kau seorang pen-tarbiyah, anggap saja sharing ini dari kenalanmu di jalan pada saat kau berjalan kaki atau sedang menunggu kendaraan. Karena aku yakin kau lebih mampu memaknai hakikat ini semua, siapalah aku?, hanya mampu memaknai semua sebatas bacaan saja. Atau masih teringat kalimat yang kau katakan padaku Achievement Motivation Training, masih ingatkah kau?, akan aku ingat setiap peristiwa denganmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Team (tim) dimulai ketika dua orang bertemu dan saling berbagi, saling mencukupi untuk mencapai tujuan bersama yang telah disepakati bersama. Team sendiri ada yang mengartikan Together Everyone Achive More yang artinya setiap orang bersama-sama berprestasi lebih. Inti daripada tim adalah masing-masing anggota merasa memiliki keterikatan dengan yang lain untuk bekerja lebih baik di dalam aturan yang jelas, di mana satu orang menjadi bagian dari yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri tim yang produktif diantaranya adalah memiliki tujuan yang jelas, ada pembagian tugas dan tanggung jawab, saling mempercayai satu dengan yang lain serta memiliki aturan dan disiplin kerja. Seorang psikolog pernah mengatakan 'Dua saja sudah dapat dikategorikan tim, bukankah kehadiran kita di dunia ini sebagai akibat dari kerja tim bergairah?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim yang solid akan menciptakan situasi yang kondusif bagi anggota-anggotanya. Kegairahan masing-masing anggota tim dalam menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya akan semakin mempercepat penyelesaian pekerjaan tsb dengan kualitas maksimal. Mengapa banyak tim yang cepat bubar? Apabila komitmen yang telah dibuat untuk dilaksanakan secara konsisten tidak ditepati, maka jangan aneh jika tim yang telah dibentuk akhirnya bubar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, berkurangnya keterikatan emosional di antara anggota tim juga dapat meluluhkan kekuatan tim. Lihat saja pohon-pohon di tepi jalan atau hutan. Jarang sekali ada hutan yang gundul akibat serangan badai atau pohon-pohon yang berbaris di pinggir jalan roboh serentak akibat hujan besar. Hal ini bisa terjadi karena akar-akar mereka saling melilit sehingga begitu ada gangguan dari luar mereka tetap kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Kalau pasukan disatukan, yang berani tidak dapat maju sendirian dan yang pengecut tidak bisa mundur.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya bukan seberapa banyak anggota yang dimiliki namun sejauh mana tingkat keterikatan di antara mereka untuk membangun kekuatan baru. Satu alat penting untuk meningkatkan kualitas keterikatan anggota tim adalah dengan komunikasi. Komunikasi juga sebagai urat nadi yang akan menyalurkan aspirasi masing-masing anggota dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui kerjasama, beban semakin ringan, waktu pencapaian semakin cepat dan tepat serta penggunaan sumber daya semakin efisien. Di pihak lain, tim yang tidak tertata dengan baik justru hanya akan memperlambat kinerja. Itulah sebabnya harus terdapat pemisahan yang jelas antara kepentingan pribadi dengan kepentingan tim. Ketika dua kepentingan ini dicampuradukan maka ini akan menjadi bom waktu yang dapat menghancurkan tim itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran pemimpin dalam memajukan sebuah tim memegang peranan besar dan penentu arah. Di dalam dirinya ada mimpi dan visi yang harus diturunkan dalam langkah-langkah praktis untuk kepentingan bersama. Pemimpin tim hendaknya menjadi teladan bagi timnya, sebagaimana yang dituturkan oleh Max Depree, 'Tanggung jawab utama seorang pemimpin tim adalah mendefinisikan realita. Tanggung jawab terakhirnya adalah mengucapkan terimakasih. Di antara keduanya, sang pemimpin harus menjadi pelayan dan seorang yang berhutang. Itulah rangkuman kemajuan dari seorang pemimpin berseni.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali tim berhasil menyelesaikan pekerjaan mereka dengan baik, figur pemimpin hilang dan semua anggota mengatakan, 'Kami sendiri yang melakukannya.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, mungkin kau benar, aku terlalu naif untuk memaknai semuanya, hingga kaupun mengatakannya. Tidak apa, aku akan tetap menjadi aku, dan bagaimana aku tahu makna semua sedangkan aku sendiri tidak pernah tahu alasan semua itu, kecuali bayangan masa lalu yang tak ingin orang-orang melaluinya, dan sebuah cinta serta harapan-harapan yang tersisa sertaa rasa syukur yang tak pernah aku pahami didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku hanya ingin kembali kepada fithrah, manusia itu bebas. Aku tidak mau terbelenggu dan kemerdekaanku tergadaikan karena komitmen-komitmen, janji-janji, kesepakatan-kesepakatan dan lainnya, bebas euy he he he he". (Katamu ustadz dan itu mengecewakanku..)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;Ustadz, memang benar manusia itu bebas, mengapa aku tak pernah mampu membebaskan semuanya, atau mungkin aku kehilangan fithrah, bashirah ataupun nurani bukan?, pantaslah memang Allah mencintaimu ustadz, semoga aku akan mampu menemukan semua hakikat itu semua, dimanapun aku berada. Maafkan kalau aku berlebihan, aku hanya ingin mengambil peran kecil untuk dapat menjadi sepertimu, ya sepertimu dan pejuang-pejuang lainnya walaupun takkan mampu aku memaknainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;Terimakasih atas segala yang telah kau ajarkan padaku, cukup Allah yang membalas dengan yang lebih baik, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;hamba Allah &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;al Faqr&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-114043797584314399?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/114043797584314399/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=114043797584314399&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114043797584314399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114043797584314399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/02/kau-kecewakanku-ustadz.html' title='Kau kecewakanku, ustadz'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-114043700465232468</id><published>2006-02-20T18:56:00.000+07:00</published><updated>2006-07-21T16:48:29.096+07:00</updated><title type='text'>Ayo Mengaji....</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/1600/P2180024.0.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 193px; CURSOR: hand; HEIGHT: 151px" height="240" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/P2180024.0.jpg" width="209" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Ustadz yang baik, seneng deh aku belajar mengajinya sudah sampai halaman 30&lt;br /&gt;mungkin sebentar lagi Qiroaty jilid 2 nya selesai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz yang baik, seneng deh ustadz Burhan baik padaku&lt;br /&gt;dia mau mengajariku, tiap hari beliau menemaniku&lt;br /&gt;sarapan pagi, atau juga yang lainnya&lt;br /&gt;aku senang sekali bersama beliau&lt;br /&gt;kalau main ke kamarku, aku selalu buatkan kopi untuknya dan bahkan sering tidur bersamaku&lt;br /&gt;dan kami berangkat shubuh bareng ke masjid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz yang baik, tapi aku selalu ingat dirimu&lt;br /&gt;walau kadang suka lupa kalau kau tersenyum padaku&lt;br /&gt;mungkin aneh ya aku.., aku hanya ingat ketika kau sakit..&lt;br /&gt;aku ingin merawatmu, tapi waktu itu kau sudah sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz yang baik, teman-teman disini baik sekali&lt;br /&gt;sama seperti dirimu, aku suka sekali dekat mereka&lt;br /&gt;banyak yang aku pelajari darinya, seperti banyak hal yang aku pelajari darimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz yang baik, aku sekarang sudah tidak tidur lagi setelah shalat shubuh&lt;br /&gt;kata ustadz Burhan itu tidak baik,&lt;br /&gt;tapi kadang kalau ngantuk sekali karena semalam habis kerjakan proposal aku tidur juga&lt;br /&gt;maafkan aku ya, karena kalau kerja ketiduran kan tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz yang baik, sekarang aku ingin berubah&lt;br /&gt;tidak cengeng seperti dulu walaupun hal yang aku hadapi akan sangat sulit&lt;br /&gt;tapi khan aku menangis bukan karena hal biasa, sebetulnya meminta Allah untuk tidak menghukumku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz yang baik, Allah begitu baik padaku&lt;br /&gt;Dia mengajariku dengan banyak kepedihan dan kesulitan agar aku kuat&lt;br /&gt;agar aku menjadi intan, kata temanku, intan itu berasal dari arang yang karena tekanan dan suhu yang sangat tinggi&lt;br /&gt;walaupun kadang aku tidak mengerti, mengapa Allah mengujiku dengan cara itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz yang baik, pagi ini aku bahagia sekali&lt;br /&gt;dapat menulis pesan ini untukmu, bercerita kemajuan mengajiku&lt;br /&gt;pasti kalah ya sama putramu? aku dengar waktu kau telpon mereka namanya: Muhammad, terus Muslimah, terus siapa lagi ya, aku lupa.&lt;br /&gt;O iya kenapa kau tak pernah bercerita tentang mereka?&lt;br /&gt;sepertinya menyenangkan ya punya ayah sepertimu&lt;br /&gt;dari kecil, ayahku tak pernah dekat denganku&lt;br /&gt;mungkin sampai sekarang tetap seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahku juga tak pernah mengajakku bermain, atau mengajarkan aku berhitung&lt;br /&gt;juga membaca dan juga tidak pernah mau mengambil raport ku kalau kenaikan kelas&lt;br /&gt;mungkin sibuk ya, tapi kan aku masih kecil dulu, tapi guruku tetap memberikan raport nya karena aku tidak pernah membuat kesalahan&lt;br /&gt;nilai ku juga tidak jelek walau tidak dapat juara 1 atau 2 atau 3.&lt;br /&gt;dia tidak pernah menanyakan kemajuan sekolahku&lt;br /&gt;dan bahkan aku kuliah lagi dan wisuda beliau tidak pernah tahu&lt;br /&gt;dan kemarin kuliah sarjana lagi beliaupun tidak tahu, tapi terakhir kemarin aku minta untuk datang di wisudaanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O iya, aku juga belikan beliau baju batik baru agar dipakai waktu wisuda sarjana ku&lt;br /&gt;Ibu juga, dan pakai kerudung loh ustadz,&lt;br /&gt;seneng deh, terus aku minta doa mereka supaya aku bisa kuliah lagi&lt;br /&gt;entah di UGM, UI atau dimana saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir kemarin aku beli qurban untuk ayahku yang aku ceritakan padamu&lt;br /&gt;aku tidak tahu apa beliau mau menerimanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz yang baik, ibuku sekarang sudah bisa baca quran juga karena ikut pengajian ibu-ibu&lt;br /&gt;beliau suka bercerita padaku sewaktu aku di rumah,&lt;br /&gt;aku minta beliau untuk mendoakan aku&lt;br /&gt;aku juga rindu adikku, Fitri namanya&lt;br /&gt;cantik loh ustadz, tingginya hampir sama denganku&lt;br /&gt;dia pernah bercita-cita mau menjadi journalist&lt;br /&gt;sama seperti cita-citaku dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang beliau bekerja, soalnya kemarin kuliah dia berhenti&lt;br /&gt;katanya tidak mau merepotkan&lt;br /&gt;aku bangga sekali padanya, kalau kau ketemu pasti kau tidak suka&lt;br /&gt;orangnya cuek, penampilannya seperti anak band lainnya&lt;br /&gt;rambutnya di cat merah, pakai baju junkies dan suka manggung juga&lt;br /&gt;pernah masuk tivi juga loh ustadz, ikutan penghuni terakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku suka pesan padanya, walaupun masih seperti itu, yang penting bisa jaga diri&lt;br /&gt;O iya, beliau pintar bergaul, temannya banyak&lt;br /&gt;mungkin karena masih muda kali ya ustadz&lt;br /&gt;toh nanti juga pasti berubah dan aku percaya padanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O iya, perjuanganku untuk membuat keluargaku kembali berat sekali&lt;br /&gt;Sekarang kami sudah tidak punya kerabat lagi&lt;br /&gt;jadi keluargaku hanya ibu, ayah dan adik&lt;br /&gt;karena kakakku sudah menikah, jadi tidak mungkin seperti dulu lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, aku harap nanti kau tidak marah padaku&lt;br /&gt;walaupun aku ingin kau memarahiku&lt;br /&gt;agar aku tidak menyukaimu dan aku tidak mengingatmu lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustad yang baik, doakan aku yah&lt;br /&gt;walaupun nanti aku berubah kau akan tetap dihatiku&lt;br /&gt;atau kalau aku pergi, aku akan selalu ada untukmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, aku akan tersenyum seperti pesanmu&lt;br /&gt;aku akan tetap belajar quran agar kau tidak merasa malu padaku,&lt;br /&gt;karena punya teman sepertiku&lt;br /&gt;aku juga akan belajar shalat dan ilmu yang lainnya&lt;br /&gt;dan tidak lupa untuk berdoa untuk orang tuaku&lt;br /&gt;kata buku yang aku baca amal yang diterima salah satunya: doa anak yang shalih&lt;br /&gt;tapi aku tidak shalih ustadz,&lt;br /&gt;jadi aku harus belajar dari sekarang walaupun terlambat ya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O iya, maafkan kalau selalu mengganggumu&lt;br /&gt;dengan cerita-ceritaku, dengan e-mailku atau sms ku&lt;br /&gt;aku akan merindukanmu ustadz,&lt;br /&gt;seperti aku rindu ibuku, ayahku dan juga adikku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doakan agar adikku mau sekolah lagi&lt;br /&gt;dan yang pasti mau berjilbab&lt;br /&gt;dia pernah bilang ingin seperti jilbaber lainnya&lt;br /&gt;semoga ya, Allah memberikan hidayahNya, amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, terimakasihku untukmu Ustadz yang baik,&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#ffffff;"&gt;Menjelang dan menunggu untuk ketemu Pak Eksa,&lt;br /&gt;Kuala Kencana&lt;br /&gt;al Faqr&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-114043700465232468?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/114043700465232468/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=114043700465232468&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114043700465232468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114043700465232468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/02/ayo-mengaji.html' title='Ayo Mengaji....'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-114040215755234552</id><published>2006-02-20T09:17:00.000+07:00</published><updated>2006-07-21T16:47:36.690+07:00</updated><title type='text'>Ketika Kumulai Belajar Membaca Al Qur'an</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/1600/P2200037.1.jpg"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/P2200037.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffffff;"&gt;26 Desember 2005,.&lt;br /&gt;Ya Allah, entah dengan apa aku jabarkan bahagia dalam hati ini, kebahagiaan yang membuncah, menembus penjuru langit, menggetarkan seluruh ion tubuhku, bergetar dan bergerak hebat, mendorong adrenalin hingga tercurah bahagia itu, dalam sebuah tetes air mata, dalam rasa bahagia, haru, sedih, penyesalan, tercampur, menjadi satu, tak terdefinisikan, lalu diam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam pelukan bahagia itu, kutenggelamkan kepalaku didadanya yang bidang, kuserahkan semua rasa, dalam hati dan jiwa ini. Seluruhnya, setelah sekian lama aku berharap akan datang seseorang yang akan mengajarkan aku tentang banyak hal. Entah dengan berapa bilangan waktu, semua seakan terhenti, memaksa diri ini untuk menjadi pribadi yang lain, seolah menjelma seperti anak kecil, dalam kerinduanku tak terperi, penantian yang panjang dan melelahkan, seseorang yang kurindukan, seorang ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sanggup aku menatap matanya, yang bening dan begitu dalam, menyimpan sebuah pertanyaan dan mungkin juga banyak dan bahkan juga mengherankan, tentang diriku, siapa aku dan ada apa denganku. Tetes air mata itu seolah memaksaku untuk kembali menjadi nol, berangkat dan berpulang dari awal, untuk memulai semua dari bilangan satu, dalam kepastian melangkah pasti, merasa gagah dan mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia memelukku begitu erat, begitu hangat, penuh dengan cinta dan juga rindu. Entahlah,..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semua, setelah kubaca sebuah huruf, alif, ba, ta, tsa dan akhirnya ya, dalam kekeluan lidah dan keherananku, setiap kata itu, membuat tubuhku bergetar, rasa menyesal, sangatlah dalam, dalam usiaku, yang tak akan begitu lama lagi, terlambat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27 Desember 2005,..&lt;br /&gt;Ya Allah, dalam ikrarku tak terkatakan, aku ingin berubah, memulai hidup baru, kulangkahkan kaki kananku menuju rumahmu, sambil kuucap sebuah doa, tak beraturan untuk meminta sebuah peneguhan hati, terus kubaca kata itu, kucoba dan kucoba..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini begitu indah, seperti kemarin, ada harap baru. Dan, sederhana, bahwa aku ‘kan selalu mengingatmu. Walaupun terlambat, karena rasa bahagia hari itu, terucap sebuah kata, terimakasih, kau mau menerimaku,..selamat hari lahir untukmu, 25 Desember 2005, 34 tahun sudah, tak terlalu muda untuk menjadi penuntunku..Dia begitu sempurna dimataku, aku hanya berharap dapat mencintainya, semoga dengan itu Allah swt. mencintaiku. Kuberharap aku dapat mengenal Allah dan RasulNya, darinya, semoga ya Allah, Kau memperkenankanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28 Desember 2005 dan setelahnya,…&lt;br /&gt;Hari-haripun berlanjut, dengan sebuah pembelajaran, mengejar cita-cita, mimpiku…Kau berikan kesempatan itu, dan sampai saat itupun aku masih tak mampu menatap matamu, begitu dalam, menusuk dadaku, dengan hujaman rindu, kerinduan pada ayahku, yang jauh disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada rasa bersalah, kutinggalkan mereka hanya untuk sebuah angan yang suram, kubiarkan mereka pergi dengan sebuah tanya yang besar, maafkan aku ayah, aku hanya ingin membuktikan padamu, bahwa kau terlalu egois, sekarang aku ingin menyadarkanmu dengan caraku…biarlah kau jauh disana merenungi apa yang telah kita lewati, kau biarkan aku tak mengenal siapa engkau, dan bahkan hanya untuk mengajarkan aku sebuah pelajaran, kehidupan atau membimbingku untuk mengenalNya, tapi itupun bukan salahmu, kau pun tak punya kemampuan itu…Aku rindu padamu ayah, jauh disana, di sebuah kota, Bandung, dalam perantauan dan pengasingan yang begitu melukakan hatiku, dan membuat aku menjadi seorang yang ingin menghukum orang-orang yang menyakitimu walaupun kau sendiri telah menyakiti aku dengan beranggap bahwa kau hanya cukup menjalani semua, tanpa sebuah cinta..hingga aku teringat sumpahmu dulu pada usia belasanku. Dan rasa takut itu selalu menghantuiku, hingga aku berada disini, jauh dari jangkauanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1997-2000,…&lt;br /&gt;Kulewati hariku dengan kerja keras, tak ada rasa malu, hanya sebuah harap, kuberjalan dan berjalan, dalam sebuah kehausan dan perut lapar, menyusuri jalan aspal hitam yang sedikit meleleh karena panas, mungkin juga aku, tak ada bedanya. Tiap tapak langkahku tak pernah lepas berdoa padaMu, membangun mimpi, harapan dan cita-cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulewati masa itu, suka, duka, berbagi, bercerita banyak hal, menjadi pribadi palsu, seolah harus menjelma menjadi dewasa, harus kuat, tak boleh rapuh, banyak yang harus dilakukan, untukku, untuk keluargaku dan untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau berikan teman-teman yang begitu memesonakanku, aktifitas mereka, idealisme mereka, dalam keraguanku untuk ikut bersamanya, dalam satu dua kegiatan aku mencoba membantu dan selalu berhasil, diperhitungkan, dan akhirnya habislah masa indah perjuangan itu, dalam kekosonganku lagi, semua telah pergi dengan kehidupan mereka sendiri-sendiri, dan aku terus mencoba meneruskan hidupku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2000-2002,….&lt;br /&gt;Ya Allah, masih kurang kah kau menguji aku?, apa salahku?, dan bahkan untuk sebuah keinginan hampa pun seolah tak kau ijinkan. Banyak peristiwa memalukan terjadi, dalam masa itu aku pun masih mau untuk tetap dijalanku, melakukan apa saja yang aku mampu…Kuatkan aku ya Rabb. Kucari Engkau disetiap tempat, di masjid, di majelis taklim, dimanapun, hingga aku lelah…dan aku masih belum mengenalmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah,..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2002- awal tahun 2004,…..&lt;br /&gt;Kau berikan aku ujian lagi, hingga aku bertemu dengan mereka, mau mengerti aku, dalam sebuah harapan, membentuk komunitas yang baik, sebuah idealisme dengan keterbatasan pemahamanku, kau satukan kami dalam sebuah perjuangan. Hingga aku kau berikan kesempatan mencari ilmu, sekolah lagi, dalam sebuah perjuangan untuk pemenuhan kehidupan, berjalan tertatih dan letih. Berlari dengan waktu, tak ada kelelahan, hanya sebuah pertanyaan, cemas, dan hingga semua terselesaikan. Aku berhasil Tuhan, dalam keterbatasan ini, dan kado kecil untuk orang tuaku mampu aku berikan kembali setelah akhir 2002 itu..tetap sendiri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari kulalui, tak ada rasa puas, dalam dadaku, harus lebih baik, peperangan kecil dalam hatiku, bersama teman-temanku, perjuangan itu pun tak cukup membuahkan hasil dan disaat keputusanku dalam pencarian ilmu, sekolah lagi, keputusan sudah dibuat, harus aku selesaikan, seperti tahun lalu. Pasti ada jalan, semoga ya Allah, dan kau berikan ditengah-tengahku orang-orang yang kembali memesonaku dengan semangat mereka, perjuangan mereka, tapi apakah sama niatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada sisa hasil kerjaku, tapi semua tidak boleh kutinggalkan, Kau pertemukan aku dengan pejuang lainnya, kekuatanpun hadir kembali, perjuangan terus berlanjut dan terus, dalam jalinan silaturahim yang begitu erat, tapi tetap saja, siapalah aku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertengahan tahun 2004,.&lt;br /&gt;Aku pun harus pergi, biarlah, aku lelah atau cukup sedikit untuk istirahat..Kukejar semua orang untuk mau mengerti keadaanku, kuyakinkan mereka, alhamdulillah cukup berhasil. Terimakasih ya Allah, Kau memberiku kesempatan dan hingga pada waktunya aku harus meninggalkan kedua orangtuaku disaat kesendirian mereka, saat adikku memerlukan uluran tanganku. Jauh, hingga aku berada di ujung timur negeriku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum 1994,..&lt;br /&gt;Perubahan yang begitu dalam, kehidupan yang tak aku mengerti dalam sebuah tanya, kenapa dan mengapa?, tapi biarlah, toh aku pun belum mengerti apapun…semua harus hilang, kembali padaNya sebagai pemilik segala. Dalam kekurangan, ujian, cobaan dan bahkan cacian, ditinggalkan, dan kemudian tidak ada sesiapa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum tahun 1991,…&lt;br /&gt;Ayah, mengapa kau tak pernah membimbingku atau hanya sekedar menemaniku bermain, bercerita sebelum aku tidur, atau seperti anak-anak lainnya. Aku tak butuh apapun yang kau berikan, dunia ini tak membuatku silau, apalah artinya tanpa kehadiran orang terdekatku..hampa dan akhirnya aku biarkan diriku dalam kesendirianku, menjadi pemalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal tahun 2006,….&lt;br /&gt;Semua terasa begitu indah, terbayang harapan baru disana, jauh dalam hatiku. Memulai hari-hari dengan hal yang berbeda, walaupun terasa begitu sedih, kehilangan kesempatan, sahabat dan orang-orang terdekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 Januari 2006 dan setelahnya,…..&lt;br /&gt;Kerinduanku padanya, tak terdengar lagi kabarnya, akan aku rawat rumahnya yang telah dibangun dihatiku. Paling tidak aku tahu, bahwa aku mencintainya, yang semoga dengannya Allah swt. dan RasulNya mencintaiku dengan mencintai dirinya, yang begitu sempurna, dan aku pun merasa tak begitu pantas berada di dekatnya, tapi paling tidak, hati ini mengetahui bahwa aku masih punya cinta, untuknya. Kucari dirinya, disetiap kesempatan, hanya untuk sekedar melihatnya, dari jauh, karena aku jauh dari jangkauannya, hatiku terleraikan, cukup sudah. Ingin kuucapkan terimakasih untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu ada rasa itu, walaupun aku tahu, tak selamanya. Tapi biarlah, satu kali ini saja. Ingin kulakukan satu hal kecil untuknya, bukti cintaku padanya. Dan satu hari nanti, ingin aku ucapkan: ‘Terimakasihku untukmu, kau mengajari aku akan banyak hal, aku sekarang berubah, menjadi lelaki dewasa, sedikit mengenal Allah swt. dan RasulNya’, dan akan kuberikan namamu, untuk anak lelakiku, menjadi sepertimu, karena aku tahu, bahwa aku tak mungkin menjadi sepertimu, pejuang sejatiku, semoga anak lelakiku kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, pada akhirnya, semua itu hilang dari pandanganku, kehidupan terus berjalan dengan sumbu rotasinya masing-masing, membawa sejuta kenangan, menghapus semua perbedaan dan meninggalkan kebersamaan, begitu dalam, untukku, bahkan mengalahkan pejuang-pejuang sejatiku yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin,&lt;br /&gt;Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu..&lt;br /&gt;Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada (Sapardi Djoko Damono).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Tuhan, jika rindu adalah rasa sakit yang tak menemukan muaranya,&lt;br /&gt;Penuhilah rasa sakitku dengan rindu kepadaMu&lt;br /&gt;Dan jadikanlah kematianku sebagai muara pertemuanku denganMu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, cinta tidak mengetahui kedalamannya sendiri sampai tiba saat perpisahan,&lt;br /&gt;Walau aku belum mengenalmu ijinkan aku untuk mencintaimu dengan doa-doaku dan terimakasih untuk kebersamaan selama ini semoga dengan ijin Allah, aku dapat menjadi orang pertama yang dapat menolongmu ketika kau dalam kesulitan, amin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam persiapan shalat shubuh setelah membaca terjemahan,&lt;br /&gt;Persiapan kembali ke Tembagapura untuk mengejar cita,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kuala Kencana, Januari 2006&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#ffffff;"&gt;al Faqr&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-114040215755234552?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/114040215755234552/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=114040215755234552&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114040215755234552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114040215755234552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/02/ketika-kumulai-belajar-membaca-al.html' title='Ketika Kumulai Belajar Membaca Al Qur&apos;an'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-22695279.post-114039958294787364</id><published>2006-02-20T08:32:00.000+07:00</published><updated>2006-07-22T11:30:16.810+07:00</updated><title type='text'>Bismillahirrahmanirrahim</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/1600/Tekken016.jpg"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Bismillahirrahmannirrahim...,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Assalammu'alaykum wr, wb,.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;How can i find a way to express, &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;something that cannot be thought or guessed&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Something more than just word, this love is neither seen nor heard?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Love is the rope given by Allah, it will save you from every flaw&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;Grasp it then it will draw your near&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Wassalammua'laykum wr, wb,.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;al Faqr&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22695279-114039958294787364?l=leanto-livejournal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/feeds/114039958294787364/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=22695279&amp;postID=114039958294787364&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114039958294787364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/22695279/posts/default/114039958294787364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leanto-livejournal.blogspot.com/2006/02/bismillahirrahmanirrahim.html' title='Bismillahirrahmanirrahim'/><author><name>Leanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08963396233719469316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7979/2312/320/Tekken016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
